Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
23. buah cinta di meja makan


__ADS_3

Muti VC dengan papa nya yang sudah sampai di Amerika.


"Papa.... love you," sambil tangan muti di letakan ke bibirnya.


" love you too, sayang."


" Mana Enggar?" sambil membalas kiss, Bim menanyakan Enggar.


" Masih bobo."


"Mamah mana?" tanya Bim.


"Lagi mengurus bunga di taman Pa," sahut Muti.


"Bisa papa lihat mamah?" Lalu Muti berlari kecil menuju ke belakang, mendekatkan hp nya pada mamah Nana.


"Mah, ini papa," kata Muti. Nana langsung membalikkan tubuhnya setelah Muti menjawil pundaknya.


"Hai sayang, sudah sampai hotel?" tanya Nana.


"Sudah sayang, baru sampai."


" Musim apa di sana?" Nana mau tahu.


" Di luar sudah turun salju." sambil menunjukan dengan membalikan posisi kameranya.

__ADS_1


" Masya Allah, dingin pasti ya kang," sambil tak sadar, Nana seperti orang merinding gitu.


" Di luar minus 5°C, tapi di dalam kamar, bisa diatur suhunya."


" Pa, jangan lupa Muti dan Kak Debi di belikan baju yang sama dari sana ya," pinta Muti merajuk.


"Oke anak papa cantik. Kak Debi nya mana?" tanya Bim.


" Tadi di kamar mandi. Pa, mau lihat hasil karya Ka Debi tidak? lukisannya bagus pa," puji Muti di hadapan papanya.


"Oh ya? Papa kok baru tahu. Boleh papa lihat?"tanya Bim penasaran.


" Oke, tapi Muti harus jalan ke kamar dulu," sambil minta ijin pada mamah Nana, Muti ke Kamarnya. Diperlihatkan hasil karya lukisan Nana. Juga diperlihatkan hasil desain baju karya Nana.


" Ia Pa, ternyata di sekolahnya, kak Debi ikut kejuaraan olimpiade lukis, juara lho Pa," puji Muti sekali lagi.


"Hebat ya kakak Debi. Tapi anak Papa yang satu ini juga hebat, kan Muti juara olimpiade menulis cerita," puji Bim pada anaknya. Muti tersenyum manis dan memberi jempol pada papanya.


" Papa juga hebat," puji Muti tidak mau kalah.


" Hebat kenapa?" tanya Bim penasaran.


" Sudah jadi Papa hebat buat Muti, sayang sama Muti, juga sama Enggar dan juga sayang dengan semua orang, " puji Muti. Bim tersenyum mendengar anaknya memuji dirinya.


Cuaca siang ini tak bersahabat, di luar hujan turun dengan lebatnya, yang tadinya ingin berenang, mereka mengurungkan niatnya dan kini, mereka hanya di dalam rumah, sibuk dengan hp nya masing masing.

__ADS_1


Nana sibuk di dapur, ia sengaja membuat bakso dibantu Bi Cicih, Mamah dan Mbok Nah.


"Ada yang mau bakso?" tanya Nana pada anak anak. Muti,Enggar, Debi, Ridwan, Sari, Ujang serentak menjawab


"mau!!!!!" dengan suara lantang.


"Mamah meletakan di meja makan di bawah, yang mau buat masing masing ya," pesan Nana pada anak anak.


" Buatan siapa nih, enak bener," kata Enggar yang doyan bakso.


"Ini sih pasti buatan mamah aku, karena mamah paling jago masak bakso," Debi menjelaskan


"Mamah bisa buat makanan lain kok," Nana tidak mau kalah.


" Besok mama buatkan siomay ya," tantang Nana.


"Wah, kalau siomay aku doyan bener," sambil memasukan bakso yang terakhir, Ridwan menimpali.


"Aku juga suka, tapi tidak pakai sambel dan saos," Muti menimpali.


"Kalau aku sukanya pizza," timpal Enggar tidak mau kalah.


"Oke, besok mamah akan buat siomay dan pizza sekalian ya," janji Nana pada anak anaknya.


Kehangatan yang terjalin di meja makan merupakan buah cinta yang Nana pupuk agar selalu mempererat suasana cinta satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2