
jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan restoran baru saja tutup..semua teman juga berhambur pergi.. tinggal aku yang sedang menunggu ojol di depan restoran.. tak berapa lama mobil Sandy lewat dan memanggil ku
"ran,,aku antar pulang aja.. daripada disini sendiri"
"makasih mas sandy,, tapi kasian ntar ojol nya bentar lagi sampe"
"ya udah aku pergi dulu ya. soalnya aku juga masih ada kerjaan lain..maaf ya aku tinggal dulu"
"iya mas. ga papa..makasih ya"
mobil Sandy pun akhirnya pergi dan tinggal Rania sendiri,,sambil menunggu ojol Rania melihat hp dan sesekali membalas SMS dari temanya..dan dilihatnya Rania senyum2 sendiri.. Rania melihat jam tangannya tapi ko ojolnya belum datang juga ya..
sementara diseberang jalan ada mata yang memandang tanpa berkedip..dia adalah satria. yang sedari tadi menunggunya pulang kerja.. dia pun menyalakan mobilnya dan menuju Rania berada..
melihat ada mobil yang datang Rania pun melihat ke arah mobil..siapa se yang menghampirinya.. dengan perasaan sedikit takut Rania sudah ambil ancang2 buat lari.. karena dia hanya sendiri...
mobil itu pun berhenti tepat di depan Rania. dan pintu mobil pun terbuka..ahh ternyata satria yang keluar dari mobil
" kamu sendirian Rania,,ayo aku antar pulang" kata satria sambil tersenyum dan mendekatiku
"ahh,terima kasih..maaf aku ga bisa soalnya aku tadi sudah memesan ojol.lagian kasian sama mang ojolnya nanti"ucapku
"ya sudah,,aku akan menunggumu juga disini"
"hah"apa aku ga salah denger.
"hey,kenapa kamu diam aja.. aku ga mau kamu kenapa Napa. lagian ne kan udah malam dan kamu sendirian. kalo aku tinggal aku yang akan kepikiran kamu terus.. boleh ya aku ikut menunggumu disini"
"aahh iya terserah kamu aja.. tapi apa ga repotin kamu. aku ga enak sama kamu"
"udah tenang aja"
__ADS_1
" trus ko kamu bisa ada disini se"
" tadi aku habis dari rumah temen,dan pulang lewat jalan ini.. lalu aku lihat kamu berdiri sendirian. jadi aku datangi aja kamu" menjelaskan sambil tersenyum
"ohhh.makasih y"
"iya,santai aja kali..oh ya kamu tahu kan nama aku,,ko kayanya dari tadi manggil nya aku kamu..kan aku juga punya nama"
"iya aku tahu.. kamu kan di kampus idola kampus. mana mungkin aku ga tahu"
" trus kamu salah satu fans aku bukan ya"
"ahh maaf"
"hehehe..udah jangan kaget gitu dong,,sekarang kamu panggil nama aku aja ya.jadi terlihat sedikit akrab"
"ahh baiklah..sat tri a"
ko ojolnya lama banget se..setelah menunggu aga lama si mang ojolnya datang..
"iya mang ga papa, bentar mang aku pamitan dulu ma temen aku dulu"
"mang ojolnya udah datang..makasih y udah mau menemani ku nungguin ojolnya"
"iya sama2,,tunggu Rania.. boleh ga aku minta no telp kamu"
"iya.. sini hp kamu" Rania pun memencet hp milik satria..."
" udah ya.. selamat malam satria.. sekali lagi makasih ya"
kami pun akhirnya berpisah... akhirnya aku dapat no telp kamu.. aku akan pastikan kamu akan jadi milik aku Rania ..aku percaya itu.. satria pun kembali Ke mobil dan menyalakan mobilnya...........
__ADS_1
setelah sampai rumah Rania berjalan dengan mengendap endap..Rania tidak mau penghuni rumah tahu dia baru pulang..lebih baik tidak bertemu dan menghindar dari mereka...tapi kenyataanya berbeda.. ayah dan kakaknya telah menunggu nya.. dan seketika smua lampu pun menyala
"dari mana saja kamu Rania!!!" sambutan dari ayahnya yang sedang duduk disamping juga sudah ada kakaknya Sinta
aku pun hanya diam mematung dan tidak berbicara sepatah katapun.karena mau membela diri pun akan tetap disalahkan..jadi lebih baik diam.
