Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
tiga puluh tiga


__ADS_3

Rania yang terpaksa maju ke panggung.. banyak mata pria yang memandang kagum melihat kecantikan Rania.. Rania begitu grogi ditatap oleh banyak pria.


Sinta yang baru masuk kedalam toilet merasa sangatlah bahagia.. dia akan membuat satria cinta lagi sama dia . Sinta tahu waktu itu adalah salah Sinta yang memutuskan hubungan. tapi mulai sekarang dia akan berusaha untuk mendapatkan cinta satria lagi...


karena terlalu senang,perut Sinta menjadi sakit dan akhirnya dia masuk lagi ke dalam toilet..


Rania yang sudah ada di panggung ditanyai oleh MC nya mau menyanyikan lagu apa.. karena perasaannya sedang gundah gulana akhirnya dia memberitahukan kalau dia ingin menyanyikan lagu pergi saja milik geisa


" baiklah,, mari kita sambut Rania.. mba Rania akan menyanyikan lagu pergi saja milik geisa.mari tepuk tangan buat Rania" ucap MC nya


satria yang sedang sibuk dengan hpnya akhirnya melihat kearah panggung.. dan satria terkejut ternyata Rania yang sedang berdiri disana... berarti dia tahu kalau tadi dia bernyanyi dengan Sinta.. satria mulai khawatir dan akan mendekati Rania.. tapi sebelum melangkahkan kaki Rania mulai menyanyikan lagu, jadi satria berdiri sambil reus menatap rania


terima kasih tuk duka yang kau beri


ku tak percaya kau telah begini


dulu kau menjadi malaikat dihati


sampai hati kau telah begini


berkali kali kau katakan sendiri


kini ku telah benci


cintaku telah pergi


pergi saja kau pergi


tak usah kembali


percuma saja kini


hanya mengundang perih


cukup tahu ku dirimu

__ADS_1


cukup sakit ku rasakan kini


berkali kali kau katakan sendiri


kini ku telah benci, cintaku tlah pergi


pergi saja kau pergi tak usah kembali


percuma saja kini hanya mengundang perih


buang saja kau buang cinta yang kemari


perasaan tak mungkin percaya mu lagi


Rania menyanyikan lagu dengan sangat menyentuh hati, hingga membuat yang mendengarkan ikut menitikan air mata.. tanpa terkecuali Rere dan Risa.. mereka akhirnya mendekati Rania yang masih di panggung lalu memeluknya..


setelah lagu selesai Sinta pun baru keluar dari toilet,, sementara saat satria akan melangkahkan kaki lagi tapi diberhentikan oleh Sinta..


"satria"Sinta memanggilnya dan memegang tangannya.. satria pun berbalik melihat Sinta


"kamu mau kemana sat,"tanya Sinta


"kamu kemana Rania, apa kamu marah sama aku." pikiran satria kalut mencari Rania tapi tetap tidak ketemu


sementara itu. Rania yang habis bernyanyi melihat Sinta memegang tangan satria membuat Rania makin sakit.. lalu meminta kepada teman temannya untuk segera keluar dari restoran.. dan langsung menuju gedung bioskop..


"RAN,lebih baik kita pulang aja yah. aku tahu kamu lagi sedih banget lihat satria sama Sinta kakak kamu itu" saran Rere kepada Rania dan di angguki oleh Risa


" kalau pulang aku malah bertemu sama sinta, lagian aku mau kita jalan jalan sebelum aku berangkat.. aku mau lebih lama sama kalian. lagian kan nanti pasti aku bakalan kangen banget sama kalian"


" baiklah, kami akan buat kamu bahagian hari ini.. jangan pikirkan tentang cinta dulu.. ok" Rania pun mengangguk dan masuk kedalam bioskop..


satria yang masih terus mencari keberadaan Rania masih belum bertemu. lalu ia pun mengambil hpnya dan menghubungi Rania


"ayo Rania angkat dong telpon nya. aku khawatir sama kamu.. aku tahu aku salah. tapi tolong angkat dulu teleponnya. aku mau kita bicara" satria masih saja menghubungi hp Rania..

