
sudah tiga hari papi dan Fatimah di Garut dan kabarnya hari ini akan pulang k jakarta Kay senang mendengarnya dan yang membuatnya lebih senang adalah umi akan ikut ke Jakarta dan menetap disini menemani Kay.
" mang hari ini ada rapat direksi, tapi Kay ga bisa lembur, umi datang hari ini dari kampung dan mau tinggal bareng Kay, hari ini memang yang lembur ya biar besok² aku yang lembur " pinta Kay.
" ya sudah, temani umi mu dulu biar mamang yang lembur hari ini " mang darma memenuhi permintaan Kay.
" makasih mang..." jawab Kay seraya memeluk mang darma yang sudah kau anggap seperti ayah sendiri.
" tapi kau Kamang bisa minta tolong juga ga " tanya mamang.
" bisa mang, mau minta tolong apa? " Kay balik bertanya.
" Mampang mau pinjem uang kalo Kay ada ga banyak cuma dua ratus aja buat beli beras dan ongkos mamang, gajian masih 5hari lagi tapi beras dan persediaan ongkos mamang sudah habis" keluh mang darma.
" ada mang, dan ga usah diganti anggap aja lembur mamang hari ini kau bayar lunas " jawab Kay.
" makasih Kay nanti kalo uang lembur turun mamang ganti ya..." seraya mengambil uang yang kay berikan.
" ga usah mang, uang ini Bonus lembur mamang" jawab Kay.
" Alhamdulillah..." mang darma bersyukur.
jam empat sore Kay sudah meninggalkan kantor bersamaan dengan karyawan yang lainnya.
" Kay... tumben dah pulang " teriak mas Agung sambil berlari menghampiri Kay.
" ya mas, udah bilang juga sama Bu Inge dan mang darma, umi kan mau ke sini sore ini barusan wa sudah di tol dalam kota " jawab Kay.
" ya sudah biar ku antar, pinjam helm dipos satpam sana " mas agung menawarkan tumpangan.
" assekk ada yang ditebengin " seru Kay sambil berlari meminjam helm ke pos satpam.
agung mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menelusuri jalan yang basah karena habis diguyur hujan.
" Azizah apa kabar nya ya, sudah 2 Minggu ga ada kabarnya " tiba² mas agung bertanya.
" mana ingat kita mas kan dia lagi bulan madu " jawab Kay sekenanya.
" ya juga sih, tapi kangen aja sama suara manja nya " gumam mas agung.
" ah curang masa Azizah aja yang dikangenin aku engga " Kay pura² ngambek .
" gimana aku mau kangen sama kau kay, tiap jam kau lewat depan mata ku " jawab mas agung dengan logat Batak.
mendengar itu Kay hanya tertawa.
Kay tiba di rumah bersamaan dengan mobil yang membawa papi dan umi masuk keparkiran.
" assalammualaikum " semuanya sapa kay.
" wa'alaykumussalam... " jawab mereka semua berbarengan.
Kay dan mas agung menyalami papi dan umi bergantian dan kami bersama-sama masuk kedalam rumah.
kay langsung ke dapur membantu bibi membuatkan minuman.
" tumben bisa bareng pulangnya, kejadian langaka ini " seru papi saat Kay .membawa nampan berisi minuman.
" iya Pi, tadi kay izin pulang lebih awal " jawab Kay seraya meletakkan gelas minuman di atas meja.
" mau jadi karyawan teladan Pi " ledek mas agung.
ku angkat nampan seakan² ingin melempar ke arah mas agung, mas agung pun reflek menundukkan kepala dengan kedua tangan menutupi kelapanya. papi dan umi yang melihatnya tertawa geli melihat kelakuan agung dan Kay.
" Bi tolong simpan tas dan rapihkan baju umi Husnah ke lemari kamar tamu " perintah papi ke bibi.
__ADS_1
" ya tuan " jawab bibi seraya membawa tas umi ke kamar tamu.
tadinya papi mengajak kita semua untuk makan malam diluar tapi umi menolaknya dengan alasan ingin beristirahat. jadilah kami malam ini makan malam dengan menu nasi goreng bang Udin yang tiap malam mangkal di samping halte.
selesai makan malam malam papi melakukan panggilan Vidio call dengan Azizah. banyak sekali obrolan yang dibicarakan salah satunya mengabarkan Azizah kalau umi sudah di Jakarta
dan akan menetap di Jakarta menemani kay dan papi bersedia stay dengan Azizah di luar negeri.
Azizah yang mendengar kabar ini sangat bahagia dan sangat bersyukur akhirnya papi bisa tetap tinggal bersamanya. Azizah juga memberi kabar jika lusa sudah tiba di Jakarta karena Joan ada urusan bisnis yang harus dikerjakan dan bulan depan sudah harus kembali ke australia. selesai Vidio call dengan Azizah mas agung pamit pulang, papi langsung menggendong Fatimah yang sudah terlelap dipangkuannya ke dalam kamar sedangkan Kay menemani umi ke kamarnya dan melanjutkan lepas kangennya di kamar.
