Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
dua puluh satu


__ADS_3

saat matahari pagi mulai bersinar..perlahan lahan mata Rania mulai mengerjap...Rania merasa semua badannya terasa sakit.. Rania juga merasa terasa berat di perutnya..lalu dia berusaha menyingkirkan beban yang ada di perutnya tapi sangat susah..lalu Rania berusaha membalikan badannya..betapa terkejutnya Rania melihat ternyata satria ada di sampingnya..bahkan tidur di tempat tidur yang sama..Rania membulatkan matanya. tidak percaya satria tidur disebelahnya..


Rania pikir kemarin dia ga akan selamat..Rania juga ingat tadi ia bermimpi bertemu dengan ibunya.. ibu terlihat sangat cantik dan bersinar..ibunya bilang kalau saat ini mereka belum bisa bersama..Rania sedih kenapa mereka belum bisa bersama.. lalu secara perlahan ibu pergi dan Rania langsung terbangun...Rania bahagia sekali karena bisa bertemu lagi dengan ibu walaupun cuma di mimpi saja...


"sayang kamu sudah siuman,,gimana keadaan kamu sekarang" kata satria yang baru bangun langsung menatapku dengan seksama


"aku udah baikan ko"


"yang bener.. tunggu sebentar aku akan panggilkan dokter" satria langsung turun dari ranjang dan akan keluar


"tunggu dulu" Rania memegang tangan satria


"ada apa sayang"


"makasih ya udah mau bantu aku bebas dari sana.. waktu disana aku mendengar suara kamu tapi mataku susah sekali buat dibuka"


"iya sayang...udah Sekarang jangan pikirkan itu lagi ya..yang terpenting sekarang kamu udah aman.."lalu satria mencium kening Rania..dipeluk erat ..satria bersyukur Rania sekarang sudah lebih baik..


"udah sekarang kamu tiduran dulu..aku akan panggilkan dokter"Rania pun menuruti perkataan satria


tak berapa lama satria kembali bersama dokter...lalu dokter pun memeriksa Rania dengan teliti.. sementara satria begitu gelisah takut ada apa2 dengan tubuh Rania..


"gimana dokter,,keadaan Rania sekarang" tanya satria ketika dokter selesai memeriksanya


"keadaan mba Rania udah lebih baik,,dia juga ga ada luka dalam"


"makasih dokter"satria senang Rania tidak ada luka yang serius..lalu dokter pun meninggalkan mereka berdua


"sayang,,apa kamu tahu aku begitu khawatir sama kamu..aku takut kehilangan kamu... aku benar2 cinta sama kamu.."satria terus mencium tangan Rania


"iya,,aku juga cinta sama kamu"


"sayang apa kamu lapar,,kamu pengen makan apa,biar aku belikan buat kamu"


1

__ADS_1


"aku lapar,,trus makan apa aja terserah..aku pasti memakannya"lalu satria memesan makanan lewat hpnya


makanan pun akhirnya datang setelah beberapa waktu..saat Rania mau ambil makanannya yang ada di meja.. cepat2 satria mengambilnya dan hendak menyuapi Rania


"buka mulut mu yank"


"aku bisa makan sendiri"


"tidak ada kata penolakan"Rania pun akhirnya menerima suapan dari satria..


"aku sudah kenyang" lalu satria menaruh kembali sisa makanannya ke meja..


"kamu mau kemana sayang" melihat Rania akan turun dari ranjang


"aku cuma mau ke kamar mandi,,emang ada apa" tanya balik Rania


"sini aku akan antar kamu" satria mulai memapah Rania,,tapi baru beberapa langkah Rania sudah lemas..tanpa pikir panjang satria membopong dan membawanya masuk ke kamar mandi..


"aku akan meninggalkanmu dulu,,tapi kalau kamu sudah selesai bilang aku ya,,,aku menunggu di depan pintu" Rania hanya menganggukan kepalanya..lalu satria keluar dan menutup pintunya..


"kenapa memandangi aku seperti itu sayang" aku sedikit risih dipandang oleh satria...apa karena wajahku yang terlihat jelek sekarang..akupun munundukan kepalaku karena malu


"kenapa menunduk,,aku lagi melihat pacarku ini.."


