Aku Hanyalah Mainan

Aku Hanyalah Mainan
dua puluh sembilan


__ADS_3

satria terkejut melihat siapa yang hampir ia tabrak... begitu juga Rania terkejut ternyata yang hampir menabrak anak kecil itu adalah kekasihnya sendiri...


"satria"


"Rania"


Meraka berdua sama sama terkejut..Rania melihat satria seperti ada yang beda. dilihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"kamu kenapa sat, ko kamu berantakan bgt kaya gini,, terus kenapa kamu sampai tidak lihat ada anak kecil yang mau menyebrang.. kali terjadi apa apa sama anak kecil itu gimana" rania mulai tidak sabar meminta penjelasan dari satria


"maafkan aku Rania.. tadi q beneran lagi tidak konsentrasi saat menyetir"perlahan mendekati Rania


" jangan minta maaf sama aku, tapi minta maaflah pada anak kecil ini.. biar bagaimanapun kamu hampir saja menabraknya"


lalu satria mendekati anak kecil itu..


"adek, kakak minta maaf ya tadi kakak salah udah mau menabrak adek,, apa ada yang sakit.. kalo ada yang sakit kita kerumah sakit yah"


"aku ga papa ko kak.. aku juga yang salah langsung menyebrang aja tanpa melihat ada mobil kakak yang lewat"anak kecil itu tersenyum.. lalu mendekati Rania


"kakak cantik makasih banyak atas bantuannya tadi ya kak,,kalo tidak ada kakak pasti q udah dihajar oleh preman2 itu"Rania tersenyum dan memeluk anak kecil itu


"iya adek..tapi lain kali adek kudu lebih hati2 lagi janga sampe ketemu sama mereka lagi.. atau kalo perlu hindari mereka"


"iya kakak cantik makasih udah perhatian sama aku" lalu anak kecil itu melihat ada darah di lengan baju rania.


"kak,lihat lengan baju kakak berdarah" satria langsung melihat kearah lengan baju rania dan benar saja bajunya sudah banyak darah


"Rania, lengan kamu.. ayo sekarang kita ke rumah sakit.. "satria langsung menggandeng tangan Rania tanpa mempedulikan anak kecil itu


"tunggu bentar satria" Rania melepaskan pegangan tangan satria


"kenapa lagi apa kamu ga merasakan sakit.. aku khawatir sama kamu Rania. ayo cepat" satria akan menggandeng tangan tangan Rania tapi buru2 ditepis sama Rania membuat satria bingung


"sebentar satria,, apa kita akan tinggalin dia sendiri disini.. terus kalo preman2 itu datang lagi bagaimana"lalu satria sadar ternyata masih ada anak kecil,sampai lupa karena takut terjadi sesuatu sama Rania

__ADS_1


"maaf, aku sampai lupa.." satria langsung mendekati anak kecil itu..


"rumah kamu dapat mana dek"


"dijalan anggrek gang pertama"lalu tanpa pikir panjang satria langsung menggendong anak kecil itu" Kakak akan antar kamu pulang. kebetulan arah jalan ke rumah sakit sama"


tidak lupa satria juga menggenggam tangan Rania untuk ikut masuk kedalam mobilnya...


setelah mengantar anak kecil itu mereka langsung menuju ke rumah sakit.. didalam perjalanan satria hanya diam dan menatap luru ke jalan.. Rania bingung sebenarnya apa yang terjadi padanya.. sambil memegang tangannya yang terluka Rania selelu meperhatikan tingkah satria


akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.. sebenarnya Rania ingin sekali bertanya tapi keburu ada perawat yang menghampir mereka


"permisi tuan ada yang bisa kami bantu" tanya perawat ke satria.. tapi pandangannya seperti yang sangat mengagumi sosok pria.rania yang melihat sedikit mencubit tangan satria


"auchh sakit " keluh satria sambil mengusap usap tangan bekas cubitan Rania


" kamu kenapa seh Rania,, kok aku dicubit seh.. kan sakit"


"biarin ja.. suka2 aku".


"sus,,ko malah bengong seh".


