Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
32. Mewujudkan Mimpi


__ADS_3

Baru pemerintah menyatakan bahwa kita darurat covid, semua perekonomian jadi lumpuh, sekolah semua tutup, mall juga tutup, kecuali swalayan yang melayani kebutuhan rumah tangga.


Perusahaan Bim pun terkena imbas dari dampak covid, harus ada solusi cerdas mengatasi masalah ini.


Anak anak karena bosan di rumah berdua, akhirnya minta pergi ke Cipanas, biar bisa kumpul dengan Debi,Dari,Ridwan dan Didi. Bim pun menyetujuinya.


Sekolahpun menggunakan virtual, sehingga dimana pun bisa melakukan meeting, asal ada jaringan internet.


Tentu saja anak anak jadi senang, karena bisa berkumpul bareng lagi. Jadi tidak kesepian.


Pernikahan Bim yang awalnya akan diadakan di sebuah hotel berbintang pun, ditangguhkan dulu, mengingat situasi yang tidak mendukung.

__ADS_1


Situasi serba mencekam, karena yang dilawan adalah virus, yang bentuknya tidak kelihatan, sehingga kita tidak tahu, apakah teman kita terkena, atau mungkin saudara, maupun keluarga di rumah, atau mungkin diri kita sendiri, sama sekali tidak ada yang menyangka dan tidak ada yang tahu.


Kini Bim pun harus mengikuti aturan pemerintah, harus meliburkan kantornya, atau bekerja dari rumah WFH. Karena itulah Bim membagi tugas, sebagian WFH dan sebagian lagi bekerja di kantor. Anggaran pun sudah di buat seketat mungkin, sehingga hal hal yang tidak penting, tidak bisa di lakukan. Perjalanan ke beberapa negara pun, sudah ditiadakan, karena pesawat sudah tidak beroperasi.


Dunia kini seakan begitu terguncang dengan mahluk imut yang berbentuk mahkota, sehingga dinamakan Corona ini. Manusia yang diciptakan miliki akalpun kalah dengan mahluk Tuhan yang sama sekali tidak memiliki akal. Disini Allah menunjukan kuasanya, bahwa tidak bisa manusia sombong, apa yang harus disombongkan? sementara dengan mahluk kecil saja manusia takut dan tunduk, tapi banyak manusia yang lupa dengan yang maha besar?


Hanya karena mahluk yang tak berwujud, manusia harus patuh untuk menggunakan masker, menjaga jarak, maupun mencuci tangan setiap saat, maupun mandi sehabis berpergian.


Dulu orang merasa aneh melihat orang bercadar, kini Allah paksa ikuti mereka, jika ingin sehat. Kini kita seakan bisa mengatakan bahwa aturan Allah itu tak bisa lagi kita sepelekan, buktinya, kini orang kemana mana lebih aman tertutup auratnya, sampai kita harus menutup wajah kita dengan masker.


Nana pun kini merasa nyaman menggunakan jilbab syar'i dan kini iapun menggunakan cadar, selain ini adalah perintah Allah, juga untuk mencegah covid. Nana berprinsip, buat apa hanya sekedar masker, lebih baik cadar sekalian.

__ADS_1


Tapi dalam penampilan, Nana tetap modis, karena memang sejak dulupun Nana selalu modis, walau dalam balutan gaun yang sangat sederhana dan murah.


Padu padan warna yang cantik, membuat Nana semakin menarik. Apa lagi kini baju yang dikenakan selain harga yang mahal, tapi juga warna yang cantik cantik.


Bim tidak keberatan melihat penampilan Nana seperti itu jika keluar rumah, bagi Bim itu justru melindungi Nana dari laki lski usil di luar yang matanya suka jelalatan, bila melihat wajah wanita yang bening bening.


Karena Bim tidak keberatan, Nana pun akhirnya membeli bahan untuk jilbab dan baju Sarie nya untuk dia jahit sendiri, karena untuk latihan dia juga, karena ke depan Nana punya impian ingin memiliki boutique.


Disamping ingin punya boutique Nana juga ingin punya cafe karena itu kini ia rajin membuat makanan makanan enak baik dari luar negeri maupun makanan tradisional. Semua yang sudah menikmati masakan Nana, mengatakan jika rasanya itu mantap. Sehingga membuat kepercayaan diri Nana tumbuh.


Nana ingin mewujudkan mimpinya, ia ingin agar hidupnya bisa lebih bermartabat dan bisa membantu sesama dengan menciptakan kerja.

__ADS_1


__ADS_2