
Di Jakarta dua Minggu sebelum papi menyuruh Aditya ke Yogya Karta untuk mengurus proyek perbaikan hotel, papi mendapatkan kabar dari detektif yang diperintahkan mencari kay kalau kay sudah ditemukan tempat tinggalnya
detektif itu memperlihatkan foto kay yang sedang berbelanja dipasar, sedang menanam bunga ditaman depan rumahnya ada juga foto Kay yang sedang minum kopi disebuah cafe disalah satu mall di Yogyakarta.
dengan rinci detektif tersebut menerangkan sekitar enam bulan yang lalu kay meninggalkan kota asalnya dan membeli sebuah rumah kecil dengan halaman yang cukup luas di bantul, ia berkerja sebagai desain interior freelance disebuah perusahaan di Yogyakarta oleh karena itu lah papi sengaja menawarkan kerja sama dengan perusahaan tempat Kay berkerja dengan harapan Aditya bisa bertemu dengan Kay.
tapi setelah tiga bulan l penandatanganan kontrak papi dikejutkan dengan pengunduran diri Kay sebagai desain interior hotel tersebut.
setelah menanyakan kepada detektif yang mengawasi Kay diketahui bahwa Kay sudah menjual rumahnya yang di bantul dan sekarang menetap di Surabaya satu hal yang membuat papi kaget adalah sudah hampir dua bulan ini Kay pergi ke dokter kandungan disalah satu rumah sakit swasta di Surabaya.
papi yang mendapatkan laporan seperti ini langsung meminta kepada detektif nya untuk mencari tau siapa ayah dari anak yang dikandung Kay
papi pun memanggil Aditya kembali pulang ke Jakarta
ya... setelah kejadian itu Aditya meninggalkan Jakarta dan memutuskan untuk memimpin perusahaan papi yang berada di Los Engels
setelah diminta papi untuk kembali ke jakarta akhirnya hari ini Aditya tiba di Jakarta. dan langsung menuju ke rumah papi
" malam Pi sapa Aditya yang menemui papi di tepi kolam
" malam dit. duduk lah ". papi mempersilahkan Aditya duduk
" maaf Pi Aditya ga bisa lama' di Jakarta Mr Johansson ingin rapat pemegang saham dilakukan secepatnya". ucap Aditya.
" baik lah kalau begitu papi akan to the poin dengan mu " jawab papi
" yang mau papi tanyakan adalah apa yang kamu lakukan saat kamu bertemu degan Kay, karena dari pengawasan orang suruhan papi selama ini kay tidak pernah dekat dengan laki' dan kenapa sejak Kay mengundurkan diri dari proyek kita dan pindah ke surabaya dua bulan terakhir ini Kay mengunjungi dokter kandungan" ujar papi
" aa...pa Pi dokter kandungan...?" Aditya balik bertanya.
" ya dokter kandungan, apa yang telah kalian lakukan.." selidik papi
" maaf Pi, saat itu Aditya dan Kay khilaf sehingga kami melakukan hubungan terlarang... ya Tuhan maafkan aku ", jawab Aditya tertunduk lemas
__ADS_1
dikaki papi
papi yang mendengar hal tersebut langsung menampar Aditya
" tamparan ini untuk kamu yang telah menodai anak ku, plak.... papi menampar Aditya lagi yang ini untuk pelajaran buat mu karena tidak pernah mau berubah mempermainkan wanita
" maaf Pi... Aditya sungguh' minta maaf ", jawab Aditya seraya memegang pipinya yang merah.
" sudah lah, sekarang kamu ambil kotak brankas warna hitam di nakas sebelah kiri tempat tidur " perintah papi
" baik Pi, " Aditya pun pergi ke kamar papi dan mengambil brankas yang papi maksud.
diletakan nya brankas itu di atas meja, kemudian papi memasukan kode dan membuka brankas tersebut
diserahkannya surat' yang ada didalam Brakas kepada Aditya.
