Aku Diantara Tiga Pria Tampan

Aku Diantara Tiga Pria Tampan
LAKI-LAKI MISTERIUS


__ADS_3

Rey dan rara sudah berada di rumah rara sore itu, tampaknya rara tak banyak bicara ia banyak terdiam.


Rara pun berniat pergi ke kamarnya dan rey masih mengikutinya dari belakang, hingga di dalam kamar rara hanya terduduk di atas ranjangnya.


"Sayang kamu gak apa-apa..??" Tanya rey pada rara


"Iya gak apa-apa kok .." jawab rara


Rey tak percaya begitu saja pada jawaban rara saat itu, ia melihat rara tampak begitu pucat.


Ia pun menempelkan tangannya di atas kening rara sepertinya suhu badan rara tiba-tiba menjadi panas sepertinya rara demam.


"Sayang kamu demam, badan kamu panas, sebentar aku ambilkan kompresan ke bawah yaa .." ucap rey begitu sangat perhatian


Rey pun turun menuju lantai bawah meminta bi sri untuk segera membawakan termometer dan kompresan untuk kekasihnya ..


"Bi tolong bawakan termometer sama kompresan yaa buat rara, kayanya rara demam" pinta rey pada bi sri


"Baik tuan ...!!" Jawab bi sri


Tak lama kemudian bi sri datang, ia pun memberikan baskom yang berisi air serta termometer yang sudah rey minta tadi, dengan telatennya rey mengurus rara yang terbaring lemas.


"Sayang kamu istrht dulu yaa, harus banyak minum air putih , aku suruh mang asep dulu buat beli bubur sama obat yaa biar kamu cepet sembuh, atau kita ke dokter aja yuk .. !!" Ajak rey pada rara


"Gak usah sayang aku cuman butuh istirahat aja kok, makasih yaa .." ucap rara tersenyum


"Sama22 sayang, nanti makan bubur dulu ya lalu setelah itu minum obat,biar cepet sembuh yaa .. !!" Kata rey, sikap nya begitu perhatian dan romantis nya pada rara.


Saat itu rara tertidur mungkin karena efek obat sehingga membuat nya mengantuk, rey pun masih setia menjaganya.


Tak lama kemudian terdengar panggilan telfon dari seseorang ternyata niko menelfon rara kala itu,


Rey pun mengabaikan panggilan dari niko ia tak mau suara bising itu membangunkan rara yang tertidur pulas.


"Ngapain sih si niko nelfon terus cewek gue ..??" Gumam rey dalam hati


Rey pun merasa kesal dengan sikap niko itu, hingga ia tak sengaja ke tiduran di samping rara kala itu, hingga tepat tengah malam rey mendengar suara teriakan wanita entah dari mana asalanya..


***tidakk jangan pergi, jangan .... !!!***


Suara itu terdengar sangat kencang..


Ia mencari asal suara itu dan ternyata itu berasal dari suara rara.

__ADS_1


"Sepertinya rara bermimpi .." ucap rey sambil mengelus rambut rara


Rara masih tertidur matanya masih tertutup rapat, namun tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan keringat padahal di kamar itu di lengkapi dengan AC.


Ia pun mencoba mengelap keringat itu penuh dengan perasaan, kemudiapn rey mencoba menaruh telapak tangannya di atas kening rara saat itu, takut rara masih demam ..


"Untunglah sudah mendingan, panasnya sudah turun .." ucap rey seraya bersyukur dengan keadaan rara


Keesokan harinya ..


Rara sudah merasa tubuhnya sudah kembali fit namun niko tidak memperbolehkannya untuk pergi bekerja dahulu ia takut jikalau rara kenapa-kenapa.


Seharian rara hanya berdiam diri di rumah, ia mencoba mencari kesibukan dengan menonton drakor favorite nya, namun ia merasa bosan ia meminta mang udin untuk menemaninya pergi ke rumah sakit tempat paman hadi di rawat..


Siang itu rara tak sengaja bersenggolan dengan seorang pria, pria itu menggunakan topi hitam dan badanya lumayan kekar ia keluar dari arah ruangan tempat paman hadi di rawat.


"Aww .. " lirih rara, rupanya ia merasa kesakitan


Pria itu tampak buru-buru berjalan pergi meninggalkan rara.


Saat itu rara tak memiliki kecurigaan sama sekali, ia fikir pria tersebut sedang buru-buru hingga tak meminta maaf padanya..


Rara pun tak lama kemudian sudah berda di ruangan paman hadi ia sudah berganti pakaian dengan pakaian yang sudah di sediakan oleh rumah sakit..


