Aku Menyerah

Aku Menyerah
Aku Menyerah


__ADS_3

Donio yang berada di London merasa khawatir langsung menghubungi Deret untuk datang dan membantunya ada beberapa masalah yang sedang terjadi, Deret segera menemui kakaknya dan melai membantu menyelesaikan masalah yang terjadi.


"Kenapa bisa seperti ini kakak Bagaimana kalau terlambat sedikit saja proyek akan rugi besar. Jangan beritaukan pada Papa dan Diana dulu bisa - bisa mereka drop mendengarnya. "


Deret mengatakan kepada Donio agar jangan memberitaukan kepada Gunawan dan Diana.


"Iya aku tau itu jangan khawatir Siapa sebenarnya yang berani meretas komputer kita"


Donio mencoba menerkah-nerkah siapa sebenarnya yang berani meretas komputernya. Tanpa pikiran panjang langsung menghubungi David untuk meminta pertolongan untuk mencari peretas tersebut.


"David bisa tidak kamu menemukan peretas itu aku sangat sibuk menyusun kembali Dokumen yang berantakan"


" Aku akan menemukannya beri aku waktu 2 hari kakak"david segera menyuruh para pengawalnya untuk mencari pelaku peretasan.


"David seharusnya Diana itu menikah denganmu tapii.... Papa sudah janji kepada keluarga om Adhitama akan menjodohkan diana dan johan jika mereka sudah dewasa, Jika aku bisa menghentikan perjodohan itu..."


Donio tampak sedih menatap David didepanya karena sudah tau bahwa David sangat mencintai adiknya dan memilih sendirian sampai sekarang karena menunggu Diana.


" Hei Donio apa yang kau katakan mungkin kami berdua tidak barjodoh saja jangan mengkhawatirkan aku pasti suatu saat nanti kami bisa berjodoh "


David tersenyum kepada donio .


Mereka berdua bepisah dan menuju tujuan masing-masing.


***


Setelah beberapa hari Diana dan Johan akhirnya bisa kembali kerumah mereka sambil bernafas lega Akhirnya tidak mendengar suara papa dan mamanya yang cerewet


Johan menuju kamarnya menyusul diana yang sudah sampai duluan tanpa menunggunya.


" Diana bagaimana kalau kita mengabulkan permintaan Orang tua kita "


sambil tersenyum mesum kepada Diana.


"Apa sihh nanti saja aku mau istirahat"


Diana menutup matanya karena rasa kantuknya yang tak tertahankan..


"Ayolahh Diana.... Kamu harus melayani suamimu bisa dosa kamu nantinya jika tidak memenuhi kebutuhan aku "


Diana tidak merespon Johan tapi malah tertidur.

__ADS_1


" Dasar Wanita tidak punya perasaan... Baiklah aku melepasmu malam ini tapi besok tidak akan"


johan mengelus kepala diana di hadapanya sedang terlelap.


Diana sedang membuat sarapan untuk Johan merasa bertanya kepda dirinya sendiri apa kah johan mencintainya sampai-sampai meminta anak kepadanya atau hanya digunakan sebagai pemuas nafsu dan orang yang melahirkan anaknya ... Diana merasa kepalanya pening memikirkan tentang Johan.


Johan menghampiri diana yang menyiapkan sarapan.


"nanti siang jangan lupa membawa kan aku makanan kekantor dan nanti malam kita mulai programnya diana"


mengedipkan satu matanya kepada diana.


" Iya... Iya... Iya.. Aku tau itu "


diana hanya menelan air liurnya mendengar johan yang berkata program nanti malam... Dia mengerti apa maksud johan. Bisa-bisa Ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.


Selama ini diana masih menunda kehamilan karena merasa Khawatir johan meninggalkanya jika Jessica kembali.


"Duduklah sayangkuu temani aku makan "


johan berkata kepada diana sambil tersenyum lebar kepadanya.


johan hanya menaikkan satu alisnya sambil menatap istrinya itu.


" kenapa kau mau tau Jangan berpikiran yang tidak-tidakDuduklah dan temani aku makan saja.. " Diana maresa sedih kerena johan tidak menjawab pertanyaannya.


"Akukan cuma mau tau saja Jika kau belum mencintaiku Akan kubuat kau jatuh cinta padaku johan"


"Coba saja nanti kita liat hasilnya "


Johan tersenyum mengejek perkataan Diana.


Mereka menyesaikan pekerjaan masing dan pulang tepat waktu.


" Johan aku belum siap punya bayi umurku masih sangat muda "


diana merasa tertekan langsung berkata pada johan.


" muda kamu bilang umurmu itu sudah 22 tahun nyonya Diana Tidak ada penolakan nikmati saja dan jangan memakai pil pencegah kehamilan diana kalau aku tau kau harus membayarnya "


johan langsung menarik Diana kepelukanya.

__ADS_1


Diana terbangun merasa sangat lelah melayani johan yang melakukannya berkali-kali dari biasanya. Dia segera melangkah kekamar mandi menyegarkan dan membersihkan dirinya . Setelah membersihkan dirinya iya baru membangunkan Johan yang masih tertidur.


"Hei Johan bangun ini sudah pagi cepatlah nanti kau terlambat di marahhi papa lagi Bangun johan." mengguncang tubuh Johan.


Johan terbangun karena tidurnya terusik mendapati diana didepannya dan langsung mencium diana.


"Apa yang kau lakukan johan semakin aneh saja"


Diana menggosok bibirnya yang dicium oleh johan.


"Itu hukuman Diana sayang karena mengganggu tidur nyenyak ku. "


"Dasar sinting kau johan "


"katakan lagi aku akan menciummu lebih dari yang barusan "


johan merasa kesal karena diana berani mengatainya sinting.


"Lupakan saja aku mau memasak dan malam ini aku kemungkinan tidak pulang karena ada urusan diluar kota johan".


"apa kamu mau kemana..? Jangan pergi tidak kuizinkan "


"Johan ini permintaan Papaku aku hanya pergi satu malam besok aku pulang pagi-pagi. "


"uh..Terserah deh emang urusan apa yang kau lakukan diluar kota apa aku juga bisa ikut"


johan terlihat kesal kerena diana mau pergi tanpa mengajaknya .


"Johan bukannya kamu sibuk dan aku tidak sendiri aku pergi bersama karin dan juga beberapa klien papaku "


"Jadi aku tidak bisa ikut Awas kalau aku mendapatimu selingkuh dengan salah satu klienmu itu"


"Selingkuh..!!!siapa yang mau seligkuh johan aku cuma mau Bekerja membantu Papaku karena kondisinya yang semakin tua jangan berpikiran berlebihan lagi pula klienya itu perempuan semua"


diana kesal dengan perkataan johan tanpa ingin berkata lagi ia langsung pergi dari hadapan johan.


"Dasar wanita sensi "


johan tersenyum melihat diana dengan wajah kesalnya.


Tbc....?!!

__ADS_1


__ADS_2