Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
26. Nana yang penuh kasih


__ADS_3

Muti akhirnya bisa menghubungi papanya walau dari kemarin susah nyambungnya.


"Papa sehat kan?" dengan perasaan khawatir Muti menyampaikannya.


"Papa sehat. Semua sehat juga di Villa?"


"Sehat Pa."


" Pa, boleh Muti minta sesuatu?" tanya Muti khawatir.


"Minta apa? asal jangan minta salju, nanti belum sampai Indonesia sudah mencair," papanya berusaha bercanda. Muti terkekeh mendengar gurauan papanya.


"Kemarin mama ke sini, bawain Muti ini," sambil diperlihatkan di hp bunga yang dikirim mama lina untuknya. Bim membuang nafas dalam, seakan enggan menerima apa yang Muti sampaikan.


"Terus Muti dan Enggar diajak kemana sama mama?" selidik Bimbim.

__ADS_1


"Mama tidak ketemu kita pa, karena Muti dan Enggar sedang bermain di taman, akhirnya mama pamit pulang." Bim lega mendengarnya.


"Pa, boleh tidak mama kesini lagi? Muti kangen," tak bisa menatap Papanya, karena takut, Muti memberanikan diri bertanya.


"Tunggu papa pulang ya sayang," Bim membujuk Muti yang sedang merajuk.


"Papa pulangnya jangan lama ya," pinta Muti.


"Besok Papa pulang sayang. Lusa papa sampai Indonesia " Bim memastikan. Wajah Muti berubah senang lalu diapun mengatakan "yes" saking senangnya.


Cake ulang tahun sudah selesai di buat Nana. Warna dan penampilannya cantik. Anak anak tidak ada yang tahu siapa yang ulang tahun setelah terhidang di meja makan, semua di kumpulkan.


"Bagi yang hari ini ulang tahun, kita ucapkan selamat ulang tahun, semoga dalam usianya selalu penuh kebahagiaan dan selalu sehat walafiat." Masih belum ada yang tahu, semua pun saling pandang satu sama lain.


"Masih belum ada yang tahu siapa yang ulang tahun?" Nana sengaja membuat semua penasaran.

__ADS_1


" Yang hari ini ulang tahun adalah Mbok Nah," jawab Nana sambil matanya menuju mbok Nah yang sedang menunduk sambil tangannya di sedekapkan di meja.


"Mbok Nah, selamat," akhirnya semua ke Mbok Nah untuk mengucapkan selamat. Mbok Nah menitikan air mata bahagia, setelah satu persatu memberinya selamat.


" Terima kasih untuk Bu Nana, baru kali ini ada yang ingat dengan ulang tahun Mbok, mbok sendiri lupa."


"Kami sayang mbok Nah," ketika yang terakhir Nana mengucapkan kata selamat.


"Bu Nana, terima kasih banyak ya, sudah memberi kebahagiaan di rumah ini," puji mbok Nah.


"Semua mendukung jika bu Nana menjadi istri Pak Bimbim, karena Bu Nana orang yang penuh kasih, semua tidak di beda kan, kita semua sayang pada Bu Nana." Kata kata Mbok Nah yang sederhana dibenarkan okeh semua orang yang kini berkumpul di Villa, semua terasa merasa sederajat, walaupun mereka hanya seorang pekerja dan mereka tidak lantas melupakan kedudukannya, walaupun keakraban di jalin demikian humanis. Masing masing tahu harus bersikap seperti apa, walau telah di beri kebebasan dalam bersikap.


Itulah sikap Nana yang asli, begitu humanis, humbel dan penyayang, terhadap siapapun seolah di dunia ini tifak ada sekat antara atasan dan bawahan.


Mungkin karean itu, kini kehidupan Nana terangkat tanpa Nana sendiri meminta. Allah telah memilih Nana karena sifat dan karakternya sendiri yang begitu pengasih.

__ADS_1


Bim tidak salah untuk memutuskan kehidupan ke depan, karena wanita yang di pilihnya penuh kasih dan penyayang. Semua mengakui kelembutan, kasih dan cinta Nana yang tulus tanpa memandang derajatnya.


Bahagianya engkau Nana yang memiliki sifat penyayang. Sehingga orangpun menyayangimu.


__ADS_2