Perawat dan dokter masih berada di dalam ruangan itu mencoba membantu pak hadi dengan menggunakan alat-alat nya, hingga tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan.


"Dok, bagaimana keadaan paman saya ..??" Tanya rara khawatir


"Alhamdulillah bu, masa kritis nya sudah terlewati, kenapa alat bantu pernapasannya bisa terlepas seperti itu bu ..??" Tanya dokter itu pada rara


"Syukurlah , saya juga gak tahu dok, saat saya datang tiba-tiba alat itu sudah terlepas sendiri .." kata rara


"Atau jangan22 ada orang yang sengaja melepasnya, tapi siapa .. ??!" Gumam rara dalam hati


Seketika rara teringat dengan pria yang tadi menabrak nya.


"Apa jangan-jangan pria itu .. ??!" Rara pun seketika menelfon mang udin supirnya


Ia menyuruh mang udin untuk melihat-lihat cctv keamanan di rumah sakit itu, beruntungnya mang udin bisa membujuk para petugas di sanah ..


Hingga akhirnya mang udin menemui nona muda nya..


"Non, ini amang dapet dari petugas di sanah data cctv tadi .." ucap mang udin seraya memberikan flashdisk berwarna hitam

__ADS_1


"Loh mang udin dapet darimana flashdisk itu ??" Tanya rara yang penasaran


"Itu mah perihal gampang non, amang gitu loh apa pun bisa di lakukan, haha .." Jawab mang udin seolah-olah membanggakan dirinya sendiri


Sore pun tiba, rara berniat pulang ke rumah namun rupanya rara tak tega meninggalkan pak hadi berada di ruangannya seorang diri, hingga ia meminta petuga polisi untuk menjaga ruangan itu agar tak sembarang orang yang bisa masuk ke sanah.


Rara pun menceritakan kejadian tadi pagi, polisi pun sudah mencoba menindaklanjuti laporan rara.


"Saya akan mencoba mencari tahu siapa yang mencoba mencelakakan pak hadi, jika sudah keluar hasil penyelidikan, saya akan kabarin ibu rara secepatnya .. !!" Ucap salah satu petugas polisi itu


"Baiklah pak, semoga secepatnya saya mendapatkan kabar dari bapak, tolong usut secepatnya pak .. !!" Kata rara


"Siap bu, laksanakan ..!!" Jawab pak polisi


Sore pun tiba, rara beranjak pulang di dalam mobil ia tampak masih memikirkan kejadiaan tadi di rumah sakit.


"Siapa yaa ..?? Kok tega banget mau mencelakakan paman .. !!" Ucap rara dalam hati


Rupanya ia masih saja melamun, mang udin yang melihatnya merasa heran dengan sikap majikannya ..


"Non, non rara .." mang udin mencoba memanggilnya


Rara hanya diam, seperti tak mendengar ucapan mang udin kala itu ..


Ia pun mencoba memanggil rara kembali ..


"Non rara, non .. heyy non !!" Panggil mang udin lagi


"Ehh .. ehh .. iya mang kenapa??" Tanya rara yang terkejut


"Non kenapa dari tadi ngelamun terus ?? Jangan banyak fikirian non .. nanti non rara sakit lagi .. !!" Kata mang udin seperti menasihati rara


"Nggak mang, tadi saya cuman kefikiran sama orang yang pakai topi tadi,saya yakin orang itu yang mencoba mencelakakan paman hadi .." kata rara


"Non, serahin saja semuanya sama polisi toh tadi mang udin liat di cctv juga wajahnya sangat tertutup rapat, soalnya dia pakai masker .. !!" Ucap mang udin


Tiga puluh lima menit kemudian rara tiba di rumahnya, ia cepat-cepat membuka fleshdisk yang di berikan mang udin tadi, ia penasaran ingin melihat isi nya..


Ia pun meraih laptop yang tak jauh dari ranjang tempat tidurnya, hingga ia mencoba menyalakan tombol "ON" dan memasukan flashdisk hitam itu ..


Rara mencermati tiap detik, menit isi video itu namun sepertinya tak nampak sama sekali wajah pria itu di cctv, benar saja ucapan mang udin tadi, sepertinya pria itu sengaja menutupi wajahnya, hingga saat itu membuat rara kesal dan rara melempar flashdisk itu ..


"Sialan .. !!" Suara Rara yang terdengar marah

__ADS_1


sepertinya orang itu sangat profesional sampai-sampai gerak-geriknya tak mengundang orang curiga.


__ADS_2