Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
Penjelasan Yang Menyakitkan


__ADS_3

hampir satu Minggu umi dirawat, lima hari tepatnya, setelah dirawat umi langsung pulang kampung ke Garut anak² didiknya yang menjadi alasan umi, tapi kay tau ada hal lain yang umi Sembunyikan.


Kay meminta izin kepada bos kesayangan untuk menemani umi dan Kay diizinkan mengambil cuti selama satu Minggu, Aditya si bos kesayangan pun meminta maaf karena tidak bisa mengantar Kay dan umi karena harus terbang ke Paris mengurus bisnis papi, sejak papi sakit urusan bisnis papi diluar negeri Aditya yang menangani.


mobil travel yang akan mengantarkan umi dan Kay ke Garut sudah tiba, Kay pun berpamitan dengan bibi kemudian langsung menyusul umi yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


diperjalanan pulang umi lebih banyak diam, Kay pikir mungkin umi masih kurang fit karena memang baru dua hari keluar dari rumah sakit. saat mobil travel memasuki rest area untuk beristirahat pun umi hanya memesan teh manis hangat belum lapar alasannya, padahal jam sudah menunjukan pukul 12 siang sudah waktunya makan siang tadi sebelum berangkat pun umi hanya memakan selembar roti tawar dan secangkir teh manis, Kayla membujuk umi supaya mau makan siang tetapi umi tetap menolak dan berkata nanti saja kalau sudah sampai rumah umi baru makan. akhirnya Kay hanya membeli sebungkus roti sobek untuk jaga² dijalan kalau umi nanti merasa lapar.


tiba² sebuah notif pesan masuk diterima Kay, ternyata bos congkak kesayangan yang mengirimkan pesan.


" assalammualaikum sayang, sudah makan siang belum, sudah sampai mana dan bagaimana kondisi umi, serangkaian pertanyaan ditujukan Aditya .


" wa'alaykumussalam sayang, alhamdulillah sudah, tapi umi belum tadi kay tawari umi menolak masih kenyang alasannya, ini sudah keluar tol Cileunyi sudah mau sampai cagak Nagrek, balas Kay .


"Alhamdulillah coba dibujuk uminya biar mau makan biasanya ayang paling jago merayu, jangan lupa kasih kabar jika sudah sampai rumah umi


" ya nanti Kay coba bujuk lagi, siap bos sampai rumah umi Kay langsung telpon bos kesayangan kay.


" aku sudah di bandara sayang masih menunggu pesawat jadwalnya delay setengah jam, kalau nanti telp hp ku ga aktif tandanya aku sudah di dalam pesawat, nanti wa aja ya...


" ya sayang, hati² ya ay...


" kamu juga hati² sayang...


Kay menutup hpnya dan memasukan nya ke dalam tasnya. dilihat umi yang duduk disebelahnya memandang dengan tatapan kosong kearah jendela.


sejak pulang dari rumah sakit kay sering menerima laporan dari bibi kalau umi sering melamun tatapannya kosong saat ditanya bibi selalu bilang baik² saja. pernah kay memergoki umi menangis disela doanya sehabis sholat malam. oleh karena itu Kay yakin ada sesuatu hal yang umi sembunyikan.


" mi kalau kay ada salah maafin Kay ya... tiba² Kay mencium tangan umi dan meletakan tangan umi ke pipinya.


" Kay ga salah apa² ko, kenapa harus minta maaf.

__ADS_1


" habis akhir² ini umi sering melamun.


" ada hal yang belum bisa umi katakan saat ini jika sudah waktunya Kay pasti tau.


mendengar hal tersebut Kay tersenyum dan kembali mencium pipi umi dan memeluknya.


ketika memasuki Leles Kay bertanya kepada umi mau mampir atau tidak tapi umi menjawab tidak lain waktu saja.akhirnya jam tiga sore mobil yang membawa mereka pun sampai di rumah umi.


