
pagi pagi sekali Rania sudah mengerjakan smua tugas rumahnya.dan pengen cepat2 pergi dari rumah..dengan langkah cepat Rania sudah ada di depan rumah. karena terlalu pagi jadi Rania memilih naik ojol daripada bis.. sambil menunggu ojol datang Rania memikirkan pertengkaran semalam dengan ayahnya..sambil duduk dilihat bibirnya yang terluka... sebenarnya Rania juga merasa sangat pusing tapi dia tetap pergi ke kampus.. sesekali Rania menghapus air matanya.. mata yang sudah bengkak karena menangis semalaman dan lupa mencuci muka...mang ojol pun akhirnya datang dan Rania langsung naik dan berangkat...
ketika sampai kampus hari masih pagi dan belum ada seorangpun yang datang.. Rania pun masuk dan duduk sendiri di perpustakaan..sambil menunggu yang lain datang lebih baik dia membaca buku untuk menghilangkan kejenuhan pikirannya...dan tanpa terasa sedikit demi sedikit sudah ada banyak orang.. ketika dilihat sudah 9..akhirnya Rania menuju ruang kelasnya... ketika baru duduk Rere dan Risa datang dan langsung duduk di samping Rania
"pagi Rania" sapa Risa dan aku berusaha menutupi mukaku yang lecet di bibir dan mata yang besar...
" pagi juga rere dan Risa" tanpa sepengetahuan ku Rere dan Risa langsung membelalakkan matanya ketika melihat mukaku yang sekarang...
" Lo kenapa Rania,,trus bibir kamu kenapa??"
" ohh..itu kemarin aku jatuh dan kepentok kursi,,trus semalam aku kesakitan dan menangis..tapi lupa cuci muka jadi y gini sekarang"aku berdalih untuk menutupinya. dan berusaha senyum
"jangan bohong kamu ran,,aku tahu kamu.. cepat katakan kamu kenapa" sambil emosi Risa mengintrogasi ku...
"benar ga ada apa2.. udah ah jangan bahas lagi ya"ucap Rania sambil sibuk mengambil buku di tas..
"kalau kamu ga mau cerita...lebih baik kita ga usah berteman lagi..kami cuma pengen tahu kamu kenapa..kami kawatir sama kamu..tapi kamu malah ga mau cerita...ya sudah ayo Rere kita pergi saja dari sini" Risa menggandeng tangan Rere dan berniat pergi..
tapi Rania memegang tangan kami dan Rania pun mulai menangis di depan mereka
"maaf"hanya kata itu yang keluar dari mulut Rania..teman2 nya paham dan memeluk Rania.. Rania sangat bahagia punya Rere dan Risa..mereka sangat setia kawan dan tidak membedakan dari orang kaya ataupun bukan.. di kampus Rania tidak punya teman lain hanya mereka berdua yang selalu ada.. dan setelah lama menangis Rania menceritakan apa yang terjadi semalam dengan ayahnya.. dan setelah menceritakan beban di hati sedikit terobati dan mereka akhirnya memeluk erat Rania dan memberi semangat buat rania
setelah selesai belajar Rania rere dan Risa menuju ke kantin..mereka duduk bersama di pojokan dan memesan makanan untuk mereka bertiga...Rere dan Risa berusaha menghiburku..dan aku pun sedikit tersenyum ketika mereka sedang saling berantem..
