
POV Siska
Hay aku Siska, nama lengkap ku Siska Dianwati, nama belakang ku di ambil dari nama ibuku yakni wati, usia ku 26 tahun, aku sudah bersahabat lama dengan Reyhan saat usia ku 5 tahun orangtua kami mencoba menjodohkan kami saat kecil.
Aku yang tak mengerti apa itu perjodohan kala itu hanya mengangguk-ngangguk saja tanda setuju.
beda halnya dengan reyhan dia cukup cerdas di usia nya yang masih muda ia faham dan menolak untuk di jodohkan dengan ku..
Padahal dulu usia reyhan masih 7 tahun, reyhan menganggap ku sebagai adik nya tak kurang dan tak lebih itu lah aku bagi reyhan.
Saat usia kami mulai dewasa dan mengerti apa itu cinta, aku mulai menyukai reyhan, benih-benih cintaku muncul tepatnya saat usia ku 17 tahun bahkan aku mulai belajar mencintainya.
Pernah sesekali aku mengutarakan isi hati ku padanya, namun jawaban reyhan masih sama saat reyhan menolak untuk di jodohkan dengan ku 10 tahun yang lalu, ia hanya mau aku menjadi adik baginya, karena reyhan menyayangi ku layaknya seorang adik.
Jujur saja hingga saat ini usia ku 26 tahun aku masih mengagumi sosok reyhan, bahkan aku belum bisa berhenti mencintainya.
walau aku sudah beberapa kali berganti pacar bagi ku tak ada pria yang aku cintai melebihi cintaku pada nya.
Siska yang sedang sibuk mengotak atik handphone nya saat itu, mencoba menelfon ibu nya, di raih nya handphone dari saku baju nya, lalu ia mencari nama dalam kontak hp nya ..
➡️➡️ "MAMAH SYG" ⬅️⬅️
Ternyata ia hendak menelfon ibunya.
Tak lama kemudian telfon pun tersambung ..
*tuuuuttuuuuttt ............*
"Mah tadi adek ketemu reyhan sama cewek di kafe " Ucap siska pada mamahnya di telfon sambil merasa kesal
"Yang bener sayang? Awas kamu salah lihat!?" Tanya seseorang di balik telfon itu rupanya seseorang yang di panggil Mamah oleh siska
"Ih bener mah, adek sebel banget padahal kurang apa coba adek ?!" Ucap siska dengan suara manjanya
"Yaudah sayang nanti kita coba bilang ke tante Diani yaa, nanti mamah coba bujuk dia, biar Reyhan mau sama kamu"
Rayu mamah nya pada siska, seolah memberi dukungan lebih pada putrinya
"Makasih ya mamah sayang.. tolong bilangin sama tante Diani, kalo adek gak ridho Reyhan sama cewek itu!" Kata Siska pada ibunya
"Iya .. iya nanti mamah bilangin, yaudah nanti mamah telfon balik yaa sayang mamah mau pergi dulu sama temen-temen arisan mamah" Jawab orangtua siska
"Yaudah yaa, mamah sayang bye, love you.." Ucap siska sembari menutup telfonnya
"Iya sayang love you too" jawab mamahnya
Rupanya siska sangat manja pada ibunya, maklum lah ia merupakan anak tunggal, kedua orang tua nya sangat menyayangi siska, bahkan ibu nya selalu berpihak padanya.
Apa pun yang ia lakukan ibu nya selalu memihaknya, bahkan pernah waktu itu siska tak sengaja menabrak pejalan kaki yang sedang melintas di depan mobil yang ia kendarai.
Padahal saat itu siskalah yang salah, bukannya meminta maaf malah menyalahkan pejalan kaki itu, sama hal nya dengan ibu nya ia pun malah ikut menyalahkan si pejalan kaki jelas-jelas anak nya yang salah tapi malah membelanya.
Terkadang sikap mereka membuat pak Anto Kesal dan malu, sebenarnya sikap siska itu tak jauh beda dengan ibunya, dimana-mana buah jatuh tak jauh dari pohonnya, seperti pepatah bilang siska dan ibunya memiiki watak dan kepribadian yang sama, sama-sama keras kepala, sombong, dan glamor.
Itulah siska !!
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara telfon berdering ...
*trrrrriiiiinnnggggggggg*
Ternyata suara hp Reyhan kala itu, reyhan yang sedang sibuk meeting bersama klien nya saat itu, melihat di layar Handphone nya bertuliskan
"MAMI"
cepat-cepat ia mengangkat telfon tersebut takutnya ada hal penting yang ingin mami bicarakan dengannya.
"Assalamualaikum mih" Sapa reyhan menjawab telfon dengan sopannya
"Waalaikumsalam syg" Jawab Mami
"Ada apa mih? Tumben jam kerja telfon Rey? Ada perlu apa?" Tanya reyhan pada maminya
"katanya kamu kemarin sama cewek dateng ke kafe tante wati?" Tanya mami balik pada reyhan
"Loh mami kok tau? Pasti siska yang ngadu sama mami ya?!" Ujar reyhan, yang sudah menyangka pasti itu ulah siska, nyatanya bukan sekarang saja mami tau toh selama ini siska selalu besar mulut dan selalu mengadu pada ibuku.
"Dasar si siska, males banget gue dtg ke kafe nya lagi" ucap reyhan dalam hati, ia merasa kesal kala itu ..
"Iya lah, mami kan punya mata-mata buat ngawasin kamu, awas jangan pacaran fokus lah sama usaha mu nak..!!" Pinta mami, seperti tak memberi restu pada hubunganku dengan rara
"Iya mih iya...." Jawab ku singkat,
"Mih udah dulu yaa, rey lagi meeting bareng kline nih nnti lanjut lagi yaa.."
