Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
dua puluh delapan


__ADS_3

saat Rania kembali dari ruang Bu Tika..dia langsung menemui kedua sahabatnya rere dan Risa..wajah Rania sangat bahagia..semua usahanya tidak sia2..sekarang Rania akan memberitahukan kabar ini kepada teman2 nya..Rania sungguh sudah tidak sabar..dia lalu berlari supaya cepat sampai


"Rere,Risa.." Rania berteriak dan berlari menghampiri..


"kamu kenapa Rania..ko teriak2 segala..trus pake lari lagi" tanya Risa


"iya kamu kenapa..trus muka kamu ko kaya yang seneng banget..emang kamu habis mendapatkan lotre apa" imbuh Rere tak mau kalah mengomentari sikap Rania yang sangat aneh..sementara Rania langsung menarik mereka berdua untuk mengikutinya ke belakang kampus...dan setelah sampai di belakang kampus Rania langsung berteriak sekeras kerasnya


"aaaaa. aaaaah aaaahhh" setelah puas berteriak Rania memeluk sahabatnya..


"kamu kenapa Rania,jangan bikin kami penasaran seperti ini"


"iya iya sabar,,aku pasti akan kasih tahu..tapi biarkan aku peluk kalian lagi yah" mereka pun akhirnya berpelukan


"jadi begini sahabat2 ku yang paling aku sayangi... tadi aku pergi ke ruangan Bu tika.. dan disana Bu Tika mengatakan kalau aku sudah bisa mendapatkan beasiswa itu.dan aku akan berangkat ke luar negri Minggu depan" ucap Rania sambil melompat lompat karena kegirangan


"yang bener kamu rania,,kamu berhasil mendapatkannya"Rere dan Risa tidak percaya jika sahabatnya berhasil mendapatkannya..mereka berpelukan lagi


"selamat Rania..kita bangga sama kamu. "


"terima kasih teman2.."


"apa kamu udah kasih tahu satria tentang hal ini"


"belum"


"kenapa"


"dari tadi aku telpon tapi nomor nya ga aktif..mungkin lagi sibuk..tadi dia bilang katanya mau reuni bareng anak2 sekolahnya dulu"

__ADS_1


"ya sudah,pasti dia akan hubungin kamu kalau sudah selesai..dia kan sekarang bucin ke kamu"


"ya sudah ya,,aku mau tunggu dia di depan saja..dadah semuanya" Rania pun pergi meninggalkan Rere dan Risa..


setelah menunggu sekian lama satria masih saja belum muncul..jadi dia memutuskan akan pergi sendiri ke tempat kerjanya.. dia juga akan mengundurkan diri dari kerjaannya mulai sekarang.. karena harus mempersiapkan buat berangkat ke luar negri


setelah sampai di tempat kerjanya Rania langsung menuju ruangan mas Sandy..


"tok tok tok,,,mas apa boleh aku masuk" Rania berbicara dari balik pintu


"masuklah Rania.." Sandy tersenyum saat Rania memasuki tempat kerjanya


"terima kasih mas Sandy"Rania masuk dan duduk dihadapan Sandy..


"ada apa Rania,,apa ada yang kamu bicarakan sama mas.."


"begini mas Sandy..sebenarnya saya datang kesini mau mengundurkan diri dari pekerjaan saya" Sandy merasa kaget dan tidak percaya tentang apa yang barusan Rania bilang


" tidak,,bukan begitu mas..sebenarnya saya sangat senang bekerja disini...semua sudah saya anggap keluarga saya sendiri..termasuk mas yang sudah saya anggap sebagai kakak aku.."mendengar Rania bilang hanya menganggap Sandy sebagai kakaknya membuat sedikit sakit di hati Sandy..dia pikir setelah menjadi teman dia akan berubah jadi cinta..tapi tetap sama Rania masih saja menganggapnya sebagai kakak dan tidak lebih.


