
Amel menunggu keputusan yang aka diambil satria... dilihatnya satria yang terdiam sejenak..
"bagaimana,,kamu mau pilih kita balikan atau kamu ga akan pernah melihatnya lagi"
"baiklah aku terima,,kita sekarang balikan...lalu dimana Rania sekarang'' satria berpura2 menerima Amel kembali...
"dia sekarang ada di dalam ruangan itu" Amel menunjuk salah satu ruangan..
"kamu tidak berbohong kan sama aku."
"kenapa kamu masih masih memperdulikan dia sayang..kan udah ada aku disini"jawab Amel sambil melangkah mendekati satria..
"iya,tapi aku kasihan sama dia..biarin dia pergi ya sayang"satria terus berusaha merayu Amel supaya Rania bisa bebas
"apa kamu bilang barusan,,,apa aku ga salah dengar"Amel sangat bahagia ketika satria memanggilnya sayang
" iya,sayang..kamu mau kan bebasin dia,,"Amel yang begitu bahagia tanpa sadar menganggukan kepalanya dan mengambil kunci dari saku celananya..dan satria melihat salah satu kunci terjatuh di lantai...
"ini kuncinya,,ayo akan aku bawa kamu buat lihat cewe pelakor itu" Amel menarik tangan satria..
lalu saat kunci diputar dan pintu itu pun mulai terbuka...mata satria langsung mencari keberadaan Rania..Amel dan satria pun berjalan masuk ke dalam ruangan itu...dan satria langsung menemukan keberadaan Rania yang tangan dan kakinya terikat dan sudah tidak sadarkan diri.tubuh Rania sudah dipenuhi banyak darah..satria sudah tidak tahan melihat keadaan Rania yang sangat menyedihkan..satria sudah sangat emosi dan benar2 marah..
"kamu sekarang udah lihat kan sayang..jadi sekarang kita bisa tinggalin dia sendiri disini"Amel memeluk pinggang satria
"lepaskan tangan kotor kamu" ucap satria sangat marah
"kamu kenapa satria"Amel bingung satria berubah sangat menyeramkan
"kamu wanita yang bodoh,siapa yang mau balikan sama kamu..aku ga akan ampuni kamu amel"satria menggenggam tangan Amel sangat kencang..tapi satria tidak tahu kalau tangan yang satunya mengambil pisau dari belakang baju Amel..lalu Amel menggoreskan ke tangan satria..dan terlepas genggamannya..Amel berlari mendekati Rania yang sudah tidak sadarkan diri..
"jangan mendekat,,kalau ga dia akan mati" sambil memegang pisau ke leher Rania...satria langsung panik dan mengangkat kedua tangannya
"jangan lakuin itu Amel...Rania sudah ga berdaya,,jadi tolong lepasin Rania" satria memohon pada Amel..
__ADS_1
"kamu rela memohon hanya untuk cewe seperti ini satria..kenapa satria..kenapa kamu ga bisa lakuin itu ke aku..aku sangat mencintai kamu" teriak Amel sambil terus menancapkan pisau..
"tenang Amel..tolong tenanglah" Amel terus berusaha mundur ke belakang..tanpa melihat ada kayu dibelakangnya
"Amel,,aku minta maaf..aku ga bisa mencintai kamu..karena hati aku sudah terisi..dan dia adalah Rania,,"
makin lama Amel terus mundur dan membuat dia tersandung ke belakang.. satria langsung bergegas menolong Rania.. dan di saat yang sama Amel langsung berdiri dan menusukan pisaunya.. untung tidak mengenai mereka,,lalu satria mengambil kayu yang ada di depannya dan memukul ke pundak Amel..
