
Diana dinyatakan Hamil 2 minggu setelah di periksa oleh dokter kerena sempat beberapa kali mual-mual di rumahnya dan ingin selalu bersama dengan suaminya kemanapun johan pergi..
Johan yang mengetahui kehamilan istrinya yang ketiga sangat bahagia.. Harapan kali ini adalah anak perempuan yang seperti Istri cantiknya.. Ia tidak pernah melarang Diana untuk mengikutinya kemana-mana justru Johan bahagia bisa berada di samping Istrinya sepanjang waktu.
"Sayang kau tidak ngidam... Kali ini.. "
Tanya johan kepada diana yang berada di sofa duduk dengan cantik.
"Tidak.. Tapi aku mau tidur saja.. "
Diana berkata sambil menatap mata suaminya.
"Kau tidurlah di ranjang disana.. Kalau aku sudah selesai pasti kau akan aku bangunkan..."
Johan menunjuk tempat tidur besar yang berada di ruangan kerjanya.. Sebagai seorang Ceo ia mampu mendapatkan apapun yang di inginkan olehnya.
Beberapa pegawainya sangat iri dengan Istrinya.. Sudah cantik.. Kaya.. Mampu meluluhkan dirinya punya anak-anak tampan Dan sangat di sayang oleh seluruh keluarganya ... Cuma ada satu kata yang dapat di gambarkan untuk istrinya itu.... Sempurna..
Menjelang sore Diana masih juga tertidur..
"Sayang ... Waktunya kembali bagun dong..."
Johan terus menerus mencoba membangunkan istrinya yang masih tidak bergerak.
Sampai akhirnya ia mencium pipi dan kening istrinya.
Johan kehabisan akal pada akhirnya mengankat tubuh istrinya menuju mobilnya tidak peduli dengan tatapan dari para pegawainya..
__ADS_1
Di mobil.....
Diana yang baru tersadar dari tidurnya melihat dirinya berada di dalam mobil yang... Sedang melaju..
"Johan sudah jam berapa kenapa cepat sekali pulangnya sih... "
Johan menoleh sebentar kepada Istrinya.. Melihat Diana sudah bangun..
"Sayang.. Ini sudah jam 4 sore jadi kita pulang kerumah anak-anak sudah menunggu kita sayang.."
"Ha... Berapa lama aku tidur.. "
"cuma 5 jam sayang.. Apa kau tidak lapar.. Kita singgah dulu makan baru pulang kerumah.. "
"Makan dirumah saja bersama dengan yang lain.. Tidak perlu singgah-singgah.. Deh.."
30 menit perjalanan pulang menuju rumahnya..
Bib.. Bib.. Bib...
Abraham berlari menuju keluar dan melihat kedatangan mama dan papanya sudah beberapa jam mereka tidak bertemu. ...
"Mama..... Abraham rindu... "
"Sayang.. Jangan lari dong nanti jatuh.. "
Diana tidak suka jika abraham berlari menghampiri dirinya.
__ADS_1
Mereka melangkah masuk kedalam rumah yang salalu ramai dengan adanya Deret. Donio.juga kakek dan nenek abraham yang tidak pernah ingin kembali kerumahnya sendiri.....
Julia dan Janne sudah menyiapkan makanan kesukaan dari Diana karena sedang mengandung anak ketiga....
Dengan lahap Diana makan karena tidur terlalu lama sehingga membuat perutnya sangat kelaparan... Johan dengan siaga berada di samping Istrinya dan memberikan makan untuk Lucas yang tidak mau menjauh darinya dan juga Diana.. Sedangkan Abraham bersama dengan Donio.. Ia duduk dengan patuh di samping Donio tidak banyak bicara.
Selesai makan malam mereka kumpul di ruang keluarga sambil berbincang-bincang Hingga diana tertidur di pangkuan Johan...
"Aku antar Diana ke atas dulu.. Dia sudah tertidur pulas.."
"Iya kau bawa istrimu kekamar dia sedang mengandung cucu kami.. "
kata julia kepada Menantunya..
Johan pamit kerena tidak ingin istrinya tertidur dengan tidak nyaman jika berada di ruang keluarga.
Rasa syukur dirasakan oleh Johan kini keluarga sangat lengkap dan akan di tambah lagi oleh anggota baru yang sedang berada di perut istrinya saat ini..
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.....!!!