
bagaimana saputangan ini bisa berada di sana, papi bilang saputangan ini dibuat papi khusus untuk ku sebagai pengingat jika aku sudah bosan melakukan semua yang aku mau, aku harus ketemu sama papi dan menanyakan semua ini. tiba² Vidio cal masuk...
"hai Alena apa kabar..." sapa Aditya.
"baik sayang boleh aku main ke tempat mu aku lagi bete nih...." jawab suara manja diseberang sana
"boleh lah... ku tunggu ya.. aku di apartemen ku.." jawab Aditya,
"ya aku tau saat aku mau parkir aku lihat kau keluar dari mobil mu..." jawab Alena manja.
"ya sudah naik lah ... aku kangen kamu sayang..." Aditya merayu Alena
"kangen kah dit..., baiklah aku akan memuaskan mu malam ini asal tidak ada Sandra yang tiba²datang" tawa Alena dan memutuskan panggilan
tak lama kemudian bel berbunyi, Aditya membukakan pintunya tanpa basa basi perang jigong pun dimulai... suasana semakin panas akhirnya adegan ini pun berakhir diranjang.
saat Alena terbangun jam sudah menunjukan pukuk 08.30 Aditya sudah tidak berada di kamarnya,
di nakas ada pesan dari Aditya " aku kerja dulu kalau ingin pulang jangan lupa kunci pintunya kodenya masih sama....
Alena melempar kertas pesan dari Adi dia masuk ke kamar mandi setelah itu dia meninggalkan apartment Aditya
Kay sedang mempersiapkan ruang meeting ketika si bos congkak datang.
"pagi bos, sekali lagi makasih ya bos malem sudah dianterin pulang." Kay mengucapkan terimakasih ..
"ya.. tapi itu ga gratis ya..." jawab Aditya santai.
"ya bos, bos bisa potong gaji saya bos.." jawab Kay lagi.
"saya ga butuh uang kamu...!" bentak Aditya
"terus saya bayar nya pakai apa bos kalau ga pakai uang..." tanya Kay lagi .
__ADS_1
"temenin saya makan nanti siang di ruangan saya...jawab Aditya tersenyum licik.
"oke bos , tapi saya mau kalau mang darma ikut...." jawab Kay, Kay bukan gadis tolol yang mau saja diajak makan berdua di ruangan yang kedap suara.
"terserah menu nya sesuai yang kamu mau..." jawab bos congkak.
"asseekkk makasih bos .." hari ini makan enak teriak Kay seraya meninggalkan ruang meeting.
entah kenapa sekarang Aditya senang sekali melihat tingkah OG baru nya ini, dibilang periang tidak dibilang pendiam juga tidak yang jelas dia berani mengemukakan pendapatnya dan berani protes jika dia tidak salah...
selama ini karyawan Aditya kebanyakan mencari aman saja menerima disalahkan dan dimarahi walaupun ia tak salah berbeda dengan OG yang satu ini bahkan kadang Aditya menjulukinya orang gila karena terkadang Kay tidak peduli dengan omongan dan sikap orang lain terhadap dirinya selama ia tidak melakukannya dan tidak merugikan dirinya...
di pantry Kay dengan senang memberitahu mang darma kalau mereka diajak makan siang dengan si bos congkak,
"yang bener kay..." tanya mang darma tidak percaya
"ya mang... kata pak bos menunya kita yang pilih dan kita yang pesan nanti biar Bu Inge yang bayar katanya..." jawab ku menjelaskan mang darma
"ya udah mamang kepengen makan bebek goreng boleh ga ya ... tapi jangan deh kemahalan...." pinta mang darma ragu
"lya sudah terserah kay aja kalau gitu..." mang darma pasrah..
"ya udah aku ke Bu Inge dulu ya mang..."
baru melangkah telp berdering.
" siang pantry lantai 5 dengan Kay bisa dibantu" kay menjawab telpon
"Kay ini saya ke ruangan saya sebentar ya..." ternyata telpon dari Bu Inge
"ya Bu Inge... saya juga baru mau kesana..." jawab kay.
"ya sudah saya tunggu..." Bu Inge pun menutup telpon nya.
__ADS_1
"siang Bu " sapa Kay sebelum memasuki ruangan Bu Inge...
"siang Kay, masuk.... ini uang dari pa Aditya katanya makan siang ini kamu yang disuruh beli dan pilih menunya..." jawab Bu Inge seraya menyerahkan uang berwarna merah kepada kay
"ya Bu... tapi bu kalau boleh tau pak bos ada alergi ga ya..." tanya Kay
"ga sih kay... tapi dia kurang begitu suka bebek", mendengar hal itu Kay tersenyum jahat
diambilnya uang berwarna merah sebanyak 10 lembar...
Kay izin ke mang Dadang untuk keluar membeli makanan,
ya .... Kay sengaja membeli bebek goreng dan panggang, pertama karena ini memang permintaan mang Darma kedua karena ia ingin menjahili si bos congkak
saat menunggu makanan yang dipesannya tiba² notif messenger nya berbunyi.
"apakah saputangan itu mempunyai arti yang penting buat mu..." akun adiwangsa kembali aktif
"ya, sangat penting sapu tangan ini bagian dari hidup ku..." balas ku.
"apakah ada seseorang yang memberikannya untuk mu..." tayanya lagi
"bukan memberikan tapi terjatuh tepatnya ..." balas ku lagi
"maksudnya.." sepertinya adiwangsa tidak mengerti
"kenapa jadi kamu yang kepo harusnya aku..." balas kay
"karena aku memiliki sapu tangan yang sama dengan warna dan tulisan yang sama..."
tiba² ia mengirim foto sapu tangannya ke messenger, sama persis tidak ada yang berbeda hanya warna sapu tanganku saja yang agak memudar...
hal ini membuat Kay semakin penasaran...
__ADS_1
Siapakah dia ....