__ADS_1
"ran,nanti ga usah berangkat kerja aja ya,, bilang sama pak Sandy.. kita2 kangen pengen main sama kamu...masa tiap hari harus berdua terus sama Rere..malas tahu sama dia terus" kata Risa sambil menyendokan makanan ke mulutnya
"eehhhh aku juga malas tiap hari harus lihat kamu terus.. emang kamu ajaa ris..kamu mau kan ran kita pergi bareng" imbuh Rere
"demi kalian,aku coba nanti tanya sama mas Sandy" dan kedua sahabatnya langsung saling berpandangan dan diam tanpa kata
"apa kamu bilang..apa kita tadi ga salah dengar..barusan kamu bilang pak Sandy dengan sebutan mas" kedua mata Rere dan Risa seperti mau jatuh
"upsss, aku belum bilang ya.. sekarang aku manggil pak Sandy dengan sebutan mas.. dan kami sekarang juga berteman"kataku santai
"ko bisa" kata Rere dan Risa bersama sama
" gini ceritanya,,kemarin mas Sandy nanyain lagi tentang hubungan ini.dan mas Sandy langsung melamar bahkan langsung ingin menikahiku"
"Brati kamu udah terima pak Sandy dong sekarang" ucap kedua sahabatnya penuh tanya
"iya iya terus gimana"
"kemarin emang mas Sandy mau menikahi aku..tapi kalian kan tahu sendiri apa tujuan ku sekarang..aku harus dapetin beasiswa itu dan pergi jauh dari rumah..lagian sekarang sedang dibuka kan beasiswa yang ke luar negri...dan aku ga mau menikah sebelum tujuan ku terwujud.. jadi aku menolak mas Sandy dan mas Sandy menerima..tapi dengan syarat mulai saat itu aku harus manggil dia dengan sebutan mas dan meminta berteman dengan ku sekarang.. jadi ya aku langsung terima jadi teman dan panggil dia mas Sandy,, udah gitu aja"aku menjelaskan ke mereka..
"ohh gitu tohhh" kepala Rere dan Risa manggut manggut tanda sudah jelas
"udah kan sekarang kalian ga mikir yang macam2 lagi"
__ADS_1
saat rania sedang menjelaskan ke sahabatnya..di meja lain yang agak jauh satria terus menatap rania..tanpa sengaja mata Rania dan satria bertemu dan satria langsung tersenyum mengangguk berharap Rania membalas senyumannya..tapi karena rania berpikir satria tersenyum dengan orang lain jadi dia kembali melihat bukunya...
"maaf benar ini yang namanya kak Rania??" ucap seorang cowo datang menghampiri
"iya betul ada apa ya mas"Rania sambil melihat si cowo
"begini,,nama saya Ridwan.. tadi Bu Tika menugaska saya untuk mencari kak Rania.. katanya kak Rania disuruh ke ruangan Bu Tika sekarang" ucap Ridwan menjelaskan kepada Rania
"emang ada apa Bu Tika memanggil saya,, "
kataku sambil harap2 cemas..perasaan kemarin udah ngumpulin tugas..apa mungkin ada yang salah dengan tugas nya..kalau kaya gitu nanti malah mempengaruhi jalan buat dapat beasiswa tidak ya...
"saya ga tahu kak.. Bu Tika menunggu di ruangannya..udah gitu aja ya kak..saya permisi dulu"sambil bepamitan ke Rania
"Rere,Risa aku menemui Bu Tika dulu ya..takut ada yang salah dari tugas kemarin..aku pergi dulu ya..habis menemui Bu Tika aku langsung berangkat kerja ya??"
"lhoo berarti ga jadi lagi me kita jalan2 nya" ucap rere
"besok aja ya..aku janji besok kita jalan2"
"nah kaya gitu dong jangan pikir kuliah sama kerja terus dong.. pikir juga buat refreshing.."
"iya iya.. para sahabatku.. udah ahh. aku pergi dulu.. bye smuanya". sambil melambaikan tangan ke arah teman2... tapi si meja lain satria juga ikut melambaikan tangannya...
__ADS_1
satria terus melihat ke Rania yang terus menjauh dan pergi.. kenapa kamu ga terpesona dengan ku Rania..tapi ini juga tantangan buat satria buat mendapatkan Rania..kalo satria berhasil bukan hanya taruhan yang ia dapatkan tapi harga diri seorang satria akan bangga bisa menaklukan gadis yang sepertinya tidak tertarik padanya
TBC dulu achhhhh