"kenapa ga jawab pertanyaan ayah..kamu tahu sekarang jam berapa..kamu itu wanita.. jaga nama baik ayah.setiap hari tidak ada dirumah..mau jadi apa kamu" ucap ayahnya sambil emosi
aku cuma tersenyum mendengar perkataan ayahnya..perkataanya begitu menyakitkan.. ingin rasanya menangis..tapi tidak,,aku tidak boleh lemah dihadapan ayah dan kak Sinta... biar saja mereka bicara apa aku ga peduli.. aku dah terlalu cape dengan hari ini...
karena ga tahan melihat aku diam saja..ayah pun mendekat dan langsung menampar pipiku dua kali...aku yang begitu terkejut langsung memegang pipiku dan langsung ada darah di sela2 bibirku...
" udah puas puas yah..atau masih kurang" aku yang begitu emosi pergi ke dapur dan mengambil sapu yang ada di pojokan pintu
"ini ambil.. pukul aku kalo masih kurang puas..ayo pukul..lebih baik aku mati dan bertemu ibu daripada disini ga ada yang sayang lagi padaku.." aku sambil menangis memohon supaya ayah menghabisinya sekalian...
"apa ayah pernah sedikit saja sayang ke Rania..sejak ibu ga ada ayah jadi berubah ke aku.. apa salah Rania ayah..kenapa ayah hanya menyayangi kak Sinta..padahal dia cuma anak dari adik ayah..sementara aku yang anak kandung tidak pernah kau sayang.. apa ayah tahu gimana perasaan Rania. rania hanya pengen disayang sama ayah..Rania rindu ayah yang dulu...Rania benci kak Sinta."
ucap Rania masih sambil menangis
"Rania.. diam..jangan mengalihkan pembicaraan.. kenapa malah jadi kamu yang benci ke kak Sinta..dia itu tulus sayang ke kamu dan selalu perhatian ke kamu" bicara dengan nada keras sang ayah
"ya terus saja ayah bela kak sinta..jadi jangan pernah pedulikan Rania lagi.. mau Rania sakit,kelaperan,kecapean,bahkan Rania matipun jangan pernah peduli lagi.. aku benci kalian berdua"Rania menangis sambil menuju ke kamar dan langsung mengunci kamar
kenapa,kenapa aku menangis lagi..aku ga boleh kaya gini..aku harus buktiin ke ayah dan kak sinta..aku bisa bertahan tanpa mereka.. bahkan aku akan berhasil dengan tanganku sendiri..akupun langsung duduk di belakang pintu dan menelungkupkan wajahku..sampai tanpa sadar aku tertidur.
"ayah,,kenapa sangat keras dengan rania.malah sampai menamparnya" sesal kak Sinta...sebenarnya kak Sinta sangat menyayangi adiknya..tapi semenjak ibunya meninggal Rania tidak mau bermain lagi dengannya..Rania yang dulu sangat periang berubah jadi pendiam.. apalagi sekarang Rania tidak pernah berbicara pada ayah dan kak Sinta..memang benar semua kebutuhan Sinta selalu terpenuhi..semua yang dia pengen pasti diberikan oleh ayahnya.. berbeda dengan Rania yang tidak pernah meminta apapun kepada ayahnya
"maafin ayah Sinta..ayah tadi begitu emosi.. Rania tadi sudah kelewat batas Sinta,,. jadi ayah ga sengaja menampar pipinya" sesal ayah..apalagi melihat di sudut bibirnya ad darah..ayahnya langsung duduk lemas di kursi
"ya udah besok ayah minta maaf sama Rania.. lebih baik sekarang ayah tidur saja ya..jangan dipikirin masalah tadi..nanti ayah malah sakit" bujuk Sinta supaya pergi tidur..
__ADS_1
ayah pun berdiri dan berjalan menuju kamar tapi sebelum masuk kamar.. ayah melihat pintu kamar Rania..maafin ayah Rania... dan akhirnya ayah masuk ke dalam kamar...
TBC dulu y....