Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
25. Menunggu ijin Papa


__ADS_3

Rangkaian bunga mawar berwarna biru, sangat cantik, di berikan Lina untuk Muti yang belum pulang dari taman.


Nana meletakan rangkaian bunga itu di kamar Muti, setelah di beri vas bunga.


Pasti Muti suka menerimanya. Apa lagi di situ do tulis Lina sebuah Kalimat Mama Lina indah untuk Muti,


Dear Muti dan Enggar


Bunga indah ini mama persembahkan untuk Muti dan Enggar tanda kasih mama untuk ananda tercinta


Love ❤


Mama lina😚


Tulisan indah dari seorang mama yang memang tulus mencintai anak anaknya.


Nana tidak ingin merusak hubungan yang indah antar mama dan anaknya. Nana ingin, Muti dan Enggar tidak memiliki kesan yang buruk terhadap mamanya, walau Nana tahu, sikap Lina yang telah menyakiti suaminya.


Sebenarnya Nana juga ingin hubungannya kedepan dengan Lina jadi harmonis, tapi karena Lina memiliki dua kepribadian, Nana tidak ingin justru akan membuat rumah tangganya akan goyah karena Lina. Karena itu, Nana ingin mengenal lina lebih dalam lagi dari orang orang yang pernah dekat dengan dia, agar Nana bisa mendekati Lina tanpa menyakiti hatinya dan juga tanpa disakiti Lina.


Setelah puas bermain di taman, Ridwan, Muti,Enggar,Debi, Sari dan Didin pulang kerumah. mereka walau lelah, tapi berbahagia.


Muti kaget ketika masuk kamar sebuah rangkaian bunga mawar telah tergeletak di meja pojok dekat tempat tidur.

__ADS_1


Setelah melihat tulisan dan pengirimnya, Muti langsung menelepon mamanya.


"Mama, terima kasih bunganya. Indah sekali, Muti suka," kata Muti terus terang.


"Ia sayang, tadi mama ke villa, kamu sedang main di luar, jadi mama langsung pulang."


"Mama kenapa tidak hubungi Muti?" sesal Muti.


"Sudah, tapi hp nya tidak aktif," jawab mama.


"Mungkin karena tadi Muti sedang bermain di taman, hp ada di mobil jadi tidak dengar, maaf ya ma," sesal Muti.


" Tidak apa apa, yang penting, Muti dan Enggar sehat semua sayang."


"Papa sudah punya calon mama untuk Muti?" tanya mama di sebrang.


"Iya ma, orangnya baik, cantik sudah punya anak diatas Muti 2 tahun. Kami sudah seperti adik kakak," Muti menjelaskan.


"Tante yang ada di rumah waktu itu?" selidik mama.


"Ia. Papa pernah cerita pada Muti, jika mamah Nana teman papa waktu kecil di kampung. Jadi kami cepat akrab. Papa bilang, kalau kakeknya papa dan neneknya ninin itu masih sepupu. Papa sayang sama mama Nana, Muti juga. Mamah Nana orangnya lembut. " Muti menjelaskan.


Lina menarik nafas panjang, dia sedang menyimak apa yang anaknya katakan. Di dalam hatinya, ia ingin kenal lebih dekat dengan wanita hebat yang di sanjung-sanjung oleh anaknya itu.

__ADS_1


Nana yang sedang asik membuat baju untuk Debi dan Muti tak mendengar jika Muti memanggilnya, karena sedang kosentrasi menjahit.


"Nana, Muti dari tadi memanggil tuh," mamah menjawil punggungnya.


"Maaf sayang, mama lagi asik menjahit, ada apa sayang?"


"Tadi Muti VC sama mama, katanya mama, salam dengan mamah Nana," Muti menjelaskan. Nana tersentak kaget sekaligus senang.


"Lalu mama bilang apa lagi?" sambung Nana penasaran.


"Hanya itu saja mah."


"Bilang sama mama ya, salam kembali dari mamah Nana. Mama Nana senang bener disalami mama."


"Mama boleh main ke sini tidak mah?"


"Boleh, mamah suka. Tapi harus ijin sama papa dulu ya sayang, karena mamah tidak mau kesalahan."


"Iya mah, Muti mau minta ijin papa dulu."


Akhirnya Muti berusaha menghubungi Papanya yang masih di Amerika, dia ingin mamanya bisa main ke villa. Muti sudah kangen dengan mamanya.


Tapi papanya sulit di hubungi. Sepertinya jaringannya sedang buruk karena sedang musim salju di sana.

__ADS_1


__ADS_2