
Ketegangan akhirnya berakhir setelah hari hari yang melelahkan ditunggu, akhirnya sampai.
Pernikahan yang indah dan romantis pun di selenggarakan di salah satu hotel berbintang di jl. soedirman Jakarta.
Walau tidak semeriah yang diharapkan dulu, tapi inipun telah bersyukur karena sudah diijinkan untuk diselenggarakan.
Covid 19 telah merubah tatanan dunia baru. Manusia dipaksa menggunakan masker. Sebetulnya Allah sudah memberi tahu jika cadar itu penting, tapi banyak yang tidak menggubrisnya. Tapi karena Covid, manusia rela menggunakan masker dan face shield.
Tamu yang menghadiri pernikahan Bim dan Nana pun di wajibkan untuk menggunakan marker dan wajib mencuci tangan dengan sabun atau handsanitazer.
Pihak hotel telah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk standar protokoler kesehatan untuk para tamu agar terhindar dari wabah covid.
Begitu pula psbb di berlakukan sehingga tidak ada tamu yang saling berdekatan duduknya. Semua tempat duduk telah diatur berjarak 1 meter.
Begitu pula ketika tamu akan memberi ucapan selamat, sebelum ke pengantin, panitia telah menyediakan handsanitazer yang wajib di gunakan sebelum dan setelah salaman.
__ADS_1
Tidak ada lagi cipika cipiki, salaman pun tidak bisa bersentuhan, cukup dengan memberi tanda kedua tangan di dada saja, seperti bersalaman nya orang sunda.
Semua patuh melaksanakan aturan baru yang telah ditentukan panitia.
Ijab kabul akad nikah pun akan segera dilaksanakan, sebelumnya diawali dengan seserahan dan pembacaan kalam ilahi.
Penghulu, orang tua dan para saksi telah siap untuk memulai acara akad nikah.
Bim terlihat tegang, walau ini merupakan pernikahan keduanya. Sesekali ia menyeka peluh yang ada di keningnya. Duduknya pun tidak tenang. Seakan seluruh mata tertuju pada dirinya.
Undangan yang hadir pun terbatas hanya saudara dan kerabat dekat. Lina sudah hadir dengan suaminya duduk di bangku deret ke 2 khusus kerabat.
ketika Bimbim mengucapkan ijab kobul "Saya terima nikahnya bimbim Syahputra bin Didin sodikin dengan Vita Cahyani dengan mas kawin sebuah cincin berlian 24 karat dibayar tunai."
"Gimana,sah?" tanya penghulu pada undangan yang ada di perhelatan itu.
__ADS_1
"Sah,Sah" teriak undangan serentak. Maka sah lah pernikahan Bimbim dengan Nana yang membuat Bim menghela nafas panjang dan dikeluarkannya tanda senang dan bahagia.
Akhirnya Nana boleh keluar untuk bergabung dengan Bimbim fan tamu undangan lainnya.
Yang melihat penampilan Nana dengan busana kebaya putih sangat mempesona. Hari ini Nana seperti peri dari khayangan. Penampilannya sungguh sangat mempesona siapapun yang melihatnya.
Bimbim pun sangat takjub dengan kecantikan istrinya di hari pernikahan ini. Bak seorang ratu, yang bermahkota kan berlian diatas kepalanya.
Nana duduk bersebelahan dengan Bim dan sebuah cincin sebagai maskawin bertahtakan berlian, kini disematkan di jari manisnya.
Bim dan Nana bersanding di bangku berdua untuk menyimak kalam ilahi dan nasehat pernikahan yang di bawakan oleh Ustad Hadi Hidayat yang Bimbim datangkan untuk pernikahannya ini.
Bimbim sering menggunakan Ustad Hadi Hidayat jika ada acara di kantornya, karena Bimbim salah seorang pengagum beliau.
Selesai pembacaan kalam ilahi dan nasehat giliran sungkem pada kedua orang tua. Karena Nana punya ibu saja maka pengganti ayahnya kakak ibunya yang laki laki. Begitu juga Bimbim yang diwakili oleh Om dan tante dari ayahnya.
__ADS_1
Pernikahan yang syahdu, dan hidmat telah selesai dilakukan. Kini para sanak saudara dan kerabat saling memberi selamat pada Bim dan Nana atas sahnya pernikahan mereka.