__ADS_1


sementara Rania yang melihat hpnya terus berbunyi akhirnya mematikannya dan kembali fokus pada film yang sedang dilihatnya..


setelah selesai menonton di bioskop, mereka kembali ke taman hiburan. disana mereka benar benar membuat Rania begitu bahagia sampai sedikit lupain masalah dengan keluarga dan satria.. Rere dan Risa begitu kasus Han kepada Rania yang selalu saja menderita. sekarang malah ditambah dengan masalah satria.. tahu begini dari awal Rere dan Risa tidak akan ijinkan Rania jadian dengan satria..


setelah seharian mereka menghabiskan waktu bersama.. mereka pun memutuskan untuk pulang. lagian hari juga sudah malam.. Rere dan Risa menurunkan Rania di depan gang seperti biasa karena ga mau keluarganya curiga pada mereka


" kita balik dulu ya ran, semoga kamu ga sedih lagi. trus makasih buat hari ini. kita kita pasti akan bakalan kangen banget sama kamu nanti., dah Rania" Rere dan Risa pun akhirnya meninggalkan Rania


wajah Rania yang tadinya terlihat bahagia tiba tiba muram dan Rania akhirnya menangis. membayangkan kejadian sewaktu di mall..Rania pun jongkok karena merasa lemas...


tapi tidak lama ada suara langkah mendekatinya


"Rania" Rania pun menatap ke atas dan ternyata dia adalah satria.. Rania pun cepat cepat menghapus air matanya dan berdiri.. tangan satria mau membantu tapi ditepis oleh Rania


"mau apa lagi" tanya Rania sambil menahan air matanya supaya tidak jatuh


"Rania, aku mohon maafin aku.. aku tahu aku salah sama kamu" satria berusaha menjelaskan


"emang kamu salah apa sama aku." tanya balik Rania


" aku, aku salah sudah jalan dengan wanita lain"


"kamu ga perlu minta maaf sama aku, mungkin aku saja yang begitu bodoh.. dulu memang aku berkhayal bisa jadian sama kamu, karena aku benar cinta sama kamu . dan belum lama ini kamu seperti ini . mungkin kamu memang ga masuk buat berubah.. mungkin aku cuma mainan kamu.. bila kamu bosan kamu bisa cari yang lain.. ya kan aku cuma mainan kamu aja" satria menggelengkan kepalanya.


" ngga, itu ga bener sayang.. aku bener cinta sama kamu, buktinya aku serahin villa itu buat Rangga dan Alex karena aku mau sama kamu, dan aku juga putusin dia kan.." satria masih memberi pengertian pada Rania


Rania pun tertawa mendengar ucapan satria.. tertawa sampai mengeluarkan air mata karena begitu sakit di dada


"hahahaha,, cukup satria. jangan berbohong lagi pada ku. atau mungkin kamu masih taruhan dengan teman-teman kamu.." satria menggeleng karena ini bukan taruhan..


" jadi sewaktu di restoran itu pelayan itu sedang berbohong,, wah pasangan romantis, ternyata aku baru tahu kalau aku yang orang ketiga dong.. aku bukan mainan satria. aku benci sama kamu" Rania meluapkan amarah sambil memukul-mukul dada satria.. satria pun menerima pukulan itu karena ia tahu ia memang bersalah


" sekarang, hari ini, detik ini..."


" jangan Rania, jangan katakan itu." satria menutup mulut Rania

__ADS_1


" please jangan katakan itu.. aku cinta sama kamu Rania" satria memohon sambil memeluk dan menutup mulut Rania


bersambung dulu ya... lemasin otot-otot dulu.. jangan lupa like nya makasih yang buat baca.🖐️🖐️🖐️


__ADS_2