
hari ini Rania sangat malas ke kampus..dan semalam Rania mencurahkan smua kekesalan yang selama ini ia pendam sendiri.. hatinya masih terasa sangat sakit bahkan Rania sekarang sudah tidak punya tenaga buat bangun..semua terasa menyakitkan... lalu ia pun mengambil hp dan menelpon sahabatnya
kriing...kring..kring...dan terdengar suara
"halo,,Rania ada apa ko tumben pagi2 sekali kamu udah telpon aku"jawab Risa
"gini Risa,,buat beberapa hari aku minta ijin ga ke kampus ya..aku sepertinya sakit deh.."
"oh,,ok nanti aku bilang ke dosennya.. kamu cepet sembuh ya Rania.."
dan telpon pun terputus..Rania langsung menelpon mas Sandy
kring... kring
"halo,,ada apa Rania ada yang bisa aku bantu"
"mas Sandy aku minta ijin ga masuk kerja buat beberapa hari ya..aku sedikit ga enak badan..jadi aku mau istirahat dulu..boleh kan mas Sandy"
"iya boleh Rania..apa kamu udah periksa ke dokter..suara kamu serak banget Lo kedengarannya"
"belum mas,,tapi ga papa ko mas..aku cuma butuh istirahat aja..nanti juga sembuh"
"ya udah kamu istirahat aja ya.."
"iya mas makasih"
setelah panggilan telpon terputus Rania langsung tidur lagi..hingga menjelang sore rania baru bangun...Rania sangat haus dan lapar tapi kepalanya sangat sakit..dengan terpaksa dia bangun dan minum air yang ada di meja dekat tempat tidurnya..Rania memejamkan matanya sebentar dan akhirnya berdiri dan langsung mandi..
Rania sekarang sudah ada di warung makan dekat tempat tinggalnya.makan beberapa suap dan menghentikan makannya
"udah mba,,brapa smuanya" tanya Rania ke penjualnya
"ko udahan se mba Rania..masih banyak itu makanannya..apa makanan saya lagi ga enak ya..biasanya juga habis"tanya se mba penjualnya
"ga ko mba,,cuma mulut aku aja yang lagi sedikit pahit jadi aku sedikit aja makan nya.."
"mba sakit ya,,mukanya pucat banget Lo"
"iya sedikit..ne mba uangnya lebihnya buat mba nya aja"
"makasih ya mba,,mba selalu aja beri uangnya lebih..semoga cepet sembuh ya mba"
__ADS_1
"iya makasih,,aku pulang dulu ya"
Rania pun akhirnya balik lagi ke rumah..setelah sampai rumah Rania langsung tidur lagi..waktu tengah malam Rania terbangun dan merasakan sakit yang luar biasa..keringat dingin keluar semua..tapi dia pasrah..karena dia juga udah bosan dengan hidupnya..dia pengen bertemu dengan ibunya..sampai hampir pagi Rania baru bisa tidur
sementara di kampus satria mencari keberadaan Rania dari kemarin tapi tidak ketemu di telpon juga ga aktif..karena sedang konsentrasi menghubungi Rania,,satria menabrak seseorang..tapi dia tetap berlalu pergi meninggalkan orang yang di tabrak nya... dan yang ditabrak terus saja melihat satria dengan penuh kagum
"Rere Risa,,kalia tahu dimana Rania sekarang.dari kemarin aku hubungi tapi ga aktif.."satria begitu khawatir ga ada kabar dari Rania
"emang Rania ga telpon ke kamu.." tanya Risa
dan satria hanya menggelengkan kepalanya
"kemarin Rania telpon dan bilang dia ijin ga masuk kuliah"
"kenapa,apa terjadi sesuatu pada Rania??"
"dia bilang sedikit sakit dan pengen istirahat dulu..aku kira dia hubungin kamu.."