" bagaimana kerjaan mu kay " tanya umi.
" Alhamdulillah lancar dan aman umi..., bagaimana dengan murid² mengaji umi disana kalau umi disini " tanya Kay sambil memijit kaki umi.
" Alhamdulillah anak² mau dibimbing mengaji dengan ustadzah Rina " jawab umi
" mi maaf... Kay belum menemukan org yang memiliki sapu tangan ini " keluh Kay kepada umi.
" tidak apa² Kay, mungkin belum saatnya " sahut umi.
" mungkin... " sahut Kay pelan.
" jangan bersedih Kay, dari awal kan uni sudah bilang jangan terlalu banyak berharap, cukup doa kan yang terbaik untuk ayah mu " nasehat umi.
tak lama pun Kay melihat umi sudah tertidur lelap, Kay menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu kamar, kemudian kembali ke kamarnya.
saat tiba dikamar Kay mendengar suara panggilan dari hp nya dan mati ketika Kay menggeser tombol hijau dilayar.
dilihatnya 10 panggilan tak terjawab dari si bos congkak.
mati gue, ada apa lagi ini si bos congkak sampe menelponnya berkali².
dengan ragu² Kay memanggil ulang no telpon si bos congkak
" Kay ini aku Yoga temen bos mu, kamu bisa nemenin bos kamu ga di rumah sakit Sakti Husada saya mau mengurus administrasi nya tapi ga ada yang nungguin bos kamu " pinta Yuda diseberang sana.
" bisa pa Yuda, kirim saja ruangannya nanti saya kesana " jawab Kay.
" bos mu masih di UGD cepat kemari ya " penrintah Yuda.
" baik pa " Kay memutuskan sambungan telpon dan memesan ojek online, selang beberapa menit ojeknya sampai dan mengantar kan Kay ke RS Sakti Husada.
sesampainya di UGD Kay melihat si bos congkak sudah dipenuhi luka bacok, ternyata si bos menjadi korban begal, walaupun motor nya hilang Alhamdulillah nyawanya tertolong.
" makasih Kay sudah mau datang cuma kamu yang menelpon balik panggilan gue dari hp Aditya " kata Yuda seraya menyalami ku.
" ya pa sama², kebetulan juga RS nya Deket jadi saya bisa kesini " jawab Kay.
" bos Lo ini anak tunggal, papi nya lagi diluar negeri, di kontak dia cuma Lo yang gue kenal makanya gue telp Lo." Yuda menjelaskan ke Kay kenapa malam² dia menelepon Kay.
" kenapa saya pa, kan banyak temen nya si bos, cewe nya si bos juga banyak " tanya Kay asal.
" pertama Lo tuh karyawan yang sering melayani bos Lo, kedua cuma Lo yang ngebales telpon gue, ketiga kalo cewe² nya si Aditya yang nemenin yang ada bukan istirahat tapi olah raga bareng, ngerti " tanya Yuda.
" yang pertama dan kedua saya ngerti pak tapi yang ketiga saya engga " kay pura² bodoh.
"y udah ga perlu dingertiin, sekarang kamu tungguin bos mu sampai dia masuk ke ruangan rawat inap saya mau ambil bajunya dia, inget tungguin jangan ditinggal pulang, awas !!" ancam yuda, tidak lupa Yuda memberikan no telponnya
tidak beberapa lama Yuda pergi, si bos congkak dipindahkan keruang perawatan VVIP, Kay pun memberi kabar kepada Yuda, Yuda membalas dengan emot icon jempol dan bilang besok baru akan kembali ke RS.
Kay menulis pesan kepada umi dan papi kalau malam ini dia harus menginap di RS menjaga bosnya yang menjadi korban begal.
Kay juga menulis pesan kepada mas agung dan Bu Inge tentang si bos yang dibegal dan temannya si bos meminta dirinya untuk menjaga si bos. dan jawaban mereka pun sama, tolong jaga si bos sampai mereka datang besok sore jadi Kay di izinkan untuk tidak masuk besok.
jam menunjukan pukul setengah lima lewat saat si bos terjaga dan melihat Kay sedang melaksanakan sholat subuh.
__ADS_1
saat Kay selesai berdua si bos congkak meminta diambilkan minum. " bisa minta tolong ambilkan minum ".
Kay pun menyodorkan gelas ke mulut si bos congkak dan si bos pun langsung meminum air di gelas dengan sedotan.
" siapa yang menyuruh mu kesini " tanya si bos.
" pak Yuda pak bos " jawab Kay singkat.
" owh... ya sudah kalau begitu kamu aku tugas kan untuk merawat ku disini sampai aku sembuh" perintah si bos congkak.
