
hari sudah semakin sore.. satria terus mencari keberadaan Rania.. sudah semua sudut kampus dikunjungi dan sekarang sudah berada di depan gang.. satria berharap bisa bertemu dengan Rania...wajah satria terlihat kusut.. rambut acak acakan..
saat sedang menunggu Rania didepan gang. ternyata Sinta lewat dan langsung menyapa satria.
"satria,kamu disini.. lagi ngapain. ayo main ke rumah aku.. ayah pasti senang lihat kamu lagi.."
satria berpikir. kalau dia ikut dengan Sinta mungkin ia akan bertemu dengan Rania. dan dia bisa meyakinkan rania kembali..lalu satria pun menganggukan kepalanya..
melihat satria setuju untuk ikut dengannya. membuat Sinta sangat senang.. lalu Sinta menggandeng tangan satria lalu mereka pun masuk
saat Sinta menggandeng tangan satria. Rania yang baru turun dari bus langsung melihatnya.. Rania berhenti dan sedikit sembunyi agar tidak ketahuan..Rania terus memandangi Sinta dan satria..
" kalian memang cocok untuk bersama.. tapi kenapa aku sakit sekali melihat mereka seperti itu.. mungkin kamu sekarang sudah yakin dengan Sinta sehingga kamu langsung menemui Sinta..tapi sekarang bagaimana dengan ku.. apakah ini benar buat aku. aku merelakan kekasihku balikan dengan mantannya yang juga kakak ku yang selama ini aku benci" Rania terus terdiam. lalu dengan langkah yang sangat pelan Rania pun akhirnya pulang juga ke rumah
sementara Sinta dan satria yang sudah sampai rumah lalu bertemu dengan ayah Sinta.. dan mereka sudah lama saling kenal karena dulu Sinta sempat memperkenalkan satria dengan ayah waktu tidak sengaja bertemu di salah satu mall
" ayah, ini ada satria datang kemari" Sinta membawa ayahnya untuk bertemu dengan satria
" apa kabar om.. senang bisa bertemu lagi" sambil menjabat tangan ayah Sinta
" aku baik satria gimana kok baru kelihatan lagi. padahal dulu kamu janji akan main kerumah om"
" maafkan saya om. aku sedang sangat sibuk waktu itu" satria berusaha menutupi yang sebenarnya terjadi
"ya sudah om tinggal dulu yah, Sinta jangan lupa bikinin minum buat satria?"
"iya ayah"
tapi sebelum ayahnya berdiri dan meninggalkan satria.. Rania masuk kerumah. semua mata melihat orang yang baru saja masuk tanpa terkecuali satria.
sementara rania yang merasa diperhatikan oleh semua yang ada disitu membuat sedikit gugup.. lalu Rania menghembuskan nafasnya dan berjalan melewati sinta, ayah dan juga satria..
__ADS_1
ketika akan membuka pintu kamar ayah memanggilnya
"Rania" kata ayah, tapi tak ada jawaban dari Rania. dia tetap saja membuka pintu kamarnya
" Rania, tunggu sebentar..kamu kenalan dulu dengan satria. dia teman dekat Sinta.." deeggg
sambil menutup mata dan berpegangan tangan pada gagang pintu. Rania berusaha untuk tidak menangis.
" Rania ayo cepat kesini" ayah mengajaknya lagi
Rania akhirnya berbalik lagi dan berjalan mendekati satria
" kenalin aku Rania,ADIK DARI SINTA" Rania sengaja memperjelas kata adik pada satria
"satria" satria berjabat tangan tapi tidak mau melepaskan tangan Rania. dengan segenap kekuatan Rania berusaha melepaskan tangan satria. dan langsung berbalik lagi untuk menuju kamarnya
"kamu mau kemana, temani aku duduk. Sinta akan membuatkan minum buat aku."