"eh maaf tuan,, mari mba ikut masuk ke dalam buat diobati lukanya" suster langsung membawa Rania masuk kedalam ruangan


setelah diobati dan di perban tangan Rania,, satria langsung bertanya kepada dokter


"gimana keadaan Rania dok,"


"hanya luka luar tuan,, nona Rania sudah bisa pulang dan tidak perlu untuk menginap di rumah sakit,, tapi setelah satu Minggu bawa dia kembali kemari untuk dibuka perbannya"


"baik dok, terima kasih"


" dan ini resep yang harus diambil di apotik,, dan minum obatnya supaya tidak terlalu merasakan sakit" dokter menyerahkan kertas pada satria dan berjabat tangan


" iya makasih dokter,kami permisi dulu" mereka pun keluar dan bergegas menebus resep di apotik dan melanjutkan perjalanan kerumah Rania

__ADS_1


setelah sampai di depan gang Rania menghetikan mobil satria


" berhenti satria sampai disini saja yah kamu antar aku.. aku belum ga mau ayah dan kakak aku tahu.."


"tapi Rania,aku ga tega kamu masuk kerumah sendiri,biar q yang antar yah" satria bersikeras mengantar Rania sampai rumahnya kalau perlu bertemu langsung dengan ayah dan kakaknya


"ga usah sat,, aku belum berani.. udah kamu percaya sama aku,. lebih baik kamu pulang aja ya, please" Rania memohon pada satria dengan mata yang di kedip kedipkan..


melihat Rania yang memohon dengan mata yang seperti itu membuat satria tidak tega dan akhirnya mengangguk


" baiklah, tapi kalo udah sampe langsung kabari q ya" sambil mengusap rambut Rania


"iya, makasih ya sayang" Rania memeluk dan mencium pipis satria.. lalu Rania memakai jaket Hoodie dan menutup kepalanya..


" aku masuk dulu ya sat" setelah keluar dari mobil dan melambaikan tangan ke satria


lalu satria meninggalkan Rania..Rania lalu buru buru masuk ke dalam rumah, dan membuka pintu depan..


Rania masuk secara perlahan dan berjinjit, supaya tidak ada yang mendengar dan melihatnya baru pulang..


tapi sangat disayangkan sekali ternyata semua keinginannya tidak tercapai,karena secara tiba tiba semua lampu menyala,sehingga Rania seditit terkejut, tapi Rania berusaha supaya tidak ada yang mengetahui mimik muka terkejut Rania.. Rania mengatur napas dan perlahan berbalik..dan ternyata kakaknya yang menyalakan lampu..


"ternyata kamu, ada apa, pake di nyalain semua lampunya," tanya Rania


" kamu ko baru pulang se, untung ayah udah tidur dan tadi ayah tanyain kamu, trus q jawab kalo kamu udah tidur karena kecapean" Sinta berbicara pada Rania


"emang apa peduli Lo,, gue pikir Lo bakal lapor ke ayah kalo aku belum pulang, trus ayah bakal marahin gue,, trus lu bakal senang kan,, kenapa ga Lo lakuin"


"RAN,,gue tahu gue selama ini salah,gue udah rebut perhatian ayah dari Lo.. makanya hari ini gue minta maaf buat segalanya yang udah gue lakuin ke kamu" Sinta mencoba mendekati Rania.


Rania terkejut dengan permintaan maaf dari Sinta, kenapa Sinta sekarang berubah, biasanya dia akan senang kalo q dimarahi oleh ayah..


"ran,gue benar benar minta maaf sama kamu.. atau gini aja, aku bakalan buat ayah perhatian sama kamu atau kamu mau apa supaya kamu mau maafin aku" tanya Sinta serius


ceritanya disambung besok lagi ya,, maaf udah lama banget baru update lagi... tapi q usahain buat sering update,atau mungkin tiap hari update lagi...tapi q mohon supaya tinggalin jejak kalian dengan cara klik tombol like nya, jadi q juga semangat buat update.. makasih dan selalu jaga kesehatan yah..

__ADS_1


__ADS_2