
Rania pun melangkah ke ruangan Bu Tika dengan sedikit deg degan..maklum ga biasanya Bu Tika memanggilnya...ketika sudah sampai di depan ruangan Bu Tika..
tok tok tok
"ya silakan masuk" suara dari dalam
aku membuka pintu dan masuk ke dalam.ku lihat Bu Tika sedang melihat ke laptopnya..
"maaf bu,pa tadi ibu memanggil saya"
"oh iya Rania..kemari dan silakan duduk dulu" Bu Tika mempersilahkan aku duduk di kursi depan meja Bu Tika
"begini Rania..Bu Tika punya kabar buat kamu..kamu kan kemarin mendaftar beasiswa ke luar negri..dan setelah ibu lihat nilai kamu di atas rata2..jadi ibu ingin mendaftarkan kamu buat ikut perlombaan di tingkat provinsi..apa kamu setuju???"
"maaf Bu,,tapi emang ga bisa yang lainya aja"
"begini Rania,,kalau kamu bisa ikut.. itu akan mempermudah beasiswa kamu..apalagi kalau kamu bisa menang..maka kamu akan langsung mendapatkan tanpa harus menunggu lama,,itu udah pasti Rania.."
mendengar Bu Tika bilang seperti itu membuat Rania bersemangat
"emang kapan perlombaan ya Bu"
"kira kira satu bulan lagi.. dan apabila kamu bisa jadi juara maka kamu akan langsung berangkat ke luar negeri. untuk kuliah disana.. dan smua sudah ditanggung oleh kampus"
Rania pun langsung menganggukan kepala pertanda kalo Rania menerima dan bersedia ikut perlombaan itu..
"makasih rania.dan semoga kamu bisa jadi juara.."
"iya..kalau begitu saya permisi keluarlagi ya Bu..apa masih ada hal lain yang mau dibicarakan"
"ga ada Rania..ya udah makasih ya kamu mau terima tawaran perlombaan ini"
"iya sama sama ibu.." Rania pun melangkah keluar
__ADS_1
saat sedang menuju ke parkiran mobil satria berhenti di samping Rania..sehingga Rania yang baru mau keluar kampus dan menuju tempat kerja sedikit terkejut..
ciiiit.. suara mobil berhenti dan kaca mobil mobil terbuka..
"Rania mau kemana"tanya satria
"kerja"jawabku sambil meneruskan langkahku
"aku antar ya"
"ga makasih sebelumnya"
'kenapa ga mau,,aku kan cuma pengen lebih dekat sama kamu Rania"
"tapi aku takut semua fans kamu musuhin aku.."sambil terus melangkah.dan tanpa tahu satria sudah di samping aku dan memegang tangan aku dan menggiringnya masuk ke dalam mobil
"apa apaan se ne kenapa kamu paksa aku masuk mobil kamu" tanyaku sambil sedikit marah
"ya maaf..tapi bener aku ga mau samua fans kamu musuhin aku..aku cuma pengen kuliah dan kerja dengan nyaman tanpa ada halangan apapun itu..jadi aku mohon turunin aku disini aja ya" Rania memohon pada satria sambil menangkupkan tanganya
"aku ga mau..dan aku janji ga ada yang bakal musuhin kamu..percaya sama aku" dengan terpaksa Rania akhirnya diam..
sepanjang jalan Rania hanya melihat ke luar jendela.. menikmati jalan yang sedikit ramai.. dan tangan satria memegang pergelangan tangan Rania
"Rania.. aku mohon aku pengen lebih dekat dengan kamu..sudah sangat lama aku merhatiin kamu.. kamu mau kan" hahh apaan se satria baru aja kemarin dia bicara sama aku sekarang minta jadian ...emang ga terlalu cepat apa nyatain itu sekarang
"maaf..tapi kita ga terlalu dekat selama ini.."
