Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
tiga puluh empat


__ADS_3

Rania dan satria sama sama menangis..Rania menangis karena sudah merasa di permainkan. sementara satria menangis karena ia merasa bersalah sudah tidak jujur soal Sinta.. tapi satria berjanji akan menceritakan semua tentang siapa Sinta itu..


saat Rania sudah bisa sedikit tenang ia pun melepaskan pelukan satria.. tapi satria masih belum mau melepaskan


"lepasin aku sat,aku ga mau orang orang melihat kita seperti ini" Rania masih berusaha untuk melepaskan pelukan satria


" ga, kamu ga akan aku lepasin sebelum kamu janji ga akan bilang sesuatu yang membuat kita berpisah" satria makin mempererat pelukannya


"satria,lepasin aku sakit ga bisa bernapas nih"


" janji dulu sama aku kamu ga akan bilang itu ke aku.. lalu dengerin penjelasan dari aku juga"


karena Rania sudah hampir kehabisan nafasnya ia pun akhirnya menganggukan kepalanya..


" baiklah" yang terpenting ia bisa lepas dulu dari satria


lalu secara perlahan satria melepaskan pelukannya tapi masih memegang tangan Rania takut Rania akan langsung pergi


"sekarang kamu dengerin dulu penjelasan dari aku yah" Rania pun menutup mulut satria dengan tangannya..


" tunggu satria jangan sekarang.. hari ini aku sangat leleh.. besok pagi saja kita bertemu di kampus. kamu jelasin ke aku apa hubungannya dengan Sinta" satria terkejut karena Rania mengetahui nama perempuan yang jalan dengannya tadi


" baiklah.. makasih karena kamu mau dengerin dulu penjelasan dari aku. kalau gitu kamu pulang sekarang yah. ini udah malam.."


" Hem baiklah" Rania langsung berbalik dan pergi. tapi baru satu langkah satria memeluk lagi dari belakang.


" aku cinta sama kamu sayang" tapi ga ada jawaban dari Rania.. Rania langsung melepaskan pelukan satria dan pergi tanpa melihat satria

__ADS_1


satria mengerti kalau Rania masih marah dengannya. tapi dia akan berusaha supaya Rania tidak marah lagi padanya


setelah sampai rumah Rania berpapasan dengan Sinta.. mengingatkan kembali saat Sinta bersama satria dan bernyanyi bersama.. membuat dada Rania terasa nyeri.


Sinta melihat Rania dia pun tersenyum dan ingin berusaha bersahabat dengan membicarakan kegiatan nya bersama satria tadi.. Sinta ingin berusaha terbuka.


"Rania, kamu baru pulang" tanya sinta. dan Rania hanya mengangguk


" ayo duduk sini dulu. kita ngobrol dulu bentar" Sinta menuntun Rania untuk duduk di dekatnya


"Rania, apa kamu tahu. hari ini kakak Sangat bahagia sekali.. kamu tahu kenapa" Rania yang sudah tahu Sinta mau bicara apa langsung di potong oleh Rania


" aduh maaf banget tapi aku ga mau tahu kenapa kamu bahagia. aku mau ke kamar dulu.. lagian ga usah bicara sama aku. kita seperti biasa saja tidak saling bicara.. itu lebih baik buat aku.. dan jangan urusin hidup aku.. dari dulu aku sudah terbiasa sendiri.." Rania berbicara sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya


sementara Sinta langsung muram dengan perkataan Rania.. dia pikir dengan saling bicara Rania akan sedikit memaafkannya.. tapi mungkin ga semudah yang dibayangkan Sinta.. Rania masih tetap sama marah dan tidak mau bersahabat dengannya


keesokan paginya Rania yang akan berangkat ke kampus dikagetkan dengan satria yang sudah menghadangnya di pinggir jalan.. Rania sedikit menunduk karena tidak mau satria melihat matanya yang bengkak karena habis menangis semalam..


" Rania, selamat pagi..ayo naik ke mobil aku. kita berangkat bersama" ajak satria dengan senyum.. lalu menarik Rania untuk duduk di sampingnya..


tak ada suara dalam mobil.. satria melihat mata Rania yang bengkak mungkin habis menangis tadi malam.. tak berani menatap apalagi berbicara


sementara Rania lebih memilih lihat kedepan Tanpa pedulikan satria yang sedang mengendarai mobilnya. Rania berusaha supaya tidak menangis lagi didepan satria


setelah mereka sampai di kampus mereka langsung menuju ke taman dan mereka duduk di tempat yang tidak ada orang..


"Rania......" satria memulai pembicaraannya. sementara rabia hanya diam

__ADS_1


"Rania sayang baik lah aku akan ceritakan siapa Sinta itu, tapi aku penasaran bagaimana kamu tahu kalau dia namanya Sinta"


" lebih baik kamu ceritakan saja dulu.. apa hubungannya kamu sama Sinta.. aku mau tahu tanpa ada apapun yang ditutupi sama kamu"


" baiklah rania akan aku ceritakan tanpa ada yang aku tutupin dari kamu" Rania pun mengangguk


" sebenarnya Sinta adalah kekasihku, tapi sekarang lebih tepatnya mantan kekasih.." satria melihat Rania sebentar dan melanjutkan ceritanya


"dulu dia adalah kekasihku yang paling aku sayang.. aku tidak pernah bermain main dengannya.. aku dan Sinta saling mencintai.. kami ga pernah berpisah walaupun banyak penggoda yang berusaha memisahkan kami... aku juga tidak pernah sekalipun bermain dengan cewe lain.. karena aku yakin dia akan menjadi pasanganku untuk selamanya" mendengar itu tangan Rania mulai mengepal dan berusaha untuk kuat mendengar pengakuan satria


" lalu kalau kamu yakin dia akan jadi pasangan mu kenapa kamu malah jadian sama aku.. berarti disini aku yang jadi orang ketiga" Rania mulai emosi


" ga, kamu bukan orang ketiga.. dengarkan dulu aku.. aku dan dia udah putus" Rania mulai mengontrol lagi emosinya


" aku dan Sinta sudah putus.. pada saat aku sudah sangat sayang dan yakin dia adalah pasangan ku. tapi mendadak dia mutusin aku.." satria mulai emosi saat mengatakan itu


"di saat aku akan memberikan cincin sebagai ungkapan kalau aku melamar dia.. dia mengatakan aku ingin putus" Rania kaget kenapa Sinta bilang ingin putus..


"Sinta bilang aku pingin kita putus satria.. aku ingin fokus dengan keluargaku dulu.. aku sudah bilang hubungan aku dengan adik aku ga baik.. aku sangat bersalah sama dia.. aku ingin hubungan aku dan adik aku baik dulu baru aku akan memikirkan masa depanku" Rania begitu terpukul mendengar perkataan satria.. dia ga nyangka kalau selama ini Sinta berpikiran seperti itu..


Rania pun akhirnya menangis karena merasa bersalah.. tapi begitu kaget satria mengatakan sesuatu yang membuatnya emosi


" aku benci sekali sama adiknya itu. dia telah membuat aku dan sinta berpisah.. kenapa adiknya begitu membencinya.. " dengan lantang satria mengatakan itu..


bersambung dulu


maaf ya teman teman update nya masih belum lancar..semoga membuat yang baca jadi penasaran dengan kelanjutannya..

__ADS_1


terima kasih smuanya🖐️🖐️🖐️


__ADS_2