
Rania mengerjapkan matanya ketika ia merasa ada yang menyelimutinya...
"kamu udah bangun sayang"satria tersenyum dan masih menutupi tubuh Rania dengan selimut.."
"ehmm iya,,maaf barusan aku ketiduran.."
"iya ga papa ko"
"jam berapa sekarang, trus yang lain mana" tanya Rania karena tidak melihat siapapun disana
"jam setengah enam sayang,,mereka smua udah pergi ke pantai buat lihat matahari terbenam.."
"ya udah kita susul mereka sekarang..aku juga pengen lihat" Rania langsung menggandeng tangan satria
mereka sudah sampai pantai..dan Rania melihat Rere dan Risa..tapi ketika akan memanggil satria langsung membekap mulut Rania
"biarin mereka sayang,,ayo kamu ikut aku ke suatu tempat."Rania pun mengangguk dan mengikuti satria..dan mereka sampai di suatu tempat yang aga tinggi dan pemandangan dari sini begitu mengagumkan..tak lama matahari pun terbenam.. warnanya begitu indah ditambah pacar yang sudah memeluk dari belakang..tidak ada kata2..kami sangat menikmati keindahan alam.lalu satria memutar tubuhku.. pelan2 bibir kami menyatu dan aku menutup mataku merasakan setiap sentuhan di bibir ku...dunia ini seperti sudah lengkap..aku sangat bahagia sekali..kami pun akhirnya berpelukan.
"aku sayang kamu Rania" kata itu seakan sangat indah dirasa..lalu Rania melonggarkan pelukannya
"aku juga sayang kamu" lalu mencium bibir satria sekilas..
__ADS_1
setelah malam kami smua pun akhirnya pulang..dijalan satria terus memegang tangan aku..dan tak mau melepaskan...mungkin sekarang satria sudah menjadi bucin nya Rania..tapi tak membuat satria malu..
"aku masuk rumah sekarang ya..lagian ini udah sangat malam..kamu pulang dulu sana" sambil membuka pintu mobil Rania melihat jam dan ternyata sudah jam 10 malam..sebenarnya Rania sedikit takut buat pulang ke rumah..tapi dia tidak menunjukan kepada satria...setelah satria pergi Rania membuka pintu rumah dengan sangat pelan..tidak mau siapapun bangun...tapi sayang baru dua langkah lampu rumah tiba2 menyala dan melihat ayah dan kak Sinta berdiri
"masih inget pulang kamu??"
"maaf" hanya kata itu yang terucap dari bibir ku..
"kenapa susah sekali di bilangin,,ayah bingung harus gimana lagi ke kamu"
"maksud ayah apa"
" ayah pikir kemarin kamu akan introspeksi diri dan ga akan ngulangin perbuatan yang akan membuat ayah marah..tapi sepertinya kamu lebih suka ayah marah terus ke kamu"
"maaf"
"kamu mau kan menganggap Sinta sebagai kakakmu,dia masih saudara kamu..dia udah ga punya siapa2..jadi ayah mohon kalian bisa akur"
"aku udah berusaha buat dekat sama Rania ayah..tapi Rania selalu menghindari ku.. kami tidak pernah berbicara bahkan buat ketemu saja Rania selalu menghindari ku.. aku sebenarnya sayang sama dia ayah tapi aku ga tahu bagaimana buat dekat dengan Rania"
memang benar Rania selalu menghindar bila ada kak Sinta..dia juga ga pernah mau berurusan dengan kak Sinta..ini karena dia merasa kak Sinta merebut kasih sayang ayah dan semakin menjauh ketika ibu ga ada..