"ya udah makasih,aku pergi dulu"satria pun langsung pergi
ketika satria baru sampai perempatan dia melihat Rania sedang berjalan sendiri..keadaanya terlihat sangat kusut dan pucat..lalu satria mengikuti kemanapun Rania pergi
sekarang rania sudah sampai di tempat pemakaman ibunya..Rania membersihkan makamnya dan setelah itu Rania duduk dan menangis..tak lama kemudian suara gemuruh petir terdengar jelas dan cuaca sangat mendung..tapi Rania tidak beranjak dari duduknya..
rania yang sedang menunduk merasa heran hujan sudah turun tapi ko ga basah tubuhnya.. lalu dia melihat ke atas dan sangat terkejut..
"satria........ko kamu bisa ada di sini se.."
"aku tadi ngikutin kamu..ini makam ibu kamu"sambil melihat ke makam
"iya,,aku lagi kangen sama ibu jadi aku datang kesini"
"hujannya mulai deras kita balik sekarang ya" setelah satria berdoa buat ibunya Rania.. satria langsung menggandeng tangan Rania.. tangan Rania terasa dingin seperti es..dan baru beberapa langkah Rania sudah ga sadarkan diri..lalu cepat2 satria membopong Rania dan membawanya ke rumah sakit terdekat..
"tolong,,tolong dokter pacar saya pingsan." teriak satria sambil meminta tolong..dan langsung Rania dibawa ke UGD..
satria menunggu dokter sambil harap2 cemas..tak lama kemudian dokter itu pun keluar
"keluarga dari pasien nona Rania"
"ya saya dokter,,gimana keadaanya"
__ADS_1
"begini mas,,saudara Rania panasnya cukup tinggi,,trus sepertinya dia juga kurang asupan.. jadi untuk sementara saudara Rania harus kami rawat.."
""iya,,tapi ga papa kan Rania nya.."
"lambungnya ga terlalu parah cuma dijaga aja makanannya dan ga boleh kosong perutnya.. lalu tentang panasnya karena tadi dia kehujanan dan karena lambungnya juga..tapi tadi sudah diberi obat jadi ga perlu dipikirkan nanti juga akan turun panasnya."
"makasih dokter"
setelah dokter itu pergi satria langsung menemui Rania yang sudah dirawat di dalam ruangan..
dilihatnya Rania yang begitu pucat..lalu mengusap rambutnya..perlahan lahan Rania pun bangun
"makasih satria,, tolong jangan bilang aku disini kepada ayah dan kak Sinta"satria pun mengangguk..dipegang tangan Rania lalu mencium nya..
tak berapa lama suster pun masuk membawa makanan dan juga obat buat Rania
"permisi,,saya bawakan makanan,,setelah makan jangan lupa Buat diminum obatnya ya mba"suster itu menjelaskan..lalu suster itu keluar lagi
"biar aku yang suapi kamu makan"satria langsung mengambil bubur dan berusaha menyuapi Rania
"tapi aku bisa makan sendiri"
"kamu ga usah malu,aku kan pacar kamu,,jadi sekarang kamu harus mau aku suapin" Rania pun mengangguk dan membuka mulutnya
"pahit,,udah ya aku makan nya" Rania berusaha menolak suapan dari satria..
"ya udah baik,, sekarang minum obatnya dulu dong"Rania pun menuruti kata2 satria buat minum obat..dan setelah itu Rania kembali tiduran..tangan mereka selalu berpegangan..
"satria,,ko tadi kamu bisa ada di sana se.."
" kan aku udah bilang aku lihat kamu waktu diperempatan..jadi aku ikutin kamu aja"
"oohhh"
"trus kenapa dua hari ini kamu ga ada kabar,, aku telpon juga ga diangkat..untung aku tanya tadi sama temen2 kamu..mereka bilang kamu sakit jadi aku susul aja kerumah kamu tapi malah lihat kamu sewaktu diperempatan."
"maaf"
"ya udah ga papa,,tapi kamu jangan lakuin itu lagi ya,,aku kan sangat khawatir sama kamu.. sekarang kamu tidur aja ya"satria pun mencium kening Rania
lalu Rania pun menutup matanya dan satria dengan setia menunggu di samping Rania...satria lalu mengambil ponselnya dan bermain game sambil nungguin Rania
__ADS_1
bersambung dulu ya... makasih