"apaan se ga jelas banget,udah tahu muka ku jelek banget..pake acara ngegombal"


"siapa yang Gombal..lagian mau gimanapun kamu sekarang..aku tetap cinta sama kamu sayang" muka Rania sedikit memerah karena malu..


lalu satria memegang dagu Rania..perlahan lahan bibir mereka menyatu.. mereka sangat menikmati ciumannya dan semakin lama semakin nafsu buat melakukan lebih..satria bermain di bibir Rania yang begitu manis... bermula dari kecupan biasa berubah jadi sangat panas.. bibir satria perlahan turun ke leher Rania dan berhenti di belakang telinga Rania..lalu satria menggigit dan membuat tanda di belakang telinga..tidak hanya ada satu tanda tapi ada juga di depan lehernya dan bawah leher,,tanda itu terlihat sangat jelas,,satria bangga melihat hasil karyanya untuk sesaat..satria terus membuat Rania semakin tak berdaya..hingga tak terasa terdengar desahan lirih dari mulut Rania.. desahan Rania membuat satria jadi lebih bergairah..dibukanya kancing baju Rania..satria menenggelamkan wajahnya di antara kedua gunung Rania..


pada saat mereka sedang bercumbu di depan pintu kamar mandi..tiba2 terdengar ketukan dari depan,sehingga mereka menghentikan kegiatan mereka..lalu memasang kembali kancing baju Rania..


"masuk" satria telah selesai membenarkan baju Rania dan membopong Rania untuk kembali ke ranjangnya


dilihatnya sister itu masuk dan memberikan obat yang harus diminum oleh Rania

__ADS_1


"ini mba obat dari dokter..diminum sehabis makan" suster itu melihat ada banyak tanda yang sangat merah di leher Rania..suster itu berpikir kemarin dia tidak melihat tanda merah itu.. lalu tanpa diketahui rania,,suster itu memajukan bantalnya sambil melihat secara teliti,, setelah diteliti ternyata itu tanda kecupan dan baru di buat..suster itu senyum2 sendiri..


"permisi mba,,saya permisi dulu ya,, silahkan dilanjutkan"Rania merasa malu..apa suster itu tahu tanda2 di leher ini


"kenapa melamun,,apa ada yang sakit sayang" Rania hanya menggeleng..


"ya sudah sekarang minum obat kamu" satria memberikan obat yang harus diminum..


"Rania,,aku mau tanya sama kamu"


"apa"


"aku belum bilang keadaan kamu pada keluargamu..apa kamu mau aku bilang ke ayah kamu kalau kamu masuk rumah sakit"satria mulai berbicara


"ga usah sayang,,aku ga mau mereka sampai tahu keadaan aku.. lagian buat apa mereka tahu"


"trus kalau mereka khawatir bagaimana"


"kamu SMS aja,,bilang kalau aku lagi ke puncak buat camping..bilang kalau kamu teman aku Rere dan Risa..ayah pasti tidak akan khawatir lagi"


"ya baiklah kalau itu mau kamu.." satria mengetik apa yang dikatakan Rania dan mengirimnya setelah rania memberikan nomor hp ayahnya


setelah selesai mengirim SMS.. satria menaruh hpnya di meja..lalu satria menatap Rania.


"apa kamu ga mau pulang dulu sayang..aku ga papa disini sendiri"


"kamu mengusirku"


",bukan begitu..lihat baju kamu,,banyak noda darah dari aku..setidaknya buat ganti baju dan istirahat sebentar dirumah..aku beneran ga papa ditinggal sendiri"


"tapi aku yang ga mau ninggalin kamu sayang"


"tapi kamu juga terlihat sangat cape..kamu butuh istirahat juga"


"baiklah aku akan pulang tapi aku tunggu teman2 kamu dulu.baru aku pulang" Rania pun akhirnya mengalah dan membiarkan satria sampai Rere dan Risa datang.

__ADS_1


TBC dulu ya,, makasih


__ADS_2