
Hari sudah mulai sore , rara yang hendak akan pulang masih menunggu rey di dalam lobby perusahaannya ..
Ia tampak seorang diri, tiba-tiba muncul sosok niko yang menyapanya dari belakang ..
"Mau pulang ra...???" Tanya niko
"Iya pak ... " rara menjawab singkat
"Mau saya anterin..?? Kebetulan saya bawa mobil sendiri .. " kata niko menawarkan tumpangannya
"Gak usah pak terimakasih, saya lagi nunggu jemputan pak.." Jawab rara
"Emang nya kamu di jemput siapa ra?!" Masih tanya niko
"Kebetulan pacar saya mau jemput pak .." ucap rara
Niko yang mendengarnya merasa seolah-olah seperti ada beban berat yang menekan dadanya saat itu, ia merasa sangat kecewa mendengar rara akan di jemput kekasihnya ..
Namun perasaanya terhadap rara tak berkurang sedikit pun ..
Ia mencoba bersikap tenang walau pun nampak sekali bahwa niko sangat cemburu saat itu ...
"Oohh ... yaudah saya duluan yaa raa" kata niko yang langsung pergi keluar
"Iyaa pak, hati .......... rara yang belum selesai mengucapkan kalimatnya saat itu, melihat niko sudah pergi meninggalkannya
Tak lama kemudian rey pun datang menjemput kekasihnya saat itu, ia mencoba membukakan pintu mobilnya untuk rara, sesampainya dimobil rey memberikan rara sebuket bunga mawar yang indah, rara sangat terkesan saat itu ..
"Ada acara apa tumben kasih bunga.."??? Tanya rara
"Hehehe ... gak ada acara apa-apa kok sayang" jawab rey sambil mengelus rambut kekasihnya itu
"Hari ini kamu makan siang dimana??" Tanya rey
" oohh ... itu ..... di kantin yank bareng anak-anak" jawab rara terkejut mendengar pertanyaan rey barusan.
Rupanya rara berbohong, ia tak mau membuat rey kecewa
"Kamu mau ajak aku kemana sayang .. ?? Ini kan bukan arah pulang ke rumah ku..??" Masih tanya rara
Rey nampak nya akan membawa rara ke mall saat itu, ia berniat akan memperkenalkan rara dengan ibunya ..
Kebetulan saat ini kedua orangtuanya sedang ada si rumahnya ..
Maklum lah orang tua rey begitu sangat sibuk, sehingga jarang sekali bagi mereka untuk berada di rumah ..
"Kita ke mall dulu yaa, beli baju buat kamu aku mau bawa kamu bertemu orang tua ku yank .. " ucap rey
"Lohh .. kamu gak bilang sayang ?? Tau gitu aku kan tadi bawa baju ganti.." jawab rara
"Aku mau kasih kamu kejutan sayang, kita mampir aja ke mall ya sebentar .." pinta rey
Sesampainya di mall itu, rara tampak memilih baju yang pas dengan badan nya ..
Rara menggunakan baju dress bernuansa pastel saat itu, ia padu padankan dengan heels yang berwarna senada dengan pakaiannya ..
Rambutnya tampak terurai rapih ..
Rara tak kalah cantik seperti biasanya...!!!
"Kamu cantik banget sayang .." puji rey pada kekasihnyaa
"Gombal, udah sering banget ngomong kaya gitu..." ucap rara sambil pura-pura cemberut
" hahaha ... habis kamu beneran cantik sih .." jawab rey sambil mencubit pipi kekasihnya itu
Rey selalu memuji rara, ia nampak mengagumi kecantikan rara, ia tak pernah lupa sehari pun untuk memuji nya .. (maklum lah namanya juga masih pacaran kadang suka lebay dikit ..)
Hehehe
__ADS_1
Sehingga membuat rara terkadang menjadi bosan mendengarnya..
Tak lama kemudian mereka sampailah tepat di rumah mewah bercat putih, nampak sekali tanaman yang indah tepat di depan rumah itu ..
Rey mencoba memarkirkan mobilnya saat itu, rara masih terpesona dengan keindahan rumah rey, ia tampak menyukai suasana rumah itu .. !!!
