Aku Menyerah

Aku Menyerah
"Merindukan Kakak"


__ADS_3

Di hari berikutnya keadaan Rumah Diana masih sama... Kedua orangtua Diana dan Johan masih tinggal disana dan ditambah oleh David dan juga Sisca yang ikut tinggal disana.


Merasa ada kekosongan yang dirasakan oleh Diana...


"Johan sepertinya aku merindukan Kakak Deret.. Kapan dia berkunjung kesini semua orang yang kita kenal sudah berada di sini tinggal kakak Deret yang tidak adaa.... "


Kata Diana kepada Johan yang terbaring di sampingnya.


"sepertinya kita harus menghubunginya dan memintanya datang berkunjung... "


Johan juga merasa tidak lengkap jika dalam perkumpulan ini Deret tidak datang.


"Kau bangunlah.. Dulu Johan.."


Mengguncang tubuh Johan yang tidak mau bergerak sama sekali.


Diana yang merasa tidak di tanggapi oleh suaminya mempunyai rencana yang akan membuatnya bergerak dengan cepat.


"Johan aku akan menemui David dulu... Dah.. Mimpi yang indah sayang.. " membisikkan di telinga Johan.


Seketika Johan langsung bangun dan menahan Istrinya untuk menemui David... Johan yang tukang cemburu membuat Diana tertawa terbahak-bahak..


"Hahahahahahhahha"


"Hahahh...hahaha... "


"Johan aku hanya bercanda lagi pula dengan kondisi begini mana mau aku keluar dari kamar.."

__ADS_1


Johan memeluk erat istrinya meski Diana cuma bercanda hatinya sangat cemburu bagaimanapun juga... Johan tidak akan sanggup kehilangan istri dan Anaknya untuk kedua kalinya .


"sayang kita Tidur lagi... Yah aku masih mau bersamamu... "


Menatap mesum kepada Istrinya...


"Johan... Tadi malamkan Sudah aku lelah.. Aku mau mandi dan setelah itu menghubungi Kakak Deret.."


Keluh Diana kepada Johan yang tidak ada puasnya.


"Kita mandi bersama saja... Kan bisa sekalian saja.. "


"Dasar lelaki nafsuan.. Baiklah tapi jangan Lama-lama nanti Abraham mencari kita.. "


Johan segera mengankat tubuh Istrinya menuju kamar mandi dan Mandi bersama...


*****


Tut.... Tut.... Tut.....


"Kenapa kakak tidak mengankat telepon dariku... Ah.. Sudah terhubung"


"hallo sayang ada apa menelpon pagi-pagi begini sih.. Apa kau merindukan kakak yah... "


Kata Deret melalui sambungan Telepon dari Diana adik kesayangannya.


"Kakak kapan kesini.. Aku merindukanmu semua orang berada di rumahku tapi kau tidak ada.. Rasanya sangat sepi jika kakak tidak bersama kami semua..."

__ADS_1


"Aku sudah berada di sini kok.. Kamunya aja yang tidak datang.. Dasar.. Johan sendiri sudah berada bersamaku sekarang"


"Apa....!!!" Diana kaget mendengar bahwa Deret sudah berada di rumah-nya.


Diana berlari menuju Ruang keluarga dirumahnya membuktikan perkataan Deret...


Dia melihat Deret yang sedang tersenyum kepadanya....


"Ini bukan mimpi kan... " tanya Diana kepada Deret.


"Sayang Kau tidak bermimpi kok kakak benar ada dihadapanmu.. Aku merindukan Adikku yang cerewet.."


Deret memeluk Diana penuh kerinduan dan Diana membalas pelukannya.. Johan menatap tajam ke arah Deret yang memeluk istrinya dengan erat. Meski Diana adalah adik kandung dari Deret tetap saja Ia merasa sangat cemburu dengan interaksi keduanya.


Diana melepaskan pelukannya dan lihat Johan yang masih beradu pandang dengan Deret.. Ia tidak menyangka bahwa suaminya akan begitu cemburu bahkan jika dengan saudaranya sendiri.


Abraham yang sudah dari tadi melihat kedatangan Pamanya yang dianggap baik dan tidak setegas paman Donio. Sedikit merasa lega karena akan ada tempat untuk menghindari dari paman-nya yang selalu memberikan tugas dan nasehat kepadanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc......!!?


__ADS_2