Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang
31. penyesalan yang tak akan diulangi


__ADS_3

Nana mengantar Endar untuk membeli HP, banyak pilihan, tapi Nana mengambil kebijakan untuk membeli Hp yang tidak terlalu mahal karena ini untuk anak anak.


Sebetulnya Nana tidak setuju anak anak punya hp, tapi karena yang punya uang yang memberi, akhirnya mau tidak mau, Nana ikuti perintahnya.


"Hallo Enggar, hp nya sudah di belikan mamah Nana tadi,terima kasih ya," ketika memulai percakapan dengan VC, Didi tak lupa mengucapkan terima kasihnya.


"Ia Di, sama sama. "


"besok kita mulai sekolah ya," Didi mengingatkan Enggar.


"Ia, aku diantar papa, kalau kamu Di?"


"Aku diantar mamah Cicih."


Sekolah mulai masuk, persiapan anak anak untuk menyambut tahun ajaran baru sangat melelahkan orang tua.

__ADS_1


Enggar yang baru mulai masuk TK pun membuat Bimbim harus mengantarkannya ke sekolah, karena Enggar ingin papanya ada di sana. Kesempatan inipun tak di sia siakan papanya agar bisa mengenal guru dan sekolahnya.


Begitu juga tak kalah sibuknya di Cipanas, mereka mempersiapkan anak anak agar bisa kesekolah dengan suka cita.


Didi memakai seragam sekolah SD nya, karena ia baru saja masuk SD kelas 1. Bi Cicih, mamahnya Didi pun sibuk mempersiapkan semua peralatan sekolah juga bekal makanan.


Bukan saja Didi, tapi juga Sari yang sudah kelas 5 harus di persiapkan juga makanan untuk bekal sekolahnya.


Nana juga sedang sibuk mengingatkan Debi dan Ridwan adiknya, agar tidak lupa dengan buku bukunya dan juga ikut sibuk menyiapkan bekal agar di sekolah tidak terlalu banyak jajan.


Baru aktifitas belajar dijalankan 3 minggu, ternyata ada pengumuman dari pemerintah agar sekolah diliburkan untuk waktu yang tidak bisa di pastikan karena adanya wabah covid 19 yang awalnya di mulai dari Wuhan, Cina.


Banyak orang yang panik dalam menghadapi musibah covid ini, tapi tak sedikit orang yang santai, yang menganggap covid 19 ini hanya rekayasa, karena di lingkungannya, tidak ada yang terkena, jadi dianggap semua hanya omong kosong, tapi ada pula yang waspada sehingga mengikuti dengan cermat anjuran pemerintah. Karena 3 tipikal inilah yang menyebabkan permasalahan covid tidak selesai selesai.


Bim termasuk tipe yang waspada, sehingga semua anjuran yang dibuat pemerintah diikuti. Bim pun memproteksi semua yang ada dalam rumahnya harus menggunakan masker.

__ADS_1


Sementara Nana sedikit panik, sehingga ia memborong banyak banyak kebutuhan dapur juga keperluan lainnya mungkin bisa di gunakan sampai 6 bulan kedepan. Biasanya hanya 1 bulan kedepan, tapi ini 6x lipat, jadi tentunya dapur maupun gudang terpakai untuk meletakan bahan bahan tadi.


"Bagaimana keadaan Muti dan Enggar," ketika pertama pemerintah memberitakan 2 orang terjangkit covid, Nana langsung VC dengan Bim.


"Sehat semua, gimana kabar di sana?"


" Belum ada yang terjangkit kang, tapi masf ya, jika uang akang Neng beliin kebutuhan dapur buat 6 bulan kedepan, habis neng takut semua habis di pasar," agak malu, sambil memperlihatkan semua barang yang dibelinya, Neng minta maaf pada Bim.


"Ya ampun neng, mani panik kitu ( jadi panik begitu) kasihan nanti orang orang yang mau beli sabun, odol, dan lainnya kalau di borong gitu," sahut Bim sambil geleng geleng kepala.


"Terus gimana atuh? sudah dibeli begini? masa harus dipulangkan?" jawab Nana panik.


" Bukan akang minta dipulangkan barangnya, tapi jangan sepanik itu, biasa saja," sahut Bim lagi.


"Neng minta maaf ya kang, Neng tidak bilang ilang ke akang dulu," sesal Nana.

__ADS_1


"Sudah, tidak perlu disesali yang sudah terjadi, hanya lain waktu, kita berfikir juga untuk kepentingan orang lain, ya Neng," nasehat Bim.


"Baik kang, tidak neng ulangi lagi," janji Nana baik pada Bim maupun pada diri sendiri.


__ADS_2