"Rumah kamu sungguh indah sayang, banyak bunga-bunga cantik disanah . . " ucap rara sambil menunjukan bunga-bunga yang ia lihat
"Makasih sayang, itu hobby mami beliau sangat suka sekali menanam bunga.." jawab rey
"Cocok sekali sama kamu, sama-sama pecinta bunga!" Imbuh rey sambil tersenyum manis
"Masa sih?! Semoga aja orang tua kamu suka sama aku yaa sayang .." ucap rara
Rara tiba-tiba merasa gerogi saat itu, ia baru pertama kali akan bertemu dengan orang tua rey, ia takut jikalau nanti orang tua rey tak menyukai nya dan menentang hubungan mereka saat itu ..
"Kamu gak apa-apa sayang??" Tanya rey , ia melihat wajah rara tampak pucat
"Aku gerogi yank, aku bingung nanti jawab apa kalau mami sama papi kamu tanya-tanya soal aku..?" Kata rara ..
"Yaammpun .. aku kira kamu sakit, habis kamu pucet banget !!" Ucap rey tampak tertawa saat itu
"Hahaha..."
" udah santai aja, cukup jadilah rara yang aku kenal selama ini, rara yang selalu baik pada semua orang okey .." imbuh rey mencoba menenangkannya saat itu
Merekapun akhirnya masuk ke rumah mewah itu ,.
Dilihatnya bu Diani yang sangat cantik dan modis di usia nya, dan pak budi dengan wajah yang tampan tampak berwibawa sedang menunggu kehadiran mereka ..
"Pantas aja rey sangat tampan toh mirip sama orangtuanya" gumam rara
"Mih, pih kenalin ini rara, pacar rey ..." ucap rey kepada kedua orangtuanya, tak lupa memperkenalkan rara
Rara pun menyodorkan tangannya untuk bersalaman, rupanya pak Budi memberikan respon yang baik padanya ..
Sebaliknya dengan bu Diani, ia tampak seperti tak menyukai rara saat itu ..
"Selamat datang si rumah kami .. senangnya bertemu dengan nak rara .. " sapa pak budi
"Terimakasih pak,," jawab rara tampak malu-malu
"Loh ... kok panggil bapak sih, ?? Panggil papi aja, toh kamu nanti bakal jadi istri rey .." ujar pak budi ..
Bu diani yang mendengarnya mencoba menepis ucapan suaminya barusan ..
"Kan belum tentu jadi menantu kita pih .." ujar nya, dengan tatapan sinis pada rara
Maklum lah bu diani memang karakternya seperti itu, ia orang yang sangat perfeksionis, dan terkadang ucapannya tak pernah di jaga sehingga sering sekali menyakiti hati orang lain..
"Papi seneng kok kalau rara jadi menantu papi, semoga kalian berjodoh yaa .." imbuh pak budi
"Terimakasih pakk,, ehh... pihh ..." jawab rara tersipu malu
Rupanya pak budi tak mau membuat rara kecewa dengan perkataan istrinya itu, pak budi sangat baik saat itu pada rara ia sangat menyukai rara, menurutnya rara anak yang sopan, baik apalagi wajahnya yang sangat cantik menurutnya rara sangat cocok dengan rey anak semata wayang nya itu ..
Selama pertemuan itu rara tampak sangat canggung, ia terkadang menjadi salah tingkah maklum lah namanya juga ketemu sama calon mertua kadang suka grogi ..
Hehehe ....
Bu diani tampaknya belum bisa memberi restu pada hubungan mereka berdua, namun sebaliknya pak budi sudah memberikan lampu hijau pada hubungan mereka ..
Pak budi ingin sekali mereka cepat-cepat meresmikan hubungan keduanya ..
Ia sudah tak sabar ingin cepat-cepat menimang cucu.
"Jadi kapan nih papi punya cucu dari kalian ..??" Tanya papi
"Hehehe ... secepatnya pih .. tunggu tanggal mainnya !" Jawab rey
__ADS_1
Rara yang mendengarnyapun tampak terkejut, ia tak menyangka pak budi secepat itu menyuruh mereka untuk segera menikah ..
Disisi lain rara merasa belum siap jika harus menikah secepat itu, rara ingin bu diani benar-benar bisa merestui hubungannya dengan rey, sehingga ia bisa lebih lega dan ia tak mau rey menjadi anak yang durhaka ..
