Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
28. Penuh cinta kasih


__ADS_3

Bim menyerahkan bunga yang sejak tadi di sembunyikan di belakang punggungnya, Nana kaget diberi rangkaian bunga mawar berwarna pink yang sangat indah.


Ada butiran air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Air mata kebahagiaan yang jatuh, di hapus nya dengan lembut oleh Bim dengan rasa cinta. Ada sejuta makna yang tergambar dari sudut matanya walau tak terucap.


"I love you," bisikan halus di telinga Bim, merasuk ke sanubari yang terdalam, menggetarkan kalbunya.


Kecupan hangat di kening jawaban Bim untuk sebuah kalimat yang begitu dalam maknanya membuat Bim takut kehilangan orang teramat di cintanya.


Asmara yang sedang merasuk membuat Bim dan Nana bagai hidup di awang-awang awang, mereka seperti anak muda yang seolah baru mengenal arti cinta. Semua seakan begitu indah.


"Sayang, kita ke mall dulu ya," bisik Bim di mobil.


"Akang mau beli apa?" tanya Nana.

__ADS_1


"Neng cantik dengan berjilbab, akang suka. Akang mau membelikan Neng kerudung untuk dipakai, Neng setuju?" tanya Bim.


"Setuju Kang. Awalnya neng mau beli sendiri, tapi sama akang tentu lebih seru," jawab Nana.


Azan terdengar sayup ketika mereka baru sampai loby, Nana berkata lirih,


" Kita cari mushola dulu kang, Neng ingin membiasakan kita sholat tepat waktu, akang setuju," Nana minta saran.


"Itu bagus, akang setuju sekali, sudah lama akang tidak melakukannya. Engkau wanita hebat," jawab Bim lirih.


Cinta pada sang Khalik pemilik jagad raya, penentu alam semesta, tidak lama, hanya kurang lebih 7 menit tapi sering kita lalai, walau kita tahu, itu hal yang sangat sakral dan bisa menggetarkan kalbu kita.


Nana yang awalnya seorang *******, kini telah menjadi wanita dewasa yang tahu arah hidupnya akan kemana, Nana yang pada dasarnya bukan wanita penggoda dan ia terjun ke ******* pun bukan karena dirinya yang suka menikmati nafsu sesaat, tapi karena keadaan yang memaksa. Kini ia telah menjadi wanita matang yang ingin tahu segala hal.

__ADS_1


Ketertarikan Bim pada Nana bukan saja karena sejak kecil memang suka, tapi karena ditunjang kedewasaan Nana, itu yang lebih membuat Bim jatuh cinta.


Nana yang begitu santun tidak akan terbetik dalam diri Bim jika Nana pernah menjadi pemuas nafsu. Seakan Nana itu seorang yang memiliki pendidikan tinggi dan bermartabat. Karakter inilah yang membuat getaran asmara nya semakin memikat.


"Sayang, jangan lupa, selesai kita belanja jilbab, beli pizza untuk anak anak dulu," pesan Nana pada Bim. Ternyata sikap keibuan yang Nana tunjukan pun menjadi nilai tambah dari kepribadian Nana.


Bim merasa seperti mendapatkan seorang malaikat, ia yakin Nana bisa menjadi istri yang bisa mengajak suaminya ingat Allah dan juga bisa menyayangi anak anaknya seperti ibunya sendiri. Walaupun punya anak sendiri, Muti tak pernah bercerita jika Nana pernah membedakan antara dia dan anak kandungnya.


Sayang yang di berikan sangat tulus pada siapapun. Bahkan pada Mbok Nah yang baru di kenalnya. Nana telah menjadi Mbok Nah merasa di sanjung, dihargai dan di sayangi.


Jangankan pada manusia, pada hewan dan tumbuhan pun kasih sayang Nana begitu besar. Kucing, burung, kelinci yang dipelihara Bim di villa, tetap di perhatian Nana, walau tukang kebun yang memeliharanya.


Kasih Nana terhadap sesama membuahkan hasil, semua yang dekat dengan Nana menjadi tentram dan damai.

__ADS_1


Terbukti di Villa, selama Nana ada di sana, tidak ada yang benci dengan Nana, semuanya menyayanginya.


__ADS_2