Kay mengantarkan umi ke kamarnya dan membiarkan umi untuk beristirahat. Kay meminta tolong kepada bi kokom untuk membuatkan bubur untuk umi makan nanti.


jam setengah lima Kay membangunkan umi untuk sholat ashar dan kembali membujuk umi untuk makan. Alhamdulillah umi tidak menolak walaupun hanya beberapa sendok yang penting ada asupan makanan.


malam ini kay sengaja untuk tidak mengganggu umi, sehabis sholat isya dan menyuapi umi makan bubur kay meninggalkan umi dikamar agar dapat beristirahat.


di ruang tengah bi kokom menunggu Kay. ketika kay keluar kamar bi Kokom pun memanggil Kay yang akan pergi ke kamarnya.


" ada apa bi tanya kay sedikit berbisik.


" Kay juga ga tau bi, sejak pulang dari rumah sakit umi seperti itu, tapi tadi di mobil umi bilang kalau belum waktunya Kay tau.


" owh... kalau begitu biarkan saja, umi mu memang seperti itu, mungkin dia sedang mempersiapkan diri dan butuh waktu untuk mengatakan hal yang penting itu.


" ya bi, tapi Kay khawatir kalau umi seperti ini terus tidak mau makan.


" kalau soal makan nanti bibi aja yang membujuknya Kay jangan khawatir.


Kay pun pamit kepada bi Kokom untuk kembali ke kamar dan beristirahat. didalam kamar Kay mengambil hpnya kemudian menuliskan pesan untuk si bos congkak kesayangan " kay dan umi sudah sampai di rumah umi. masih ceklis satu.


sudah tiga hari Kay di rumah umi, alhamdulillah sikap umi kembali seperti semula, sudah kembali tersenyum dan mengajar ngaji anak² dan ibu² dekat rumah, hari ini pun Kay tidak pernah melihat umi termenung. sore ini selesai mengajar mengaji umi mengajak Kay berbicara.


" Kay apakah kamu sangat mencintai Aditya nak.

__ADS_1


" sangat umi jawab Kay malu²,


" apakah Aditya sudah mengetahui keadaan mu, maksud umi tentang kamu yang masih mencari ayah biologis mu.


" untuk hal itu Kay belum mengatakannya mi, nanti jika Aditya benar² serius dan mengajak Kay menikah Kay akan terus terang mengatakannya.


" jika ada hal yang membuat kamu dan Aditya tidak bisa menikah bagaimana.


" maksud umi apa...


" coba kamu ambil tas dan sapu tangan itu.


Kay pun ke kamarnya untuk membawa tas selempang warna coklat dan sapu tangan yang diminta umi.


diletakkannya barang tersebut dimeja, kemudian umi mengambil saputangan itu, jika kamu kembali ke Jakarta coba kamu lihat tanda tangan atau paraf papi calon mertua mu jika sama dengan yang ada disapu tangan ini maka ia benar ayah biologis mu.


bagaikan tersambar petir disiang bolong Kay tersentak kaget mendengar penjelasan umi,


" tidak... tidak mungkin mi, ini bohong jawab Kay seraya memegang dadanya yang terasa sesak, Kay pun memukul² dadanya agar rasa sesak di dadanya bisa berkurang tetapi hal itu malah membuat dirinya semakin sakit, air mata nya pun tak terbendung lagi. dalam keadaan menangis kau berlari ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam.


Bi Kokom yang turut mendengarkan pembicaraan itu pun terkejut dan mencoba mengejar Kay tetapi dilarang umi.


" biarkan Kom, jangan dikejar, mungkin kay butuh waktu, biar saya yang berbicara dengannya.


Bi Kokom pun menghentikan langkahnya dan menatap umi dengan kebingungan.


"kita istirahat saja kom biar aku yang akan berbicara dengan Kay ucap umi.


sebelum memasuki kamarnya umi menghampiri kamar Kay, umi mengetuk kamar Kay dan berkata " maafkan umi harus berkata jujur dengan mu Kay, umi tau ini sangat menyakitkan, tapi harus umi sampaikan karena umi tidak mau kau menikah dengan saudara mu sendiri kau kan tau pernikahan sedarah itu haram hukum nya.


umi tidak akan memaksamu untuk membicarakan hal ini lebih lanjut tapi jika kau benar² sudah siap, Kay bisa temui umi".

__ADS_1


Kay yang mendengar perkataan umi hanya bisa mengangguk suara nya seakan² tertelan oleh Isak tangisnya, dunia terasa hancur menimpa dirinya mengetahui kebenaran ini. akhirnya Kay tertidur dalam tangisnya.


__ADS_2