didalam surat tersebut dijelaskan bahwa Aditya adalah anak angkat papi yang di rawat oleh papi sejak umur Aditya enam bulan. Aditya adalah anak dari salah satu pelayan dirumah papi yang meninggal karena kecelakaan, kedua orang tua Aditya meninggal dalam kecelakaan bis yang masuk jurang saat membawa mereka pulang kampung. hanya ada sepuluh orang yang selamat diantara Aditya
sejak saat itu Aditya dirawat di rumah keluarga sastradiwangsa. mami yang selama Aditya anggap maminya adalah gadis yang papi nikahi karena ditinggal kekasihnya disaat mengandung, tetapi sayang nya mami meninggal bersama bayinya dalam proses bersalin
" ya kalian bukan saudara kandung, maafkan papi jika baru mengungkapkan hal ini sekarang.
sebenarnya sudah lama papi ingin membicarakan ini tapi kamu selalu sibuk dengan urusan mu" ucap papi menyesali keterlambatannya
" jadi kau bisa menikahi Kay pi... ? " tanya Aditya.
" ya tentu saja bisa jawab papi.
Aditya memeluk papi dan meminta papi untuk melamar Kayla ke umi secepatnya.
" besok kita ke Garut menemui umi" jawab papi.
kesokan harinya mobil yang membawa Aditya dan papi sudah sampai di rumah umi saat adzan ashar berkumandang.
__ADS_1
umi yang terkejut atas kedatangan mereka pun hanya bisa mempersilahkannya masuk kedalam rumah.
" jika saya boleh tau ada maksud apa tuan datang ke rumah saya," tanya umi bijak.
" sebelumnya izinkan saya memohon maaf atas segala kesalahan yang telah saya perbuat dengan anda dimasa yang lalu " papi membuka pembicaraannya dengan umi
" sudahlah yang lalu biar saja berlalu dengan berjalannya waktu saya sudah menerima keadaan saya dan sudah mulai mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dalam diri saya, jika kalian mencari Kayla sudah dua bulan ini saya hilang kontak dengan Kay" ucap umi.
" saya tau jika kay sudah tidak tinggal bersama kalian disini, dan saya pun sudah menemukan dimana Kay tinggal jika anda ingin bertemu Kay saya akan mengantarkan anda" ujar papi.
" benarkah, baiklah jika tuan mau mempertemukan saya dengan Kay saya sangat berterimakasih, tadi anda bilang anda kesini bukan untuk mencari Kay jadi apa tujuan kalian sebenarnya " tanya umi menyelidik.
" saya ingin melamar Kay mi " kali ini Aditya yang menjawab.
tiba' umi berdiri dan dengan nada tinggi umi berkata "apa kalian tidak tau pernikahan sedarah haram hukumnya...!!"
bi Kokom mencoba menenangkan umi dengan memegang tangan umi yang sudah mulai terlihat gemetar kemudian bi Kokom mengelus punggung umi mengisyaratkan umi untuk bersabar.
saat mereka sedang berbicara tiba' ada suara anak' mengucapkan salam bi Kokom keluar dan memberitahukan jika pelajaran mengaji hari ini diliburkan karena umi sedang ada tamu dari Jakarta
saat bi Kokom masuk kedalam, bi Kokom melihat Aditya mengeluarkan sebuah map merah dan berkata
" umi saya hanya anak angkat dari papi, orang tua saya sebenarnya adalah salah satu dari sekian banyak pelayan di rumah papi, kedua orang tua saya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat bis yang membawa kami pulang kampung, ini buktinya , ini adalah surat adopsi atas nama saya.
" ya Allah..." ucap umi mengusap dadanya
" saat ini Kayla sedang hamil itu yang anak buah saya katakan kemarin dan Aditya sudah mengakuinya kalau mereka telah melakukan kesalahan" ucap papi sambil menundukkan kepalanya.
" astagfirullah haladziim... " ucap umi dan BI Kokom bersamaan, mereka berdua menangis sambil berpelukan.
Aditya pun menghampiri mereka berdua dan meminta maaf sambil mencium kaki umi.
" bagaimana mi, apakah umi mengizinkan mereka menikah...? tanya papi
__ADS_1
" saya mengizinkan jika kay nya mau karena saya tidak bisa memaksakan kehendak saya " jawab.
akhirnya setelah mempertimbangkan segala hal umi, papi dan Aditya memutuskan untuk menjemput Kay di Surabaya