__ADS_1
"kalau kamu memang ga suka sama aku,,aku bisa pergi dari sini..dan ga akan kembali" kak Sinta berucap sambil menangis
"ga perlu kaya gitu..kamu disini aja..nanti malah ayah yang akan menyalahkan aku..lagian yang di perhatikan ayah kan hanya kak Sinta..jadi tetaplah disini..tapi maaf aku ga bisa dekat..karena aku udah terbiasa seperti ini..tidak dianggap oleh ayahku sendiri dan hanya mementingkan perasaan kak Sinta" ucap Rania sambil menahan supaya air matanya tidak jatuh..Rania berusaha buat tegar dan kuat saat mengatakan itu
"cukup Rania,,jangan katakan lagi..baik ayah minta maaf karena selama ini ayah mungkin hanya memperhatikan kak Sinta dan lupa kalau kamu putri ayah merasa tidak dianggap..ayah benar2 minta maaf"
"maaf ayah semua udah terlambat..aku ga butuh maaf dari ayah..ayah selalu saja kak Sinta yang diperhatikan..emang dia keponakan ayah yang udah ga punya siapa2 lagi...tapi aku ini putri ayah..ibu juga udah ga ada..dan aku malah semakin jauh dari ayah.. apa ayah tahu bagaimana perasaan aku..aku sekarang ga mau maafin ayah.."
ayah dan kak Rania hanya bisa menangis mendengarkan aku bicara...ternyata selama ini anaknya sendiri merasa tidak diperhatikan dan lebih memperhatikan Sinta..memang selama ini ayah selalu memberikan kasih sayang yang lebih buat Sinta.itu karena ayah merasa dia harus membuat Sinta bahagia tanpa sedih lagi memikirkan orang tuanya..dan itu membuat dia sedikit lupa dengan anaknya sendiri..sampai2 dia lupa sekarang harusnya kuliah dan memberikan uang buat dia beli sesuatu..ayahnya melihat keadaan Rania dari ujung rambut sampai ujung kaki..begitu sederhana bahkan dia hanya memakai celana jeans kaos oblong dan sandal ceper,,beda dengan Sinta yang pakaian yang modern dan sandal berhak..
ayahnya juga berpikir setiap Minggu selalu memberi uang jajan buat Sinta sedangkan anaknya sendiri tidak sekalipun meminta uang..jadi selama ini Rania punya uang darimana??? tadi nya ayahnya dulu hanya memberi pelajaran tidak memberi uang jajan karena menurutnya Rania bersalah..dan sejak itu Rania tidak sedikitpun minta lagi..
"kenapa ayah diam..apa ayah sekarang sudah mulai menyesali perbuatan ayah ke aku," air mata Rania sudah tidak bisa dibendung lagi .Rania mengusap dengan cepat air matanya
"inget ayah,,aku akan berhasil tanpa bantuan dari ayah..dan akan aku buktikan ke ayah" cepat2 Rania masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya..
"baru saja aku bahagia..kenapa sekarang sedih lagi...'AKU BENCI AYAH'.."aku berteriak di dalam kamar tanpa harus tahu ayahnya dengar atau tidak..
sementara di ruang tamu ayah menyesali keadan yang selama ini membuat anaknya sendiri benci padanya..kenapa baru sekarang dia sadar..dan merasa sudah gagal buat jadi ayah yang akan selalu menyayangi kedua putrinya..ayah pun langsung masuk kamar dan di dalam kamar mengambil foto ayah bersama istri dan Rania waktu kecil..ayah menangis dan meminta maaf pada istinya..
dan kak Sinta bingung sekarang harus gimana..secara tidak langsung dia yang menyebabkan semua ini..ayah dan Rania tidak akur..kak Sinta merasa bersalah..tapi dia belum tahu bagaimana caranya..kak Sinta juga masuk ke dalam kamar..
__ADS_1
semua penghuni rumah malam ini tidak ada yang tidur..semua dengan pemikiran mereka masing2... Rania yang merasa sangat hancur karena perlakuan ayahnya...di sisi lain sanh ayah menangisi karena merasa sudah gagal jadi ayah buat Rania..dan kak Sinta yang merasa bersalah..
bersambung dulu ok....makasih