Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
tiga puluh tujuh


__ADS_3

pagi pagi sekali Rania yang sudah selesai dengan pekerjaan rumah.. buru buru mengambil tas yang masih di dalam kamar.. dengan pelan pelan ia keluar dari rumah.. tapi ketika baru menutup pintu. ayahnya memanggilnya


"kamu mau kemana Rania??" tanya ayah ketika baru membuka pintunya dan melihat Rania yang baru saja berbalik hendak pergi


" kemanapun aku pergi, bukan urusanmu" Rania berbalik dan melangkahkan kakinya lagi dengan membawa tas besar.


di dalam hati Rania berharap ayahnya tidak bertanya tentang ras yang dibawa nya.. tapi harapan tinggal harapan. ayahnya malah memegang tangan Rania


"kamu mau kemana ,trus kenapa bawa tas besar seperti itu. emang apa isinya. lagian aku tetap ayahmu. kamu seharusnya jawab yang benar pertanyaan ayah" Sinta bingung harus Jawab apa ke ayahnya.. ga mungkin juga Rania jujur. lagian Rania ga pengen orang rumah tahu.


"maaf,tapi sejak kapan kamu punya anak seperi aku.. perasaan anak kamu cuma si Sinta. sementara aku disini kan cuma pembantu,oh bukan mungkin aku memang ga pernah ada di rumah ini.. lagian selama ini aku selalu sendiri. dan tidak pernah mengenal siapa ayah lagi.. tapi aku masih punya mamah. ibu yang sangat mencintai aku.tapi dia juga udah pergi ninggalin aku" berkata sambil mengenang kasih sayang mamahnya


"Rania, tolong jangan seperti ini kepada ayah. ayah sayang sama kamu nak"mengusap rambut Rania dan berusaha lebih dekat karena ia sadar selama ini ia telah salah


"lepasin.. jangan sentuh aku lagi. aku bukan anakmu. Sana pergi saja ke Sinta. anak kamu kan cuma dia" Rania mulai marah


"dengarkan ayah sayang...."


"udah cukup.. jangan dekati aku lagi. aku tidak suka kamu mendekati ku. jadi seperti biasa saja. tidak kenal denganku, atau kalau kamu mau pukul saja terus aku.aku lebih baik seperti itu.. jangan pernah pedulikan aku. aku ga suka" Rania lalu pergi meninggalkan ayahnya sendirian


"maafin ayah nak, apapun akan aku lakuin agar kamu mau maafin ayah nak" ayah berkata tapi Rania tetap tidak mau mendengarkan.


saat Rania sudah berada di depan gang Rania menelpon Risa dan bilang akan menitipkan tasnya dirumahnya sebelum ia berangkat ke Australia..


saat sudah selesai ada mobil yang mendekati dan berhenti didepan nya.. Rania tahu mobil itu milik satria. tapi Rania tidak peduli. satria keluar dan duduk disebelah Rania

__ADS_1


"kamu masih marah padaku Rania"pertanyaan itu langsung keluar dari mulut satria. tapi tidak ada jawaban


"Rania,aku mohon tolong maafin aku. aku tahu aku salah. tapi benar aku cinta sama kamu. please jangan putusin aku yah."tetap tidak ada jawaban


lalu ada bus yang lewat Rania berdiri dan akan menghentikan bus itu.tapi buru buru satria memegang tangan Rania sehingga Rania tidak bisa naik ke bus itu.


"kamu apa apaan sih satria" akhirnya Rania buka suara juga.


" tolong jangan campakkan aku seperti ini Rania. aku mohon. aku ga kuat kamu diamkan aku seperti ini"


"kamu akan ke kampus kan. ayo kita berangkat bersama. lalu membawa Rania masuk ke dalam mobilnya"satria penasaran kenapa Rania membawa tas besar. tapi itu tidak penting sekarang. yang penting sekarang Rania mau memaafkannya dulu


sementara Rania yang yang tidak tega melihat satria akhirnya mau masuk mobilnya dan membiarkan tas itu ditaruh di belakang


"aku mau kerumah Risa sekarang" kata itu yang keluar dari mulut Rania saat mobil sudah jalan.


akhirnya mereka sampai di depan rumah Risa. dan Rania pun akan keluar dari mobilnya. satria pun ingin ikut keluar juga menemani nya.


