Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
40. Aku Ingin Pulang


__ADS_3

Nana sudah tak sabar, ketika semua belum siap, Nana sudah dandan rapih. Hari ini mereka akan pulang kampung.


Yang masih Nana ingat tentang kampungnya adalah rumah Juragan Pepen yang telah membuat dirinya menderita seumur hidup.


Mungkin rumah itu telah jadi saksi hidup kekejamannya terhadap dirinya yang kala itu baru kelas 5 SD.


Nana ingin pulang ke kampungnya hanya untuk memberi tahukan pada masyarakat disana bahwa kini ia masih bisa tegak berdiri dan juga punya harga diri.


Dendam yang akan dilampiaskan pada masyarakat bukan untuk menghabisi mereka, tapi Nana akan membuktikan bahwa Allah maha penyayang dan pengasih. DIA tak akan membiarkan hambanya terus terzolimi. Ia akan buktikan pada masyarakat kekuasaan Allah itu ada dan itu dirasakannya.


Nana sudah tak mungkin lagi bisa melihat rumahnya karena sudah terkubur oleh longsoran tanah.


Di sana ia akan berdoa agar arwah bapak dan kakaknya tenang di alam kuburnya dan Allah menerima amalan amalan yang diperbuatnya di dunia.


Ratih sudah menunggunya di rumah. 1a kemarin di undang di perhelatan pernikahan karena menikah dengan sepupu bimbim.


Kini yang menempati rumah orang tua bimbim adalah dia dan suaminya karena tugas suaminya sebagai TNI di desanya sehingga rumah ini di dihibahkan pada suaminya. Karena mengingat jasa orang tua Yanto sehingga bimbim sukses sekarang.

__ADS_1


Rumah ini masih seperti 50 tahun lalu, hanya lantainya kini diganti oleh keramik sehingga rumah ini jadi terlihat lebih bersih dan lebih terawat lagi.


"Selamat datang di kampung halaman," sapa Ratih pada Nana dan rombongan.


Lalu mereka saling berpelukan karena sudah lama tidak jumpa. Nana merasa nyaman berada di sini karena keberadaan Ratih. Ia yang dulu malu menampakan batang hidungnya karena telah diperkosa oleh juragan Pepen, kini mau kembali untuk menunjukan siapa dia sekarang.


Rumah juragan Pepen yang berjarak 200 meter dari rumah Ratih, sudah sangat kusam tak terawat, semenjak kematian istrinya 5 tahun silam, karena sakit diabetes. Sementara juragan Pepen kini hidup terlunta-lunta lunta seperti orang gila.


Hidupnya kini bak pengemis, minta belas kasihan tetangga tetangganya. Tentu banyak yang sakit hati atas ulahnya sebagai rentenir waktu itu, sehingga banyak yang menghardik dan sumpah serapah terhadapnya.


Anak anaknya sudah tidak ada lagi yang tinggal dengannya, kini ia hidup sebatang kara.


Nana menangis bukan karena senang dengan keadaan ini, Nana menangis karena merasa begitu sempurnanya kuasa Allah atas hamba hambanya.


Dulu Juragan Pepen yang sangat kaya raya dan di hormati orang kini tinggal serpihan debu. Sementara Nana yang dulu serpihan debu, kini Allah angkat nasibnya karena kasih sayangnya pada manusia.


Dunia seakan hanya sebuah lakon, ketika kita salah menangani lakon itu, maka yang sangat fatal kita akan menerima buah dari apa yang kita petik.

__ADS_1


Nana kini banyak belajar dari sebuah kehidupan, ia tak ingin hidupnya menjadi orang yang culas, serakah dan kejam. Karena di depan matanya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa ia petik hikmahnya.


Nana tak akan benci pada juragan Pepen karena sudah menetes darah dagingnya dari rahimnya. Seorang anak yang tak berdosa dari ulahnya yang bejat.


Yang bisa Nana lakukan kini bersyukur pada zat yang maha adil. Karena kuasa Nya lah semua bisa terjadi.


Tamat


Terima kasih pada para pembaca novel


Aku ingin pulang


kini tunggu novel saya yang ke 2 yang saya beri judul


Jejak Jejak Langkah


Semoga bisa terhibur dan bisa memetik pelajarannya. 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2