"baiklah tapi apa boleh sekarang kita berteman dulu"
"tapi..aku takut. jangankan berteman. buat menyapa kamu aja aku butuh keberanian buat di cibir fans kamu"
"ya udah gini aja...di depan orang kita seperti biasa tapi kalo lagi ga ada orang boleh kan kita lebih dekat"ga percaya ini nyata atau mimpi se..seorang satria bilang kaya gitu
__ADS_1
tanpa diperintah aku menganggukan kepala
"tapi sebatas teman aja "ancam ku
"iya ga papa ,,tapi mudahan nanti kamu mau terima aku"aku pun hanya tersenyum mendengarnya..
"oh iya karena sekarang kita udah berteman,,aku pengen tahu bibir kamu kenapa ko bisa terluka kaya gitu..trus mata kamu juga sedikit bengkak kaya yang habis menangis" tanya satria denga terus menyetir mobil nya
"ohh ini,,ini cuma luka kecil ko.. kemarin malam aku jatuh kepentok pintu dan mata aku sakit semalam sakit banget jadi aku nangis gitu deh" aku berusaha menutupi kejadian sebenarnya..
"ohh lain kali ati ati ya.." tangan satria sambil mengelus rambut aku.. aku yang dikaya gituin Sam satria langsung malu dan pipiku bersemu merah
tanpa terasa kami sudah sampai si tempat kerjaan...aku pun langsung turun dari mobil dan membukukan tubuhku
"makasih ya tumpangannya"
"iya,,ga masalah..trus sesama teman jangan berterima kasih" ucap satria
Rania pun akhirnya masuk ke dalam..sementara si dalam mobil satria tersenyum devil..sebentar lagi kamu akan jadi milik aku... dan aku akan menang taruhan itu.. mobil pun akhirnya pergi meninggalkan tempat kerja Rania
suara dentuman musik yang begitu keras dan lampu yang sedikit redup membuat orang2 yang ada disitu begitu asik bergoyang.. disalah satu ruangan sudah ada tiga cowo ganteng dengan tiga cewe cantik sedang menikmati suasana..dia adalah Rangga Alex dan satria...
"gimana sat..udah sampai mana ne..pa kamu mau nyerah aja" ucap Alex sambil meminum minumanya
"tenang aja sebentar lagi dia bakalan jadi milik gue,dan elu berdua bakalan terima kekalahan.." kata satria sambil mencium si cewe yang satu tadi sudah ada di pangkuan satria..tanpa malu2 satria menggerayangi si cewe..sehingga menimbulkan suara buat si cewe...
"ok..kami tidak akan lupa janji kita..udah sana... lihat tu Monika udah ga tahan lagi.." ya satria begitu terampil membuat Monika kelabakan dengan sentuhan satria.
dan satria langsung membawa pergi ke luar... hampir setiap hari mereka selalu mengjabiskan waktu ditempat ini dan berakhir di kamar hotel..keluarga mereka yang begitu kaya membuat mereka bebas lakuin apa aja..sampai taruhan pun jadi kesenangan tersendiri..apalagi satria yang keluarganya begitu sangat kaya..orang tuanya ada di luar negri..bahkan hampir semua aset adalah milik keluarga satria....dari berjejer hotel bintang 5,,rumah sakit,, restoran,,komunikasi,,bahkan kampus dimana mereka belajar adalah milik keluarga satria.. satria adalah anak tunggal. jadi apapun keinginan selalu ia terima dari orang tuanya..
walaupun semua apa aja ada tak membuat satria bangga..dia selalu merasa kesepian..dia tidak betah berada dirumahnya.. satria yang sebenarnya sangat kesepian..hanya Rangga dan Alex yang mau berteman dengannya..sementara yang lain hanya ingin numpang nama biar ikut terkenal.. satria juga sangat keras kepala,dan sedikit pemarah..semua sifat satria tak membuat Rangga dan Alex takut dan benci.. mereka tahu kenapa satria seperti itu..mereka berharap satria bisa berubah jadi lebih baik dari sekarang
TBC.........
__ADS_1