
kondisi Rania sekarang sudah membaik..dia sekarang juga sudah bisa pulang...selama di rumah sakit satria selalu menjaganya.. Rania juga tidak lupa dengan persiapan lombanya.. karena besok perlombaan itu akan dimulai.. saat satria mengantarkan ke rumah Rania bilang besok dia akan ikut perlombaan
"sayang,,besok perlombaan diadakan...kamu doain aku supaya menang ya"
"kamu kan baru aja keluar rumah sakit masa mau ikut lomba itu sih...ga usah aja ya..aku takut kamu nanti kenapa2"satria mengusap rambut rania..
"tapi kan sekarang aku udah sembuh..lagian itu adalah cita2 aku..gimana sih kamu yang" muka Rania sambil cemberut dan memainkan kancing baju satria..Rania akan melakukan apapun asal satria mau mengijinkan ikut perlombaan itu
"tapi sayang..aku khawatir sama kamu"
"aku janji sayang..kamu juga boleh ikut..biar aku tambah semangat lagi.."
"tapi........"
"ya sudah kalau ga boleh ikut..aku ga mau lihat kamu lagi.."Rania keluar dari mobil satria dan meninggalkan satria sendiri..Rania sedih kenapa satria ga mau ngertiin..
"sayang tunggu dulu" satria keluar dari mobil dan menyusul Rania..lalu dia memegang tangan Rania
"apa lagi..sudah sana aku mau masuk..aku cape"dengan nada judes Rania mengusir satria
"kamu marah sama aku sayang"
"pikir aja sendiri..males aku..udah kamu pergi aja sana" Rania melepas pegangan tangan satria,,tapi tidak bisa
"iya baik aku ijinin kamu ikut..dan aku akan menemani kamu" Rania langsung tersenyum dan memeluk satria
"beneran kamu sayang..aku diijinin ikut..makasih sayang..aku sayang sama kamu" lalu mencium pipi satria
"tadi aja cemberut,,marah2,, usir aku lagi" sambil tersenyum dan memeluk Rania
"tadi kan karena kamu nyebelin banget..siapa suruh ga ijinin aku.."
__ADS_1
"ya udah,,besok aku jemput kamu ya.."
"iya,,tapi kamu tunggu di ujung gang sana aja ya..."
"emang kenapa sayang"
"ga papa sih..cuma mau aku aja kamu tunggu di ujung gang" sebenarnya Rania ga mau keluarganya tahu kalau ada pria yang menjemputnya..nanti dikira Rania cewe murahan yang dijemput pake mobil
"ya udah..besok aku jemput jam 8 pagi ya.aku pulang dulu ya sayang.. dadah"satria mencium kening Rania dan akhirnya pergi
saat Rania baru masuk rumah..ayah dan kak Sinta baru pulang..Rania buru2 masuk ke dalam kamar dan menguncinya..lalu Rania mendengar langkah kaki yang semakin mendekat
"Rania,,apa kamu udah pulang,,ini ayah..tadi ayah waktu didepan lihat kamu masuk kamar..ayah pengen ketemu sama kamu nak" tapi Rania masih tidak membukakan pintunya..Rania ga mau ujung2 nya berantem lagi kalau bertemu ayahnya
"sayang,,ayah mohon sama kamu..buka pintunya ya..ayah janji kita ga akan berantem lagi'' lalu Rania mau membukakan pintunya
"sayang...."ayah langsung memeluk Rania ketika Rania baru membuka pintunya...Rania terdiam ketika ayahnya memeluknya.. apa aku ga salah,,ayah memelukku
"sayang,kemarin kamu katanya pergi ke puncak sama teman2 kamu..apa kamu senang sayang"Rania masih belum percaya semuanya..dan perlahan menganggukan kepalanya.
"i..itu mungkin aku kecapean aja."aku merasa bahagia setelah sekian lama,,baru kali ini ayahnya perhatian kepadanya..rasanya seperti mimpi saja..atau mungkin memang ia sedang bermimpi..lalu dicubitnya tangannya sendiri
"aaaauuuu"ini sangat sakit...benar ini bukan mimpi...
