
Rasa lelah dan mual menbuat johan khawatir dengan kondisi istrinya yang sedang terbaring di sisinya rasa kesalnya menghilang ketika melihat Diana sedang sakit. Johan ingin membawa Diana menuju kerumah sakit melakukan pemeriksaan tapi Diana tidak mau menemui Dokter dan bersih keras ingin bekerja meski Johan sudah melarangnya.
"Johan aku mau bekerja Aku mau selalu bersama denganmu Kumohon"
"Diana kau tidak melihat kondisi tubuhmu sekarang kau itu terlihat lemah jadi dirumah saja aku akan segera menyelesaikan pekerjaan dan segera pulang menemanimu jadi jangan berfikir macam-macam kau istirahat saja... Tunggu aku pulang "
"Tapi aku maunya ikut bersamamu sepanjang waktu johan... "
" Aku akan kembali secepatnya, Kau tidak usah ikut nanti pingsan aku yang repot Tidur saja lagi pula ada banyak pembantu dirumah ini kau tidak akan kesepian".
Diana membuang mukanya karena merasa kesal dengan johan.. Dan tidak ingin melihatnya sampai johan pergi diana tidak menyadarinya.
***
Beberapa pembantu menghampirinya menunggu Diana jika mengiginkan sesuatu.
Diana merasa ada yang aneh dengan tubuhnya ada sesuatu yang bergerak didalam perutnya.. Mengira-gira apa dia sedang Hamil melihat tanggal terakhir kapan Tamu bulannya datang.
"Apa aku sedang Hamil... "
Diana menghubungi Karin untuk membeli beberapa tes pack untuk mengecek apa ia benar sedang Hamil. Karin segera melakukan yang diana perintahkan dan menuju Rumah Majikannya.
" Karin kau masuk dan tunggu aku disini "
Karin hanya Mengaguk melihat diana.. Karin sangat berharap Diana Hamil.
__ADS_1
"Ah.... Apa ini aku benaran Hamil ?, Sebaiknya aku memberitahukan kepada Johan nanti saja Sebagai kejutan " Di dalam kamar mandi Diana menagis Haru karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu sambil membayang wajah Johan jika mengetahui bahwa ia sedang Hamil.
Diana melangkah menuju Karin yang sudah menunggu hasil darinya.
"Karin aku Hamil.... Akhirnya aku akan mendapatkan Johan setuhnya "
"Aku sangat bahagia mendengarnya Nona akan kuberitau kepada Tuan Dan Nyonya nona"
"Karin jangan menberitau mereka dulu, Biar aku saja Tapi nanti sebagai kejutan "
" jika itu keinginan Nona aku akan tutup mulut bagaimana dengan suami nona kapan akan diberitaukan"
" aku akan memberitaunya ketika Johan sudah benar -benar mencintaiku dan tidak memikirkan Kekasih lagi tolong rahasiakan kepada semua orang "
***
Johan buru-buru menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera menemui Istrinya, Kini johan sangat mencintainya Diana dan merasa aneh jika tanpa Diana disampingnya.
Johan Mendapat telpon dari Deret yang sekadar menayakan kondisi Diana.
" Johan bagaimana keadaan Adikku apa dia baik-baik saja Tadi aku menghubunginya tapi tidak mengankatnya... "
"Diana mungkin sedang tidur jadi tidak mendengar panggilan darimu, Dia baik-baik saja aku akan menjaganya Aku sudah berjanji kepada Papa"
"Johan kuharap kau jangan menyakitinya aku sangat mencintai Adikku dia adalah Hidup ku jadii kumohon jangan pernah sekali pun kau mengulangi kesalahanmu Jika aku tau kau menyakiti perasaannya aku tidak akan mengampunimu Johan "
__ADS_1
"Iya aku sudah berjanji jangan khawatirkan hal itu akan kujaga istriku sebaik-baiknya"
"Kuharap kau menepati Janjimu itu Johan Sampaikan salamku kepada Diana "
Deret mengakhiri percakapannya dengan Johan karena hanya ingin mengetahui kondisi Adiknya.
Johan kembali melanjutkan pekerjaannya agar bisa cepat selesai... Ia sangat merindukan Istrinya yang berada dirumahnya..
***
David yang berada dilondon bersama dengan orang tua Diana di apartemen milik ayah Diana. Sedang membicarakan tentang proyek pembangunan perusahaan yang akan selasai 2 tahun lagi, Ini adalah Harapan Diana sendiri jadi David ingin membantu mereka supaya Harapan putri mereka tercapai.
"Paman aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku agar proyek pembangunan segera selesai secepatnya jadi jangan khawatirkan itu, Aku sudah meminta beberapa orang untuk membantu Donio dan Deret Paman istirahat saja dengan Bibi"
"Kau sungguh baik David jika saja aku tidak berjanji kepada orang lain untuk menjodohkan Diana dengan keluarga Johan. Pasti kau yang paman pilih sebagai menantu "
"Jangan permasalahan Hal itu paman mungkin bukan takdir kami untuk bersama, Tapi aku akan selalu membantu Diana sebagai seorang sahabat jika sedang berada dalam masalah"
" Anak baik.. Aku mau mengangkatmu sebagai anak saja, Dan jadi kakak Diana kamu mau kann"
"Boleh aja paman.. Bibi Aku pasti senang karena bisa menjadikan Diana sebagai adikku"
David menatap orang tua Diana dengan penuh harapan, Demi Diana ia akan melakukan apa saja Gunawan yang melihat David berharap Hanya tersenyum kepadanya.
Tbc........!!!
__ADS_1