"Assalamualaikum" Imbuh rey sambil mematikan smartphone miliknya..
Diani adalah Mami Reyhan, nama lengkap nya Felicia Dianira dia sorang Ibu rumah tangga dan pengusaha kosmetik yang sukses, terang saja reyhan memiliki darah pengusaha dari ibunya.
Sosok Diani sangat di kagumi oleh kedua anak nya terutama Reyhan, baginya Mami sosok ibu yang cerdas dan wanita tangguh.
Sesibuk-sibuknya mami, beliau sangat mengutamakan keluarganya, ia selalu sempatkan memasak setiap hari untuk keluarganya.
Mami merupakan wanita yang sabar, saat papi pernah ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya namun mami selalu memaafkannya.
Diani sangat menyukai Siska ia berangan-angan memiliki menantu sepertinya, dan ingin menjalin hubungan yang baik dengan sahabatnya Wati sehingga dia ingin berbesan dengan Wati dan Anto terang saja mereka sudah seperti keluarga sendiri baginya.
Baginya berbesan dengan orang yang ia kenal akan berpengaruh dengan silsilah keluargnya kelak.
Diani lebih mementingkan bibit bebet bobot dari keluarga calon menantu nya nanti, sehingga ia merasa Siska adalah menantu yang cocok untuk Reyhan.
Kala itu, setelah meeting selesai Reyhan langsung mengirim pesan pada pujaan hatinya...
*dreeet dreettt ..* ( handphone Rara bergetar)
Rupanya ada pesan yang masuk.
Rara yang sedang bekerja dan jari jemari nya yang masih sibuk mengetik, padahal saat itu ia sedang membuat laporan dadakan untuk perusahaannya seketika berhenti mendengar getaran hp tersebut.
*lagi apa sayang ? Maaf baru kasih kabar, aku baru beres meeting* (isi pesan di handphone rara)
Rara yang dari tadi sudah lelah dengan pekerjaanya, mendapat pesan masuk dari orang yang dicintai nya seolah-olah membuat rara menjadi bersemangat lagi.
__ADS_1
Batre yang hampir habis sepertinya sudah di charger kembali, itulah sikap rara saat ini, maklum lah namanya orang yang lagi kasmaran, rara kan bucin (budak cinta)
Hehe ..
*lagi buat laporan syg, kamu lagi apa?* jawab rara (langsung mengklik tombol send pada hp nya)
*Aku jemput yaa pulang kerja, boleh?* (tanya Reyhan dalam isi pesan nya)
*Aduh aku bawa mobil, Tyas sama Meyla mau nebeng bareng aku pulangnya, gimana dong? (Jawab Rara yang merasa gak enak menolak ajakan Rey)
*Yaudah gpp syg, aku tunggu di loby kantor kamu ya kita makan siang bareng* (ajak Rey pada rara)
*Baiklah syg aku tunggu* (Jawab rara)
Jam istirahat pun tiba, Reyhan sudah berada di loby kantor rara sesuai janji nya di sms tadi, Rara yang terlalu rajin bekerja terlihat buru-buru menghampiri kekasihnya yang dari tadi sudah menunggu nya cukup lama.
"Maaf yaa nunggu lama" Sapa rara pada Rey
"Gak apa-apa kok, mau makan dimana?!" Tanya Reyhan pada rara
"Di kantin kantor aja yuk ..!!" Ajaknya, karena rara tau kalau ia harus makan diluar, takutnya dia dtg telat keburu waktu istrht habis, maklum lah bukan rara namanya kalau tidak seperti itu.
"Yaudah kalau itu mau mu syg .." Jawab reyhan sambil memandang wajah cantik rara
Saat mereka hendak masuk ke kantin kantor yang jaraknya tak cukup jauh dari loby itu, sepertinya ada beberapa pasang mata yang mencoba melirik kami yang sedari tadi sedang berjalan santai sambil berpegangan tangan..
Nampaknya mereka mulai tertarik pada kami, entah mereka sadar karena reyhan yang bukan merupakan karyawan di kantor ku, atau ada hal lain fikir rara saat itu.
"Bukannya itu si Rara yaa ? Gila ganteng banget cowoknya" sekilas terdengar suara wanita yang sedang berbisik pada temannya
Rupanya mereka terkesima dengan ketampanan Reyhan.
"Gak salah Rara sama cowok? Bukannya dia anti banget sama cowok yaa?" suara seorang laki-laki berbisik namun masih cukup terdengar keras di telinga ku saat itu.
Ternyata mereka heran melihat ku bersama seorang pria, mungkin biasa nya aku selalu datang dengan sahabatku, rupanya saat itu aku menjadi buah bibir semua orang.
"Maaf yaa kencannya cuman di kantin" ujar ku pada Rey
"Gak apa-apa kok, aku seneng yang penting bisa ketemu kamu" jawab rey dengan nada lembutnya
Dan kami pun akhirnya makan siang bersama sambil mengobrol ringan dan sesekali kami tertawa bersama, hingga tak terasa waktu istirahat ku sudah hampir habis.
Reyhan pun pamit untuk balik ke kantornya karena masih ada jadwal meeting dengan klien, aku pun kembali ke meja kerja ku karena masih banyak dokumen yang harus aku kerjakan.
Di sini siapa ayo yang masih penasaran dengan cinta pertama Rara?
Terus kalian penasaran gak, mobil siapa yang rara tabrak waktu itu?!
Mau tau POV tentang Tyas juga?
Tunggu yaa !!
Yuk baca terus yaa sampai tamat, masih banyak kejutan di setiap episode nya ..
Bantu komen & like juga yaa sist biar author makin semangat lagi nulis ceritanya ☺
__ADS_1