"lalu kenapa kamu ingin mengundurkan diri dari kerjaan ini Rania..apa ada alasannya"


"begini mas Sandy,,di kampus,saya mengikuti perlombaan dan saya berhasil menjadi juaranya"


"wah selamat Rania..mas bangga. padamu..trus apa hubungannya dengan pengunduran dirimu.. kan perlombaan itu sudah selesai dan kamu bahkan jadi juaranya"


"justru itu mas,, saya mengikuti perlombaan untuk mendapat beasiswa belajar di luar negri selama 1 tahun..dan karena saya yang menjadi juara.jadi semua kebutuhan selama 1 tahun sudah ditangguhkan oleh pihak kampus..lalu saya akan berangkat Minggu depan mas"


" wah mas bangga Rania...jadi sekarang kamu memutuskan buat mengundurkan diri.."

__ADS_1


"iya mas..tapi Rania janji setelah selesai aku pasti akan menemui mas Sandy.."


"baiklah Rania,mas menerima pengunduran diri kamu..tapi mas mohon jangan lupain mas yah..mas sayang sama kamu Rania.." mendekati dan memeluk Rania untuk pertama kalinya..


"iya mas,Rania janji ga akan lupain mas Sandy.mas Sandy begitu baik sama Rania...Rania juga minta maaf ga bisa terima cinta mas Sandy.."


"iya Rania,mas ga papa kok..yang terpenting sekarang kamu harus fokus disana yah..belajar yang giat dan berikan hasil yang memuaskan buat mas Sandy''


"siap laksanakan..aku pasti akan berusaha buat jadi yang terbaik mas..makasih doanya yah.."


"iya sama2 Rania"


"kalau gitu aku mau pamit dulu ya mas..makasih buat selama ini mas udah baik sama saya..aku pasti akan merindukan semuanya juga termasuk kamu mas Sandy." Rania bersalaman dan memeluk mas Sandy..lalu Rania pergi dari tempat kerjanya..


setelah dari tempat kerja Rania masih berusaha menghubungi satria tapi tetap saja ponselnya tidak aktif..Rania sedikit kesal karena tidak ada kabar dari satria..padahal dia ingin memberi kabar yang begitu baik padanya..karena begitu kesal ia memilih untuk berjalan kaki menuju rumah untuk mengurangi kekesalan..dia berjalan setapak demi setapak..dia menikmati kesendiriannya sambil melihat sekeliling jalan yang sudah sangat mendung..


ditengah perjalanan dia melihat anak kecil yang sedang dipalak oleh seorang preman..anak kecil itu menangis ketakutan tetapi tidak ada yang mau menolong nya.. karena merasa kasihan Rania mendekat dan menolong anak kecil itu yang hampir terjatuh karena dipukul..dengan sigap Rania memeluk dan menenangkan anak kecil itu..


"kamu siapa berani menolongnya"kata preman itu sambil berkacak pinggang


"aku Rania,aku cuma mau bantu dia yang hampir terjatuh tadi"


"jangan ikut campur..cepat pergi dari sini"tapi Rania memiliki akal..dia melihat ada beberapa polisi yang lewat menggunakan motornya


"tolong..tolong.. tolong" Rania memanggil polisi itu dan polisi itu langsung berhenti


"ada apa nona..tenanglah"


"mereka ingin memalak kami pak tolong tangkap mereka"tapi preman itu tidak takut dan melawan polisi itu..dan karena takut preman itu menyelaminya..Rania dan anak kecil itu berlari meninggalkan tempat itu..

__ADS_1


setelah lama berlari di tengah jalan Rania melihat ada mobil yang melintas dengan sangat kencang yang ingin menabrak anak kecil yang ada di depannya..dengan langkah yang sudah hampir habis Rania berusaha menarik tangan anak kecil itu dan mereka berdua katuk ke aspal..membuat kaki dan tangan lecet..lalu Rania melihat mobil itu menabrak pohon yang ada di depan...karena suara yang begitu keras membuat orang2 berdatangan dan menolong mereka..mata Rania melihat sosok yang keluar dari dalam mobil..matanya langsung tak berkedip saat siapa yang ingin menabraknya barusan.....


bersambung dulu yah...makasih udah mau baca novel pertama ku ini..jangan lupa subscribe dan pencet tombol like nya..karena itu sangat berharga buat saya..sekali lagi terima kasih banyak


__ADS_2