
saat rania sedang serius dengan buku2nya.. tiba tiba hpnya berbunyi dan membuat Rania sedikit terkejut lalu mengangkat telpon nya
"ya,,Rania disini..siapa ya,,dan ada perlu apa"
Rania langsung menjawab telepon tanpa melihat siapa yang menelepon
"ini aku sayang..kamu masih lama ga.. aku udah dari tadi tungguin kamu"Jawab satria sedikit kesal..lalu Rania melihat jam tangannya dan sudah Jam 2 siang..dia lupa akan ketemu satria di kantin
"maaf yang,,aku lupa,,iya aku akan kesana sekarang" lalu Rania memutuskan telpon nya dan bersiap siap ke kantin..
"maaf sayang tadi aku lupa..aku keasikan belajar.."kata Rania saat masuk ke kantin dan duduk disebelah satria..
"udah makan belum"lalu aku menggelengkan kepala..dan melihat satria mukanya seperti marah
"belum"
"sini aku suapin kamu makan"satria langsung mengambil makanan yang sudah ada di meja
"makasih,tapi aku bisa makan sendiri sayang" tolak Rania..karena malu dilihatin sama orang2..
" jangan membantah..dan jangan hiraukan orang lain,,buka mulut kamu"perintah satria dengan sedikit keras...tapi aku benar2 ga enak dilihatin orang banyak.
"aku makan sendiri aja ya,,"bujuk Rania..
"kenapa apa kamu ga mau aku suapin.." suara satria sedikit meninggi
"bukan gitu..aku ga enak aja..aku makan sendiri aja ya" lalu satria melihat sekeliling kantin dan sedang dilihatin semua orang
"apa yang kalian lihat..jangn ada yang berani melihat kami..mengerti kalian" bentak satria kepada semua yang ada di kantin..dan membuat semuanya takut..belum pernah mereka melihat satria semarah itu..sangat menakutkan..
"lihat sekarang ga ada yang lihat kita..sekarang buka mulut kamu" satria masih saja ingin menyuapi..dan terpaksa Rania menurutinya..
"kamu kenapa sih sayang,,ko marah2 kaya gitu" tanya Rania si sela2 makannya
"aku cuma sedikit kesal sama kamu..aku udah nunggu kamu dari tadi.. tapi kamu malah masih sibuk belajar...ok kamu boleh serius belajar tapi jangan lupa buat makan.. aku khawatir kalau kamu sakit gimana.. waktu itu aja aku lihat kamu sampai keluar darah dari hidung.."Rania hanya menundukan kepala karena dia tahu kalau ssia salah..
"maaf" hanya kata itu yang terucap dari bibir Rania..
__ADS_1
"aku mau maafin kamu tapi dengan 1 syarat"
"apa"
"cium aku,,maka aku maafin kamu.."
"tapi"
"ga ada tapi tapian..kamu mau ga"
dengan sedikit malu Rania akhirnya mencium sekilas pipi satria..
"udah kan,,jangan marah lagi ya"
"ok..aku ga marah lagi,,tapi kamu juga harus janji ga akan lupa buat makan..walaupun sesibuk apapun kamu"
"iya sayang,,makasih udah perhatian banget sama aku" lalu satria langsung mencium pipi Rania..
tanpa sepengetahuan satria ternyata ada Amel yang terus melihat ke mereka dengan tatapan sangat marah..tanpa basa basi lagi Amel mendatangi mereka dan menggebrak meja
"satria,,jadi cewe ini yang buat kamu mutusin aku..dasar kamu cewe tukang perebut pacar orang..kamu ga tahu apa kalau satria itu pacar aku..gara2 kamu dia putusin aku"bentak amel kepada Rania
"jangan bicara yang bukan2 tentang dia..dan sekarang kamu pergi dari sini...sebelum aku benar2 marah sama kamu Amel"bentak amel..tapi Amel yang juga sudah sangat marah dia langsung menampar Rania ..
