Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
36. Ikuti anjuran pemerintah


__ADS_3

Kehadiran Lina kali ini disambut hangat dengan sanjungan dan pujian, tidak seperti yang lalu, Lina sempat dihujat karena keberingasannya.


Seolah sirna karena kepribadian Lina yang telah berubah 180°. Kini Lina penuh cinta kasih, kembali seperti karakter aslinya. Mungkin yang lalu, ia punya masalah yang akhirnya berimbas pada kepribadiannya.


"Oke, karena mama masih ada urusan di Jakarta, mama mau pulang dulu ya sayang," kata Lina tiba tiba setelah makan siang selesai.


"ya, mama tidak menginap?" protes Muti dan Enggar bersamaan.


"Besok ada tamu di rumah sayang," sambil mencium keduanya. Lina juga pamit pada Nana dan pada semua orang di rumah.


"Anak anak mama yang hebat, mama percaya dengan mamah Nana, pasti beliau akan menjaga Muti dan Enggar menjadi orang hebat, jadi kalian harus menganggap mamah Nana sebagai mamah kedua buat anak anak mama ya," pesan Lina pada kedua buah hatinya. Enggar dan Muti mengangguk lemah.

__ADS_1


Mereka hanya melihat sendu kepulangan mamanya sampai balik gerbang rumah.


Waktu terus bergulir, tak menghiraukan keluhan, makian ataupun tak menghiraukan canda tawa waktu terus berjalan sampai pada saatnya perhelatan akbar pernikahan Nana dan Bim mendekati hari nya. 3 minggu lagi sedianya perhelatan akbar itu di gelar, tak mendapatkan ijin.


Akhirnya undangan yang sedianya akan dihadiri 1000 orang, batal karena ada nya sosial distesncing.


Pernikahan tetap berjalan, hanya undangan yang disebar tidak sebanyak itu. Hanya saudara dan kerabat dekat saja. Itupun harus dibagi dua, tidak pada saat yang sama, tapi dibagi 3 sesi.


Semua yang terkait dengan perhelatan pernikahan telah selesai 90%, tinggal mengganti jadwal undangan dan menunggu hari H nya.


Nana telah sibuk dengan dirinya, yang awalnya tidak pernah ke salon, kini ia harus perawatan untuk perhelatan pernikahannya. Sebetulnya Nana ingin melakukannya sendiri saja, tapi karena itu sudah satu paket dengan EO pernikahannya, akhirnya dijalankan juga, sehingga 2x seminggu, Nana ke SPA yang telah ditunjuk tidak jauh dari villa, sehingga tidak membuat Nana cemas juga karena covid.

__ADS_1


Perusahan Bim pun kini telah kena imbas dari dampak covid, sehingga mau tidak mau, Bim harus punya cara membuat perusahaan berjalan, tanpa banyak mengeluarkan karyawan.


Dengan sangat terpaksa ada 30 karyawan yang di phk karena perusahaan harus di sehatkan dan pemotongan gaji pun terjadi. Walau terseok, perusahaan masih bisa berjalan. Karyawan pun memahami kondisi ini, sehingga tak ada protes dan demo dari mereka.


"Mungkin ini sudah takdir kita kang," kata Nana menguatkan Bim ketika membicarakan dampak covid pada perusahaan dan pernikahannya 3 minggu ke depan.


"Semua pun sama, karena itu jalan terbaik kita harus prihatin. Neng tidak masalah bila pesta pernikahan di selenggarakan di villa ini saja kang. Kita merayakannya dengan sederhana saja, tapi khidmat," usul Nana.


"Uang sudah masuk semua Neng dan tidak bisa di tarik kembali," Bim menjelaskan.


"Kita berdoa saja ya kang, semoga pernikahan kita nanti berjalan aman, tidak ada yang membawa wabah."

__ADS_1


"Semoga begitu Neng, yang terpenting, kita ikuti saja petunjuk protokoler dari pemerintah sehingga semua aman," lanjut Bim.


__ADS_2