Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
33. Pertemuan membawa kedamaian


__ADS_3

Siang di hari Sabtu ini, udara sejuk, matahari tidak terlalu menyengat walau tidak mendung, tapi tetap memberi kehangatan.


Nana dan Bim yang sedang menikmati makan siang di restoran, tak sengaja bertemu Lina dan Bayu yang juga sedang di restoran itu.


Bayu terlihat jengah, tapi tidak dengan Lina. Ditinggalkannya Bayu untuk menyapa Bim dan Nana. Lina memperhatikan penampilan Nana dari ujung rambut sampai kaki karena ada perubahan yang nyata terlihat.


“Bisa saya gabung di sini sebentar?” Pinta Lina setelah menyapa Nana dan Bim. Nana mempersilahkan, walau Bim dingin menanggapinya.


“Sebelumnya saya minta maaf dengan kejadian kemarin, itu kekhilafan saya kang. Tapi saya bukan untuk merusak hubungan kalian berdua, meminta maaf tapi ini dari lubuk hati saya yang terdalam, saya merasa melakukan kesalahan fatal. Tapi dengan ucapan maaf dari kamu saja yang terucap,saya sudah lega kang Bimbim,” pinta Lina memelas.

__ADS_1


Tapi Bimbim tidak merespon, perubahan wajah yang begitu tegang, terlihat jika Bimbim sedang mengingat peristiwa lama.


“Maaf jika saya mengganggu,” sesal Lina. Baru Lina hendak meninggalkan meja itu, Bimbim mencegahnya, dengan mempersilakan duduk kembali. Lina pun mengikutinya.


“Aku tadi memang tidak nyaman karena masih kesal dengan ulah kamu, tapi kini saya memaaf kamu Lina,” jawab Bim pasti.


Mendengar itu, mata Lina berkaca kaca dan langsung memeluk Bim tanda ucapan terima kasih.


Akhirnya hubungan Lina, Bayu dan Bim membaik. Mereka akhirnya makan bersama sehingga kini mereka bisa menjadi teman.

__ADS_1


Nana kini merasa lega, karena sebelum mengenal Lina, yang Nana takutkan, Lina menjadi duri dalam rumah tangganya, sehingga ia begitu khawatir dekat dengan Lina, tapi kini setelah dekat dengan Lina, semua sudah berubah. Nana menganggap Lina bisa diajak berteman dan bisa diajak berdiskusi, jika nanti ada permasalahan dengan anak anaknya.


Wajah Bim pun kini tak setegang ketika pertama kali bertemu Lina. Bim pun sudah bisa berbincangan dengan Bayu yang diajak Lina duduk di meja yang sama. Mereka seakan sudah melupakan masa lalu yang kelam, kini mereka malah bisa tertawa bersama, seakan dahulu mereka tidak ada permasalahan dengannya berdua.


Nana merasa Bim benar benar menjadi lebih bijak lagi dengan dirinya, karena bisa dengan legowo memaafkan Lina dan Bayu yang telah menyakiti perasaannya dengan tanpa dendam sedikitpun.


Lina pun merasa bahagia, karena kata maaf nya telah diterima mantan suaminya yang dulu pernah bersama merajut hari hari bersama dua anak yang ganteng dan cantik.


Andaikan mereka tak bertemu hari ini, mungkin mereka masih saling dendam dan punya sakwasangka satu dengan lainnya. Untungnya Allah telah mengatur semua ini, sehingga mereka bertemu di sini, untuk mempererat silaturahmi antar tiga orang yang awalnya menaruh dendam satu sama lain.

__ADS_1


Akhirnya mereka selesai dengan makan bersamanya, karena hari mulai senja. Merekapun saling berpamitan pulang.


Di hati Nana pertemuan ini sangat membekas, ada rasa penyesalan di hatinya tatkala ia menuduh Lina memiliki pribadi yang kurang baik. Tapi kini ia telah bisa mengetahuinya sendiri, jika Lina sebenarnya orang baik yang bisa diajak berteman.


__ADS_2