" siap bos " tanpa berfikir lagi Kay menyanggupinya, bagaimana bisa menolak jarak rumah Azizah ke RS ini hanya 10 menit kalo Azizah bilang kepleset juga nyampe.
begitulah 2 hari ini kau sudah berpindah tugas dari kantor ke RS, yoga memerintahkan Kay agar Sandra dan Alena dilarang menemui si bos congkak dengan alasan jika bertemu pasti berantem.
benar saja hal itu terjadi saat ini. ketika Kay sampai ke kamar tempat bos nya dirawat sudah ada Alena sedang berciuman dengan bos congkak.
karena aku tau pasti akan berlanjut dengan adegan yang tidak pantas pun aku memilih keluar kamar dan memainkan hp ku.
selang beberapa lama kudengar teriakan seseorang dari dalam
kamar, ternyata benar sudah ada sandra disana yang menjambak rambut Alena, si bos yang melihat hal tersebut hanya tertawa.
Kay berusaha melerai tapi tak kuasa, akhirnya ia mengambil air es untuk mengompres kaki pak bos yang bengkak dan menyiramkan nya ke mereka berdua.
Sandra yang kaget melepas tangannya dari rambut Alena dan melotot ke arah Kay, saat Sandra ingin bicara Kay berteriak " diaaam, jangan ada lagi yang berbicara kalian, aku pikir kalian wanita kaya yang terhormat tapi bagi ku kalian sama saja seperti psk yang sedang memperebutkan langganan, liat laki² yang kalian rebutkan hanya tertawa jijik melihat tingkah kalian " oceh Kay.
Yuda yang melihat Kay berbicara seperti itu langsung bertepuk tangan dan berkata " kalian dengar apa yang wanita ini katakan, pakai otak kalian dan bercermin lah, pakai juga otak kalian".
Kay menoleh ke arah Yuda dan tersenyum.
Alena merapihkan rambut dan pakaiannya seraya berkata " benar yang dikatakan Yuda dan wanita ini, tapi satu hal aku tidak pernah memperebutkan Aditya karena aku tidak menginginkannya hubungan ku dan Yuda hanya teman tapi mesra tidak lebih, sampai jumpa lagi sayang " ucap Alena sambil mencium mesra Aditya dan melangkah pergi.
tinggal Sandra yang masih berdiri disini menangis, dan berkata " aku mencintai mu dit "
Adit yang mendengar dengan entengnya dia berkata " kalau kau mencintai ku tidak akan mudah kau memberikan keperawanan mu kepada laki² lain dan kau pun harusnya menolak untuk aku jamah, sebagai wanita kau tidak mempunyai harga diri dan aku sebagai laki² mana menolak jika perempuan bodoh menawarkan dirinya itulah mengapa aku selalu menolak untuk melepas pengaman jika sedang bermain dengan kalian ".
Sandra yang mendengar perkataan Aditya semakin sedih dan tidak percaya dengan apa yang Adit katakan, tangisnya pun semakin menjadi², kau menghampirinya dan berkata "pulanglah mba, tenangkan diri mba dirumah".
Sandra pun pulang dengan wajah yang sembab
karena menangis dan si bos hanya tertawa sinis.
" kamu... kan sudah aku bilang larang 2 orang ini
kalau masuk " tiba² pa Yuda membentak ku.
" ishh pa Yuda ga bisa dong marah² kalau ga tau asal muasalnya " protes Kay.
" marahin tuh si bos yang mesum ga liat² tepat, tangan di infus dan di perban aja masih mesumm " seru Kay jengkel.
" hahaha... abis enak Kay, kamu aja belum ngerasain kalau udah bakalan nambah terus " jawab bos congkak mulai mesum lagi.
" huft... dasar penjahat kelamin " seru yoga seraya melempar bantal sofa ke arah Aditya.
sepuluh hari merawat si bos di RS membuat hubungan kay si bos dan pa Yuda makin akrab, dan hal ini membuat si bos mengangkat aku menjadi asisten pribadinya aku pun berbagi tugas dengan mas agung. mas agung mengurusi pekerjaan kantor sedangkan aku lebih mengurusi keperluan dan kebutuhan pribadi si bos.
kadang kay merasa bersalah dengan umi,kay yang mengajak umi ke Jakarta tapi kay juga yang sering meninggalkan umi sendirian.
akhirnya umi memutuskan untuk kembali pulang ke Garut dan kay pun mengizinkannya.
hubungan kay dengan si bos congkak pun semakin dekat dan akrab dimana ada dia pasti ada aku, eh ada mas agung juga deh. hal ini membuat ada rasa nyaman didiri Kay, dan si bos pun tenyata merasakan hal itu. hingga pada suatu malam Kay diajak si bos congkak mengurus bisnisnya ke australia.
Kay dan mas agung senang mendengarnya karena berarti Kay bisa bertemu dengan Azizah.
pulang dari Australia Kay dan si bos resmi berpacaran, ya kay menerima cinta si bos congkak setelah acara dinner di hotel tempat mereka menginap dengan syarat Kay tidak mau dipublish dan tidak mau si bos berteman lagi dengan Alena dan Sandra. dan si bos menyanggupinya.
__ADS_1