"kamu kenapa Rania..apa ada yang sakit"
"enggak ada ko yah"
"kamu udah makan belum sayang,,kalau belum ayo kita makan bersama ayah dan kak Sinta juga"
"tapi Rania tadi udah makan bareng temen waktu mau pulang"
__ADS_1
"ya udah,sekarang kamu tidur aja.. kan tadi kamu bilang kamu kecapean"
"iya yah,,Rania masuk kamar dulu"Rania akhirnya masuk ke kamar..tapi sebelum masuk Rania melihat ayahnya dari pintu kamar..ayahnya tersenyum memandangiku.. dan akhirnya aku menutup pintu kamarnya....
sudah dari subuh Rania belajar..dia sudah sangat siap buat hari ini..dia sudah menghapal semua..tak terasa sudah jam 7 lebih..Rania akhirny bersiap2 untuk berangkat..
"Rania kamu mau kemana,,ini masih sangat pagi loh"tiba 2 ayahnya menghampirinya
"anu,,itu a..ayah tadi temen aku SMS..katanya dia lagi sakit..makanya aku mau nengok dia sekarang"aku sengaja berbohong di hadapan ayah..karena Rania masih belum mau ayahnya tahu tentangnya
"ya udah,,kamu sarapan dulu sebelum pergi"
"tapi ini aku malah kesiangan ayah"
"kalau kamu ga mau sarapan,,ayah ga akan ngijinin kamu pergi"
"baiklah ayah aku akan sarapan dulu.."lalu kami pun ke meja makan
"setiap hari ayah selalu makan masakanmu,, tapi ayah belum pernah makan bareng kamu,, maafin sikap ayah selama ini ya sayang" aku tidak menjawabnya
"ayah tahu,,ayah kurang perhatian sama kamu,,ayah minta maaf sama kamu sayang" ayah memegang kedua tanganku
"ayah janji mulai sekarang ayah ga akan nyakitin perasaan kamu,,ayah akan perhatian sama kamu,,ayah juga ingin kita bisa luangin waktu buat bersama..ayah kangen sama kamu..ayah sangat sayang sama kamu"ayah lalu mencium keningku..tanpa terasa air mataku mengalir..ternyata seperti ini rasanya di perhatikan lagi sama ayah.. aku ga akan lupain momen ini..ini sangat berharga dalam hidupku..setelah sekian lama aku menginginkan diperhatikan lagi oleh ayah..
"iya,,Rania juga minta maaf udah ga sopan sama ayah..dari dulu Rania cuma pengen di perhatikan sama ayah..tapi ayah ga pernah lakuin itu..Rania pengen ayah jadi ayah yang seperti dulu lagi..Rania kangen sama ayah yang dulu.."Rania menangis di pelukan ayah..
"iya,,mulai sekarang ayah janji.kamu akan dapatkan semua perhatian dari ayah..ayah sayang sama kamu Rania"mereka pun berpelukan dan menangis bersama..betapa leganya hati Rania..ayahnya telah kembali..
"ya udah ayah aku sekarang berangkat dulu ya"Rania berdiri dan bersiap siap untuk berangkat..
"iya, kamu hati2 di jalan ya..salam buat teman kamu ya" lalu Rania mencium tangan ayah dan memeluk ayah
__ADS_1
"dadah ayah"Rania selalu tersenyum saat keluar dari rumah..bahagianya,, aku akan buktikan pada ayah..ayah akan bangga padaku..
dari dalam rumah ayah melihat kepergian rania,,akhirnya Rania mau memaafkan semua kesalahan yang ayah perbuat..ayahnya berjanji ga akan menyianyiakan Rania lagi.. ayah juga akan selalu ada buat Rania..ayah akan menebus semua kesalahan dan akan membahagiakan Rania...tanpa terasa ayah tersenyum sambil menangis karena sangat bahagia..terima kasih istriku..kamu udah buat anak kita jadi anak yang begitu sabar dan sangat cantik...maaf karena baru sekarang aku menyadarinya.....