
Mereka mulai menceritakan sebuah kebenaran kepada Johan yang menatap mereka dengan tatapan kosong.
"Johan aku minta maaf sebenarnya aku bukan mau melamar Diana kami hanya mau melihat bagaimana reaksi mu... Kau jangan salahkan Diana ini semua rencanaku yang sudah kususun agar aku bisa melihat ketulusanmu... "
Peter mulai berbicara duluan karena merasa sangat bersalah kepada sahabatnya.
"Sayang..... Aku minta maaf karena mau mengikuti saran dan rencana Peter aku tidak menduga bahwa kau akan sangat terluka... Maafkan aku Johan.. Aku benar-banar mencintaimu.. Aku hanya mau mengetes bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.... Maaf.. Kau satu-satunya Suamiku.. "
Diana menyampaikan penyesalan kepada Johan sambari memeluk Johan dengan erat..
"Asal kau tau Johan Aku sudah melupakan Perasaanku kapada Diana.. Aku cuma menganggapnya sebagai adikku sendiri... Aku kembali ke sisinya karena hanya ingin menggodamu Saja.. Jadi Jangan marah... "
Johan tidak menujukkan reaksi membuat Diana semakin bersalah dan bersimpuh di bawah Kaki johan.
"Diana Berdirilah.. Aku tidak marah kepada kalian... Aku cuma malu dengan diriku sendiri karena telah menginginkan dirimu lagi yang sudah tidak mencintaiku.. Saharusnya dari awal aku tau itu.. Jadi aku minta maaf karena sudah memaksamu.... Akuu akan pergi menjauh darimu selamanya... Maaf sayang.. "
Johan mencium kening Istrinya sebagai tanda perpisahan.
"Johan.... jangan pergi tinggalkan kami lagiiii... Aku selalu mencintaimu.... Kita mulai dari awal kumohon Johan jangan seperti ini aku tidak bisa hidup tanpa dirimu" memeluk Suaminya yang hendak pergi.
__ADS_1
"Diana Jangan memaksakan dirimu aku tidak mau melihat kamu seperti ini.... " Johan membalas pelukan Istrinya.
"Johan Kita mulai dari awal... Kita besarkan Abraham bersama.. Kau jangan khawatirkan tentang Peter Ia sudah menikah dan bahkan sudah punya seorang putri yang cantik"
Seketika johan tersentak dengan apa yang dikatakan oleh Istrinya..... Tiba-tiba hatinya hangat sangat bahagia rupanya Peter benar-benar bermain denganya Ia hampir lupa bahwa Peter sudah pernah menceritakan seseorang ketika Di Singapura.
"Johan yang dikatakan Diana benar adanya aku sudah menikah dan bahkan sudah menjadi ayah.. Yang kulamar tadi itu bukan diana melainkan Putramu Abraham aku mau menjodohkannya dengan putri cantikku.. "
"Jadi kau... Benar-benar ingin menjodohkan putrimu itu dengan Abraham seharusnya kau mengatakan kepadaku dan meminta persetujuan dari ku... ingat ini peter aku ayahnya Johan tidak akan setuju"
Johan menatap peter dengan senyuman lebar.. Ia akan membalas perbuatan Peter kepadanya karena tindakan peter sangat keterlaluan.
johan sudah kembali bersemangat membuat Diana dan yang lain tersenyum setelah itu mereka tertawa mendengar perkataan Johan yang mengatakan Bahwa Peter orang Gila. Diana bersyukur akhirnya kesalahan pahaman telah selesai.
............
Johan mengandeng tangan Istrinya dengan mesra dengan senyuman cerah dari mereka berdua. Tidak menghiraukan tatapan dari keluarganya.
Adhitama dan Gunawan tersenyum melihat kembali Anak mereka bersatu kembali.
__ADS_1
Johan dan Diana Segera menemui Abraham yang berada dikamarnya. Mereka merebahkan tubuhnya disamping tubuh putranya.
"Aku akan menjaga Abraham dari jangkauan Peter aku tidak mau peter mendekati Putraku.."
Sikap posesif Johan kembali kepada istri dan Anaknya.
"Johan Tidurlah... Jangan khawatirkan Peter... Terlebih dahulu aku yang akan menghabisinya jika ia berani membawa Abraham pergi dari kita.. "
"Sayang terima kasih telah memberikan kesempatan lagi kepadaku. Aku mencintaimu "
"aku juga mencintaimu Johan.. Est... My Husband"
Johan sangat bahagia mendengar Istrinya hampir saja mereka berpisah lagi karena permainan dari Peter.
Perasaan keduanya sama-sama sedang bahagia sudah lama mereka tidak tidur satu ranjang.
Johan tatap-tapan dengan Diana Sampai mereka tertidur pulas di samping Abraham.
Tbc.......!!!
__ADS_1