"iya temani duduk dulu sebentar Rania" imbuh ayah yang berdiri dan berjalan menuju belakang
" Rania, aku mohon jangan kaya gini. aku ga mau kita seperti ini" satria mulai berbicara ketika sudah tidak ada orang
"memang aku gimana, bukannya kamu senang bisa kembali dengan Sinta"
" ga. aku ga balikan dengan Sinta. percaya sama aku"
" bagaimana aku bisa percaya. aku lihat sendiri tadi kamu dan Sinta jalan bersama dan ayah. dia sudah kenal sama kamu"
"kamu salah Rania.. memang benar tadi aku jalan bareng waktu kesini. tapi itu karena tadi waktu aku menunggu mu.. aku tidak sengaja bertemu dengannya. dan dia meminta untuk datang kerumah. jadi aku mau karena dengan datang kerumah aku pasti bertemu denganmu"
tapi ketika satria belum selesai menjelaskan sinta keburu datang membawa minuman.. lalu cepat cepat Rania pergi meninggalkan Sinta dan satria...
__ADS_1
di dalam hati satria sangat berharap Rania mau memaafkannya. sementara di dalam hati Rania tidak tahu dia akan memaafkan satria atau tidak. Rania masih bimbang.
"aku pulang sekarang sinta.masih banyak urusan yang harus aku kerjakan" sesaat setelah Rania masuk kedalam kamar. satria langsung pamit pulang
"aku kan baru buatin minuman. lagian kita belum berbicara" Sinta mencoba menahan satria untuk tetap tinggal
"maaf,tapi aku harus pergi sekarang" satria langsung meninggalkan Sinta
Sinta yang ditinggal begitu saja sedikit kecewa. tapi Sinta juga senang satria mau datang ke rumah.. itu artinya satria masih sayang tapi mungkin dia masih ragu...
Sinta sangat bahagia, Lalu melangkah dengan sedikit menari meluapkan kegembiraannya. dan ayah yang baru masuk melihat anaknya yang sangat gembira pun ikut tersenyum..
"wah,Sinta kamu bahagia sekali rupanya" kata ayah sambil tetap berjalan..
Sinta yang merasa dikagetkan dengan suara ayahnya langsung memeluk ayahnya..
"ihhh,ayah.. Sinta kan malu yah" Sinta bermanja-manja dengan ayahnya..
tapi dibalik kamar dalam satu rumah. ada tangisan memilukan yang berasal dari kamar Rania.. yah benar Rania sedang menangis. tidak ada orang memberikan semangat.rania hanya meringkuk seorang diri.. semuanya telah meninggalkan dirinya begitu juga dengan cintanya yang terpaksa ia lepaskan..
Rania akhirnya menyeka air matanya dan pergi ke kamar mandi. karena ia sadar selama apapun ia menangis tak ada yang menghiraukannya
setelah dari kamar mandi. Rania bergegas mengambil tas besar dan memasukan baju bajunya ke dalam tas itu. tak lupa barang berharga ia bawa. semua barang dan baju dari hasil jerih payahnya selama bekerja ia bawa.. Rania tidak membawa yang bukan miliknya.. besok ia akan menitipkan tas ini ditempat Risa saja. lusa ia tinggal berangkat tanpa membawa apapun lagi..semua sudah ia siapkan. buku tabungan, paspor,dan surat surat yang diperlukan..
"tinggal 2 hari lagi,semoga disana aku bisa melupakan semuanya. dan akan berusaha untuk lebih giat belajar. dan nanti akan mendapatkan kerjaan yang aku inginkan" Rania memberi semangat pada dirinya sendiri.
"mamah, tolong doain Rania yah, semoga semuanya lancar" Rania tersenyum. dan Rania besok akan berencana akan mengunjungi makam mamahnya untuk berpamitan..
setelah selesai membereskan semua yang akan dibawanya besok. Rania lalu naik ke ranjang dan memejamkan matanya. berusaha untuk melupakan semua untuk hari esok yan lebih baik.. Amin🤲🤲🤲🤲
bersambung dulu yah. makasih buat semua yang udah baca. jangan lupa tekan tombol like nya yahhh.
__ADS_1
semoga kalian selalu menunggu episode episode selanjutnya..
dadahhhhhhhhhhh🖐️🖐️🖐️🖐️🖐️🖐️🖐️