plaak. plaak...dua kali Amel menampar pipiku..aku sangat kesakitan dan aku merasakan perih di pipi aku..aku juga melihat bibirku mengeluarkan darah..
saat satria melihat Amel berani menampar sampai mengeluarkan darah di bibir Rania.. satri langsung mendorong Amel sampai jatuh..kamu ga akan pernah menginjakkan kaki di kampus ini mulai sekarang..lalu satria entah menelpon siapa.. setelah dia selesai menelpon..lalu datang kepala kampus ke kantin..dan menyuruh Amel untuk mengikutinya....
"awas kamu cewe murahan..akan aku pastikan kamu bakal terima balasan ku." ancam Amel sambil berbisik di telinga Rania..lalu Amel pun pergi...
"kamu ga papa kan sayang,,pasti sangat sakit ya,,maaf ya"ucap satria saat sedang membersihkan darah yang ada di bibir Rania
"iya,,udah ga papa ko..tadi kamu yang telpon kepal kampus apa,,waktu kamu selesai telpon ko dia langsung ada di sini"
"iya,,aku yang panggil.. sekarang kamu tenang aja ga akan ada yang bakal ganggu kita lagi"
"kamu yakin banget sih,,emang kamu mau apain Amel"
__ADS_1
"aku suruh kepala kampus buat keluarin Amel sekarang juga"Rania langsung melongo..dia bingung ko gampang banget dia bilang..emang ini kampus dia apa...
"sayang kamu ko mudah banget bilang keluarin Amel..emang kamu yang punya kampus ini"
"iya"satria menjawab dengan santainya
"ah jangan bohong gitu dong ga lucu tahu.. "
"emang kampus ini punya aku..makanya semua yang ada disini takut sama aku... tapi apa kamu ga tahu tentang ini" satria balik tanya ke aku
"aku sama sekali ga tahu" jawab Rania polos
"sayang,,atau kaya gini aja..selama kamu belajar di kampus ini..aku bebasin smua pembayaran tapi kamu tetap disini aja ya,,jangan ambil beasiswa itu,,, gimana sayang,kamu mau kan"
"sayang,,aku kan udah pernah cerita ke kamu kenapa aku mau beasiswa itu..masa kamu tega mensia sia kan perjuangan aku selama ini,padahal aku sangat bekerja keras buat beasiswa itu"
"baiklah kalau bagitu..kamu memang yang terbaik,,ga pernah mau manfaatin kekuasaan aku..kamu memang yang terbaik" satria langsung memeluk Rania sangat erat
"sayang,,nanti kamu ikut datang kan waktu perlombaan itu..kamu kasih semangat ke aku biar aku jadi juara"
"kemanapun akan aku temani kamu sayang.. kamu tenang aja aku pasti akan datang"
"makasih ya sayang"
Rania jadi inget ucapan Amel tadi,tapi dia ragu mau bilang ga ke satria..Rania takut itu cuma gertakan sambal aja..Rania sebenarnya kasihan ke Amel..tapi gara2 taruhan satria dia jadi korban juga..Amel sudah sangat sayang ke satria..jadi dia berani ngelakuin apapun sampai sampai berani menampar ku di depan satria..
"kenapa diem sayang ada yang kamu pikirin" satria mengagetkan aku yang lagi memikirkan nasib Amel
"ga ada sayang tadi aku cuma lagi menghapal tugas yang diberikan oleh Bu Tika"
"udah dong sayang,,masa waktu sama aku kamu masih saja mikirin yang lain"
"iya,,aku minta maaf"
"nah gitu dong,,kan kalau kamu nurut sama aku,,aku jadi tambah sayang ke kamu"
"iya,,aku nurut aja mau kamu"
__ADS_1
lalu mereka pun tertawa bersama,,tanpa peduli yang lain lagi...
bersambung...makasih banyak ya buat semuanya...dadah