
Pagi itu aku melihat rara begitu cemas, ia begitu buru-buru meninggalkan ruangannya aku mencoba mendekati nya karena yang aku tahu rara jarang sekali keluar dari ruangannya jika tidak sangat penting.
"Rara , kenapa?? Kok kaya yang panik gitu sih??" Ucap ku dalam hati
Tak perlu waktu lama untuk ku mendekatinya ..
"Ra, kamu kenapa ..?? Kok kelihatan panik gitu sih ..??" Tanya ku pada rara
"Anu .. mas, paman saya mengalami kecelakaan, saya mau ijin ke rumah sakit dlu yaa .." jawab rara masih dengan perasaan khawatir dan mencoba melangkah pergi
Aku begitu khawatir pada rara sehingga aku berniat akan mengantar nya ke rumah sakit saat itu, aku takut jika terjadi apa-apa padanya.
Jujur saja aku begitu sangat menyukai rara, sampai-sampai aku sangat terobsesi padanya, setiap hal yang aku kerjakan pasti terbayangkan wajahnya yang sangat cantik.
"Saya anterin yaa raa, lagian tadi saya gak lihat kamu bawa mobil .. kalau kamu sendirian ke sanah takut nanti ada apa-apa di jalan .." ajak ku pada nya
Sepontan rara pun mengijinkannya, aku sangat bahagia bisa bersama-sama dengan rara.
Namun sebenarnya aku merasa tak enak pada nya, di saat rara sedang sedih perasaan ku malah sebaliknya..
"Tak apa lah lumayan juga bisa bareng-bareng rara .. " ucapku dalam hati
"Boleh mas, maaf ngerepotin terus ..!!" Kata rara
Tak lama kemudian kami pun bergegas pergi
Sesampainya di rumah sakit, rara tampak cemas, wajahnya tampak pucat sekali, air matanya menetes dari kedua bola matanya yang indah ..
Aku merasa kasihan melihat rara, sampai aku tak tega ingin sekali aki memberikan pelukan padanya..
Namun aku urungkan niatku, jujur saja baru kali ini aku melihat rara menangis sesedih ini.
Setelah pertama kalinya aku melihat rara menangis saat pulang dari rumah tyas kala itu.
__ADS_1
Saat rara masih menangis tiba-tiba datang sosok perempuan menampar nya, aku pun spontan terkejut dengan sikap wanita itu..
Disisi lain aku sangat khawatir pada rara, mungkin saat itu ia pun sama terkejutnya dengan ku sampai-sampai rara tak mengatakan sepatah kata pun.
Aku begitu penasaran dengan wanita tua itu.
"Siapa sih wanita itu ??" Ucapku dalam hati
Seketika perasaan ku menjadi kesal, aku sangat geram melihat sikap wanita itu, ingin sekali rasanya aku menampar nya balik untuk membalas sikap nya pada rara.
Namun tak lama kemudian wanita itu pergi meninggalkan kami, hingga rara yang masih terkejut setelah di tampar oleh wanita itu tiba-tiba menangis dan memeluk ku ..
Disisi lain aku sangat kasihan padanya, namun tak bisa ku pungkiri hati ku sangat bahagia saat ini..
Baru kali ini aku bisa merasakan kehangatan pelukan wanita yang sangat aku cintai, ingin rasanya aku berada di pelukannya setiap hari..
aku tahu mungkin sikap ku saat itu sangat egois namun aku sangat senang sekali rara memeluk ku.
Aku mencoba menenangkannya saat itu, hingga aku tak sadar rey sudah berada tepat di hadapan kami.
"Apa-apaan sih, sakit tau ??" Ucap rara merasa kesakitan saat itu
Rey sepertinya cemburu pada ku, wajahnya tampak memerah seperti emosinya sudah memuncak saat itu.
Aku merasa kasihan pada rara, namun sepertinya aku tak bisa berbuat apa-apa di hadapan rara, andai saja rara tak ada saat itu rasanya ingin sekali aku menghajar rey habis-habisan.
Aku semakin geram melihat sikap rey yang seketika berubah baik, nampaknya ia hanya emosi sesaat kala itu, sikap rey semakin membuat ku kesal ia sok bersikap romantis di depan ku seperti ingin mencoba memanas-manasi ku.
"Lihat saja pasti gue bales loe rey .. !!" Ucapku dalam hati, aku berniat akan membalas perbuatan rey yang sudah menyakiti hati ku saat itu
Tak lama kemudian aku pun pergi meninggalkan mereka..!!
Hari rabu pun tiba, sore itu aku masih berada di ruangan ku, aku masih asyik bermain game di layar handphone ku hingga aku lupa bahwa sudah waktu nya jam pulang ..
__ADS_1
Tadinya aku berniat akan pulang, aku mencoba menelfon rara saat itu untuk mengajaknya pulang bersama.
Namun aku begitu kaget saat rara bilang ia terkunci di toilet kala itu.
Aku pun berlari seketika hingga tak sadar kaki ku terkena pintu lift dan terjatuh untunglah tak ada siapa-siapa yang melihat ku saat itu, kalau saja ada yang lihat mungkin aku akan malu setengah mati .. !!
Ku raih handphone ku dan segera meminta bantuan para penjaga dibawah sanah untuk cepat-cepat membantu rara.
Tiga menit aku sampai di lantai bawah dengan berlari menuju toilet tempat rara terkunci, untunglah tak perlu waktu lama untuk mendobrak pintu itu hingga rara bisa cepat-cepat keluar dari sanah.
"Raa .. kamu gak apa-apa??" Ucapku mencoba menanyakan keadaan rara
Wajah rara sangat pucat, keringat bercucuran, badan nya tampak lemas, wajar saja mungkin rara sangat shyok dan pasti dia kehabisan tenaga untuk mencoba membuka pintu.
Ingin sekali aku menggendong nya saat itu aku begitu takut kalau22 rara pingsan, namun aku tak berani karena pasti rara akan menolak dan marah kepada ku.
Aku hanya bisa berjalan berdampingan dengan nya, ingin sekali tangan ku menyentuh pundaknya untuk membantu nya berjalan, namun aku urungkan niat ku ..
Sesampainya di lobby aku melihat sosok rey tengah duduk sedang menunggu rara, lagi-lagi aku di buat kecewa olehnya..
"Kenapa sih si rey datang terus ??" Gumam ku kesal dalam hati
Tak lama kemudian rey berdiri dan bertanya pada ku..
"Apa yang sudah kamu lakukan ??" Tanya rey dengan nada tinggi
Sepertinya rey salah faham pada ku, aku pun mencoba memberi tahu nya dan tak mau ada kesalah fahaman antara kami.
Walau aku ingin sekali membuat nya cemburu saat itu, namun aku tak tega melihat keadaan rara dan tak mau membuatnya kecewa pada ku.
"Sory bro, gue cuman bantu rara tadi dia terkunci di toilet.." jawab ku mencoba memberi tahu pada rey
Rey pun sama terkejutnya dengan ku saat itu, namun ia mencoba menenangkan rara dengan sikap lembutnya hingga aku yang melihatnya merasa kesal dengan sikap nya yang lagi-lagi sok romantis dan ingin terlihat pamer di hadapan ku.
__ADS_1
"Liat saja pembalasan gue rey, Loe pasti nyesel .. !!" Ucap niko dalam hati
Ia mencoba membuat rey menyesal karena sudah membuat nya cemburu..