Amel pun langsung tidak sadarkan diri
satria lalu membopong Rania yang tak sadarkan diri dan keluar dari ruangan itu.. satria menuju ke di depan pintu..tetapi ternyata pintunya terkunci..satria mencoba buat membuka pintu itu tapi karena tangannya terluka jadi dia sedikit kesusahan..
lalu satria ingat tadi dia melihat amal menjatuhkan kunci dan mungkin itu kunci pintu ini..lalu Rania diturunkan ..dia pun segera mencari kunci yang terjatuh tadi
setelah menemukannya satria kembali menuju ke depan..pelan2 satria memasukkan kuncinya dan memutarnya..dan akhirnya bisa terbuka.. setelah itu satria membopong Rania lagi dan langsung pergi dari gudang itu
di dalam perjalanan satria mencoba membangunkan Rania tapi tidak ada respon.. satria tidak peduli lagi dengan luka yang ada di tangannya.. satria begitu khawatir dengan keadaan Rania yang tidak bangun2...
"mas, biar mbaknya di letakan disini saja" satria langsung meletakan rania..
"sus,cepat panggil dokter sekarang juga.." satria menyuruh ke salah satu suster yang ada di sana
"baik mas,mba nya di bawa masuk dulu ya mas..masnya tunggu disini aja dulu.." lalu suster itu membawa Rania masuk ke dalam ruang UGD dan pintu pun langsung ditutup
satria merasa sangat cemas..satria berharap today akan terjadi apapun terhadap Rania.. dia terus menunggu di depan pintu sambil mengintip dari lubang kecil
"maaf mas,, sepertinya tangan mas juga terluka.mari ikut saya..akan saya obati mas.." tapi satria menggelengkan kepalanya..satria ga peduli dengan luka di tangannya..dia hanya ingin tahu keadaan Rania sekarang
"kalau mas ga mau..nanti malah jadi infeksi.. mari ikut saya dulu biar saya obati dulu" akhirnya satria mengikuti apa kata suster itu..
sambil mengobati..satria lalu bertanya ke suster itu
"oh iya sus.. gimana keadaan Rania ya tadi.. pasti suster udah tahu kan"
__ADS_1
"maaf mas,saya tidak tahu..lebih baik mas nanti tanyakan langsung ke dokternya"
"ya,, terimakasih ya sus" suster itu pun selesai mengobati satria..
"iya sama2 mas"satria pun kembali menuju pintu UGD..satria mencoba membukanya tapi masih saja pintunya terkunci..
setelah menunggu begitu lama akhirnya pintu itu terbuka dan dilihat nya dokter itu
"permisi dengan keluarga korban"
"saya dok..gimana keadaan Rania sekarang.. apa sudah siuman dok"
"maaf mas,,luka sudah dibersihkan tapi pasien belum sadarkan diri..jadi kamu belum tahu apa ada luka yang serius di dalam tubuhnya.."
"kapan dia akan siuman dok"
"mungkin besok dia mulai siuman,setelah itu baru kami akan melakukan tes kesehatan.."
"apa saya bisa menemuinya dok"
"bisa,,tapi biarkan dia istirahat ya"
"makasih dok"lalu dokter itu pun pergi..dan perlahan2 satria mendekati Rania yang masih memejamkan matanya
satria mengusap pipi yang terlihat sangat memar dan satria mengecup kening Rania.
"cepat bangun ya sayang,,aku ada disini.." satria lalu memegang tangan Rania..diusapnya tangan Rania yang begitu dingin..
lalu satria duduk di kursi dekat Rania dan satria menelpon Rangga dan Alex buat bilang Rania sudah ditemukan dan sekarang ada di rumah sakit..satria juga menyuruh teman2 nya buat ke gedung di belakang kampus untuk menangkap Amel
setelah menelpon teman2 nya..satria langsung menaruh hpnya di meja..dan ikut tiduran di dekat Rania..satria mengusap rambut Rania dan setelah itu memeluknya... lama2 satria merasa sangat mengantuk dan dia memejamkan matanya. satria tidur di samping Rania sambil memeluk Rania erat
bersambung dulu ya,,, makasih
__ADS_1