
seminggu sudah sejak resepsi pernikahan Azizah, Kay masih penasaran dengan pemilik sapu tangan itu, karena hal itu juga kerjaannya jadi berantakan, entah sudah beberapa kali ia kena tegur orang kantor, sampai² bos congkak pun ikut memarahinya.
" kamu kenapa sih kay, mamang lihat kerjaan mu ga ada yang beres seminggu ini .." tiba² mang darma menghampiri ku yang sedang mencuci gelas di pantry.
" entah mang, aku sendiri ga tau " jawab Kay sekenanya.
" pasti lagi banyak pikiran, galau kalo kata anak sekarang mah " mang darma tersenyum menggoda ku.
" ah, mamang so tau " seloroh ku sambil pergi meninggalkannya.
" eh... malah pergi mau kemana? " tanya mang darma seraya menarik tangan kay.
" beli rujak mang, biar seger otaknya " jawab kay.
" oohhh... " mang darma bergumam seraya melepas tangan kay.
kay pun melangkah pergi, didepan lift kay melihat yuda dan bos congkak, dan akhirnya mereka berada didalam satu lift. kantor ini memang tidak membedakan lift untuk karyawan biasa dan direksi, makanya kay bisa berada dalam satu lift dengan si bos congkak.
" udah lo ambil..." yoga tiba² bertanya.
" udah, gue nyuruh orang, males lah balik lagi cuma buat ambil barang begituan " jawab sibos congkak.
" hadeeuuuhh... kalo Lo bilang cuma, itu tandanya ga berarti, tapi kalo sampe Lo nyuruh orang buat ambil tandanya itu barang berarti banget buat Lo, kadang lo emang kaga jelas fit, sama kaya hidup Lo sejak ditinggal putri " kata yoga seraya menepuk keningnya.
" ****... emang Dajjal ya nih orang, berapa kali gue bilang jangan pernah sebut nama itu lagi " tiba² yoga mencengkram kerah baju yoga.
kay yang melihat kejadian tersebut kemudian berteriak..." astagfirullahaladziim... sabar pak bos, lagian kalo mau berantem jangan di lift sempit, ada saya pula kalau saya kena pukul nanti saya laporin polisi ".
__ADS_1
Aditya dan Yoga yang mendengar perkataan kay saling menatap dan tak lama kemudian mereka tertawa terbahak², tak lama pintu lift terbuka dab kami pun melangkah keluar.
tiba² yoga berkata " dah diluar lift nih terusin ga berantemnya, neng jauh² nanti kena, saya ga mau dilaporin polisi karena salah mukul ".
mendengar hal itu kau langsung berlari keluar kantor.
Yoga dan Aditya kembali tertawa.
" bang mau rujak nya seporsi ya, pedes jangan pakai kedondong, kalo mangga nya mengkel mau kalo muda ga mau ya, aku tinggal ya mau beli es kelapa dulu " kay memesan rujak nya.
" siap neng " jawab abang rujak.
kay pun pergi membeli es kelapa dan setelah itu kembali ke tukang rujak mengambil pesanannya dan kembali ke kantor.
sesampainya di pantry kay memakan rujaknya berdua dengan mang darma sedangkan es kelapanya diberikan kepada bos congkak, tadi pas mau ke pantry bu inge memanggilnya dan menyuruh mah membeli es kelapa untuk si bos congkak dari pada turun kebawah lagi kay memberikan es kelapanya kepada bos congkak.
mendengar hal itu Kay pun menanyakan kembali kepada mang darma " dimana mang...?"
" yaitu puguh lupa " jawab mang darma.
" kenapa...?" mang darma malah balik bertanya.
" ga apa² sih mang, nanya aja " jawab Kay.
hari ini kay lembur membantu Bu Inge pindah ruangan persis didepan pintu masuk ruangan bos congkak, ruangan Bu Inge yang lama akan disatukan dengan ruang meeting bos bilang biar lega dan kalau ada tamu tak diundang Bu Inge bisa melihat dan mencegah tamu itu masuk
jam 9 mereka berdua selesai menata ruang kerja Bu Inge yang baru.
__ADS_1
" makasih ya Kay sudah dibantu, pulang nya bareng aja kan kita searah " ajak bu inge
" sama² Bu, boleh Bu asal ga ngerepotin " jawab Kay.
" oke, aku persen taxi dulu ya " Bu Inge langsung memesan taxi online melalui gadget nya.
diperjalanan kami ngobrol tentang banyak hal, usia Bu Inge dan Kay ternyata hanya selisih 4 tahun, bu Inge bilang kay mirip dengan adiknya yang di Makasar, Kay minta diturunkan di halte dekat rumah Azizah, halte yang sama saat bos congkak mengantar nya pulang.
di rumah sepi hanya ada Kay, papi dan fatimah masih di Garut, 2 hari setelah umi pulang papi dan Fatimah menyusul kesana katanya ingin bujuk umi biar mau tinggal disini menemani Kay.
di pintu kamar ada pesan dari bibi " neng maaf bibi ga nungguin neng Kay pulang, suami bibi meriang minta dikerokin jadi abis isya bibi pulang neng, sekali lagi maaf ya neng ".
pesan dari bibi langsung Kay robek dari buku note yang menempel di pintu. Kay sengaja menempelkan buku note di pintu agar orang yang berada di rumah ini bisa menuliskan pesan untuk Kay jika kau ga ada di rumah atau jika kau ga mau di ganggu saat sedang menulis novel dikamar.
Kay masuk ke kamar nya dan langsung merebahkan diri di ranjang, kemudian mengambil hp nya dan membuka messenger, kemudian dia menulis pesan kepada adiwangsa " apakah kau seminggu yang lalu menginap di hotel diemension ".
kemudian Kay mengambil handuknya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
selesai mandi Kay kembali mengecek messenger nya dan dia melihat adiwangsa tengah mengetik " bukan seminggu tapi sepuluh hari yang lalu, kenapa"
" ooh... Minggu lalu aku kebetulan menginap di sana ada acara seminar, saat berada di meja resepsionis saya melihat sapu tangan yang sama persis dengan yang kita punya di lemari kaca, yang aku tau lemari itu untuk menyimpan barang² tamu hotel yang tertinggal, milik mu kah yang tertinggal ". tanya Kay menyelidik.
" ya.. sapu tangan itu bukan tertinggal dihotel tapi di acara resepsi rekan bisnis ku di ball room hotel diemenson, apakah anda hadir disana juga kenapa kita tidak bertemu ". adiwangsa kembali bertanya.
" tidak, kan sudah ku bilang kalau aku menginap disana untuk menghadiri seminar " jawab Kay berbohong.
Kay menunggu pesan dari Adiwangsa dan ternyata Adi sudah offline, akhirnya Kay mengambil laptop nya ia ingin melanjutkan novelnya.
__ADS_1
aku akan mencari siapa pemilik sapu tangan ini, aku ingin bertemu orang yang telah mengambil keperawanan umi hingga akhirnya umi membesarkan ku seorang diri tanpa menikah lagi dengan orang lain, gumam Kay. kemudian tangannya sudah kembali menari diatasi keyboard laptopnya.