"kamu disini aja, aku cuma sebentar kok. tolong bukain pintu belakang aku mau ambil tas aku"


lalu diberi anggukan oleh satria


Rania pun keluar dan mengambil tas.lalu masuk menemui Risa yang sudah menunggu nya.. sementara satria menunggu di dalam mobil sambil terus memandangi wajah Rania yang begitu cantik di matanya.


"aku langsung aja ya Risa, kita bertemu di kampus lagi yah" Rania langsung pulang setelah memberikan tas itu pada Risa

__ADS_1


"kenapa ga bareng aja kita berangkatnya. aku ambil tas dulu di atas"


"tapi aku harus pergi dulu ke suatu tempat buat membeli sesuatu buat kubawa besok. maaf ya. kita bertemu lagi aja nanti di kampus. ok" Rania tersenyum dan pergi keluar dari rumah Risa


melihat Rania yang sudah selesai. satria langsung membukakan pintu mobil untuk Rania.. dan Rania pun masuk kedalam mobil..


" makasih satria" Rania berusaha tersenyum. Rania sebenarnya masih kecewa terhadap satria.


"sekarang kamu mau kemana lagi" tanya satria


" aku pengen bertemu dengan ibuku.. karena, karena.." Rania tidak jadi bicara


"karena apa Rania,cerita sama aku?" Rania cuma menggelengkan kepalanya.


"aku akan ceritakan nanti saja. sekarang aku mau ke pemakaman saja dulu. aku tidak mau kamu ikut denganku nanti di makam mamahku. aku mau sendirian" lalu diangguki oleh satria. dalam perjalanan pun Rania hanya diam tak menjawab pertanyaan dari satria.. tapi satria juga paham kalau Rania masih sedikit marah padanya


setelah Rania dan satria sampai di pemakaman Rania langsung keluar dan masuk ke dalam pemakaman sendirian..


setelah Rania sudah berada di makan mamahnya. ia pun mendoakan lalu curhat tentang apa yang akan ia lakukan selanjutnya.. Rania minta maaf kalau harus mengambil keputusan ini. dan semoga mamahnya mau mendukungnya..


"mah, semoga yang aku lakuin ini bakalan baik buat aku ya mah.. tolong dukung keputusan aku. aku sudah punya jalan buat keluar dari mereka. sebenarnya aku pengennya menyusul mamah aja. tapi aku tahu bunuh diri juga dosa. aku takutnya kita tidak akan bertemu disana.. makanya mungkin dengan jalan ini. aku bisa menemukan kebahagiaan aku. dan tidak akan mengingat mereka lagi" sambil menangis Rania mencurahkan smuanya..


setelah selesai menemui mamahnya. Rania pun kembali ke mobil satria.. satria masih setia menunggu nya.. karena merasa kasihan. Rania pun mengajak satria untuk jalan jalan ke pantai. tetapi sebelum ke pantai Rania akan ke kampus terlebih dahulu untuk mengurus berkas yang dibutuhkan besok..


sementara satria yang belum tahu keberangkatan Rania. bahagia karena Rania sendiri yang minta jalan jalan dengan nya. dalam perjalanan menuju pantai satria menghentikan mobilnya di sebuah restoran. karena satria ingin mengajak makan terlebih dahulu sebelum sampai di pantai.. dan Rania menurut ketika diajak masuk untuk makan terlebih dahulu. karena Rania sebenarnya juga lapar dan dari pagi dia belum makan apapun..

__ADS_1


bersambung..........


__ADS_2