
saat semua orang menatap ke arah cewe itu satria hanya tersenyum kecut.. beraninya dia mengaku sebagai kekasih dari pemilik restoran ini
"coba siapa nama pemilik restoran ini yang katanya kekasihmu itu" tantang satria
"tentu saja namanya satria,,satria Anggara putra,,orang terhebat di kota ini.."
"kenapa sekarang kalian takut setelah mendengar nama nya,,sekarang kalian masih berani mengusirku"semua mulai takut dan berkeringat dingin
"aku akan menelpon nya dan akan bilang untuk memecat kalian semua" lalu berbicara di telpon sambil menangis
"sebentar lagi kalian akan tamat,,lihat saja" menatap dengan sangat mengancam..sementara semua diam tanpa kata2
satria yang melihat itu hanya menyaksikan dia akan bertindak ketika siapa yang berani2 memakai namanya..dan berani mengancam pegawainya..sementara Rania hanya menatap bingung karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi
"sekarang kalian siap2 karena pacar saya sudah datang" langsung menghampiri seseorang yang baru datang
"honey,,kenapa lama sekali datangnya" langsung mencium pipi dan membawanya untuk langsung masuk ke dalam kerumunan
"honey lihat mereka semua,,mereka sudah berani mengusir aku dari sini..pecat saja mereka semuanya..aku merasa harga diri aku terhina"lalu orang itu mendekati dan berbicara
"siapa orang yang sudah berani mengusir cewe aku..cepat katakan" tapi tidak ada yang berani melihat..sementara satria sedang berpikir seperti pernah bertemu dengan dia tapi dimana..
"kalian tidak ada yang mau bicara baik kalau begitu" mengambil hp dari saku...saat mengambil ditangannya ada tahi lalat sehingga satria langsung ingat dengan orang itu...ya benar sekali dia pegawai dari kantor pusat..pantas saja seperti pernah melihatnya..dan berani2 nya dia mengaku ngaku sebagai diriku. tidak akan pernah aku memaafkan
"tunggu dulu..aku yang bertanggung jawab atas semuanya jadi jangan pernah memarahi mereka" satria akhirnya membuka suara karena ini sudah sangat keterlaluan
"kamu siapa berani sekali ikut campur hah" berlagak sombong dan menantang satria..lalu satria memencet sebuah tombol di jam tangannya
"kita lihat saja aku tidak takut"
lalu tak berapa lama banyak orang2 bertampang preman datang sehingga membuat bingung semua orang
"siap tuan tugas apa yang harus kami selesaikan" salah seorang preman berbicara kepada satria
"cepat kalian usir dua orang ini..aku tidak mau melihat mereka di sekitar perusahaan ku.
"ka,,kamu siapa sebenarnya" lelaki itu bertanya..lalu satria mengambil kartu namanya dan memberikan kepadanya..Dan langsung terkejut dan lemas
"ma..maafkan saya tuan..saya tidak tahu kalau itu tuan"gemetar karena ketakutan dan keluar keringat dingin
__ADS_1
"sayang siapa dia,kenapa kamu minta maaf padanya..kamu kan yang punya restoran ini jadi kamu ga perlu lakuin itu..harusnya dia yang minta maaf karena telah menghinaku tadi"
"sudah kamu diam saja jangan katakan apapun lagi" memarahi dan hampir menampar
"siapa nama kamu" satria bertanya datar
"Sigit tuan,,Sigit Purnomo"
"kamu dari bagian mana,, sepertinya aku pernah melihatmu"
"saya dari bagian pengecekan tuan..tolong jangan pecat saya" muka mulai memucat
"Cindy,,kamu pecat orang ini juga dari kantor sekarang juga,jangan biarkan dia melamar di tempat lain..kamu juga jangan kasih pesangon untuk dia" Cindy yang jadi sekretaris satria langsung menganggukan kepalanya