Setelah pertemuan itu selesai, rara pun pamit diri hendak pulang, rey pun mengantarnya pulang saat itu ....
Di jalan tampak sekali wajah murung Rara, tak bisa di pungkiri mungkin rara sedikit kecewa dengan sikap bu Diani kala itu ..
Rey yang melihat nya pun mencoba menghiburnya saat itu ..
"Sayang .... maafin mami yaa" ucap rey sambil menggenggam tangan rara, tangan kananya yang masih fokus menyetir mobil
Rara hanya terdiam saat itu, sepertinya rara sedang melamun sehingga tak mendengarkan ucapan kekasihnya barusan...
Rey pun memberhentikan mobilnya saat itu, ia seketika memegang wajah cantik rara dengan kedua tangannya ..
Ia mencoba menghadapkan wajah rara tepat dekaat sekali dengan wajahnya ..
"Jangan terlalu di fikiran omongan mami barusan yaa.. !! Aku sangat mencintaimu, aku tak peduli dengan sikap mami.. yang pasti aku akan membahagiakan mu .. aku janji !!" Lirih rey dengan suara khas lembutnya , ia pun kemudian mengecup bibir mungil rara saat itu
"Iya sayang, maafkan aku mungkin aku belum bisa memberi kesan yang baik pada mami.." Kata rara terlihat sedih
"Sudahlah jangan terlalu di fikirkan yaa, toh papi setuju dengan hubungan kita, buktinya papi sangat menyukai mu sayang ..." rey mencoba menenangkan perasaan rara, ia pun memeluk rara dengan penuh cinta tampak sekali rey benar-benar sangat mencintai rara
Rey mencoba mengambil sesuatu di saku celananya, rupanya ia hendak memberikan sesuatu pada rara ..
Ia merogoh saku nya itu, kemudian mengeluarkan kotak kecil berisi cincin pasangan ..
Ia menunjukannya pada rara saat itu, kemudian ia memasangkan cincin itu pada jari manis rara ..
"Ini bukti kalau aku sangat serius sama kamu yank ..." kata rey
Rara tampak sangat terkejut dan terharu, begitulah suasana hati rara saat itu ..
Tampaknya suasana hati rara begitu tak karuan, di sisi lain ia merasa sangat bahagia karena rey begitu mencintainnya..
Namun di sisi lain tampak rasa kecewa di dalam dirinya ..
"Terimakasih sayang ..." Ucap rara, sambil mencium pipi rey, dan ia pun memasangkan cincin pasangan itu ke jari manisnya..
Malam pun tiba, rey rupanya berniat untuk menginap kembali di rumah rara..
Ia tak mau membuat rara sedih, dan tak ingin meninggalkannya sendirian ..
"Sayang aku mau tidur disini lagi yaa .." ucap rey sambil merebahkan tubuhnya di atas kursi ruang tamu rara saat itu
"Nanti kalau papi sama mami tanya kamu tidur dimana gimana...??" Tanya rara
"Tinggal bilang aja aku tidur di apartemen ku.." kata rey
"Lagian aku kan udah dewasa, terserah aku dong tidur dimana pun" ucap rey dengan santainya
"Iya deh gimana kamu aja sayang, aku mau ke kamar dulu ya mau mandi nih udah gerah.." kata rara sambil pergi meninggalkan rey
"Eeeehhh ... eehhhh ... tunggu dulu.." kata rey
Rara pun menghentikan langkahnya saat itu,.
"Ada pa..?" Tanya rara mencoba melirik kekasihnya kembali
"Aku ikut dong ..." jawab rey yang selalu usil pada rara
"Apaa sih, wew !!" Kata rara,
"Kalau mau mandi di kamar mandi bawah aja yaa,,!!" Ucap rara
"Hahaha ..." rey hanya tertawa kala itu
Begitulah kehidupan asmara rara dan rey, nampak sekali kebahagiaan di raut wajah keduanya ..
__ADS_1
Tak pernah sedikit pun di hati rara untuk berpaling pada kekasihnya itu, begitupun sama halnya dengan rey, mereka sama-sama mencintai tanpa ada rasa untuk saling menyakiti.