"baik tuan akan saya laksanakan perintah tuan"
"habislah aku sekarang..ini semua gara2 kamu aku sekarang jadi kaya gini"
"tuan saya mohon pertimbangkan lagi..saya di kantor cukup berprestasi..jangan gara2 ini tuan menghancurkan saya seperti ini"
"tapi kamu telah menjual namaku hanya untuk wanita yang tak tahu malu sepertinya.. aku sebenarnya sangat marah sama kamu tapi baiklah kamu akan tetap bekerja di tempatku asal jabatan kamu aku turunkan dengan syarat"
"apapun syaratnya akan saya lakukan asal saya masih bisa bekerja di kantor tuan"
"baiklah tuan akan aku lakukan asal saya masih bekerja"
"maafkan aku sayang..selama ini aku sudah membohongimu agar bisa lebih dekat denganmu..tapi setelah lama aku tahu..kamu cuma memanfaatkan aku saja tanpa ada cinta,,benar kata tuan kamu memang wanita ular"
"sayang..tolong jangan lakukan itu,,aku janji akan berubah dan akan mencintaimu hanya kamu seorang" mulai menangis
"maafkan aku,, sekarang lebih baik kita putus.'' lalu Sigit meninggalkan wanita itu sendiri
"maaf nona,makanya kalau jadi cewe jangan terlalu ganjen dan sombong..jadi sekarang kamu kena akibatnya kan" kata salah seorang pelayan
"dasar kalian semua,,awas aja ya"karena malu dua pun pergi sambil berlari
"tuan terima kasih banyak..jadi kita tahu siapa sebenarnya pemilik restoran ini...sekali lagi terima kasih"
"ya,,tadi aku diam saja karena menunggu siapa yang sudaha berani memakai namaku untuk kepentingan pribadi"
__ADS_1
"sekarang kalian bekerja lagi..'"
"baik tuan kami permisi dulu" semuanya pun akhirnya pergi meninggalkan satria dan Rania..lalu sambil tersenyum satria menatap Rania yang masih kebingungan
"aku tahu apa yang akan kamu tanyakan..jadi sekarang aku akan ceritakan semua tanpa ditutupi lagi" lalu satria menceritakan dari kecil sampai sekarang dan Rania menyimak tanpa ada komentar
"sekarang kamu sudah paham kan sayang..kenapa mereka ada didekatku"dan Rania masih saja tercengang dan menganggukan kepala tanpa sadar
"udah dong sayang mukanya jangan kaya gitu terus"
"emang muka aku kenapa"
"gemes banget jadi pengen cium" lalu mencium tanpa permisi
"ohh kebiasaan deh"
" iya maafin aku ya sayang" Rania langsung mengangguk
"jadi pacar aku ternyata super duber tajir melintir" satria menganggukan kepala
"sekarang kamu bangga kan punya pacar seperti aku"
" tapi sekarang aku jadi yang minder..kita sangat jauh berbeda"
"kata siapa,,Dimata aku harta bukan segalanya..cuma kamu yang segalanya..apapun akan aku berikan asal kamu bahagia"
"makasih satria sayang.."
"iya sama2 sayang"..lalu berpelukan
"terus kita mau ngapain lagi yah enaknya" tanya satria pada Rania
"kemanapun aku mau asal bersamamu"
"ehhm baiklah lebih baik kita kesana lagi.."sambil menarik tangan Rania..
mereka melewati hari dengan sangat indah... selalu bergandengan tangan berpelukan bahkan berciuman... mereka sangat bahagia sampai tidak terasa sudah malam dan mereka kembali untuk pulang..karena terlalu lelah seharian Rania dan satria tidur bersama di mobil sambil berpelukan seperti takut akan terpisah..sementara yang mengendarai mobilnya adalah sopir pribadi satria....dalam tidur mereka sama2 tersenyum dan sangat menikmatinya..sementara sang sopir juga ikut bahagia setelah sekian lama tidak melihat tuannya tersenyum...
bersambung dulu yah,,
__ADS_1
terima kasih yang sudah mampir di cerita ini..saya juga memohon untuk menekan tombol like,,
terima kasih banyak