
Diana kembali bekerja di perusahaan ayahnya setelah cuti selama beberapa minggu, meski tidak tega meninggalkan putranya sendirian dirumah. Johanpun kembali mengurus perusahaannya yang di urus oleh Papanya , Dan membagi waktunya untuk Diana dan Abraham.
Johan datang kerumah Diana menemui putranya karena mau mengajaknya keperusahaan Diana.
" Mama Abaraham Mana... Aku mau membawanya ketempat diana sekalian makan bersama"
" Aku akan mempersiapkan Abraham.. Kau tunggulah disini "
Julia melihat menatunya ingin membawa Abraham ke tempat Diana .. Berharap jika mereka bisa kembali bersama. Kerena kesalahpahaman telah selasai .
Abraham dengan wajah bahagia bertemu dengan papanya berlari menuju Johan dan melepas genggaman tangan Neneknya .
"Mama aku pamit dulu... Aku akan membawa Diana dan Abraham kembali dengan selamat... "
"Iya.. Johan hati-hati jangan gebut.. Jaga mereka berdua mama percaya kepadamu "
Johan menuju ke tempat Diana bersama dengan putranya dengan membawa makan siang yang telah di siapkan tadi oleh Mama Julia. Abraham yang tidak mau turun dari gendongan Johan membuat johan kesusahan... Satu sisi tangannya menggendong Putranya.. Yang lain membawa nampan Makanan yang akan di berikan kepada Istrinya tersebut.
.......................
__ADS_1
Melihat putranya yang bersama dengan Johan sedang masuk kedalam ruangannya. Diana tampak terkejut karena tidak ada yang memberitahukan kepadanya.
"Johan kenapa kau tidak menelponku dulu bahwa kau mau datang bersama dengan Abraham"
"Sayang aku kesini mau membawakan makan siang untukmu " sambil menyodorkan nampan yang dibawanya tadi.
"Um... Panggil Diana saja.. Kita belum kembali bersama " Diana merasa malu karena Johan memanggilnya Sayang.
"Sayang mari kita makan bersama aku juga membawa makan Abraham... Kita makan bersama saja" johan tidak menghiraukan perkataan Istrinya.
"Aku tidak mau makan bersamamu... Kau makan saja duluan... Aku nanti saja"
"Apa kau mau disuap... Baru mau makan.... Aaaa.."
"Biar aku saja... " Diana mengambil sendok ditangan Johan dengan wajah yang merah.
Johan merasa bahagia karena bisa makan bersama dengan anak dan Istrinya, Abraham berada di pangkuan Johan makan sambil disuap oleh Diana yang berada dihadapanya.
Johan tidak kembali ke perusahaannya Ia terus berada di samping Diana dan Abraham dengan menatap kedua orang yang paling Dicintainya itu. Sampai-sampai Diana tidak bisa konsentrasi karena terus di tatap oleh Johan yang senyam-senyum di sofa runagannya.
__ADS_1
Ketika Diana ingin pulang Johan langsung mengikuti istrinya dengan mengendong Abraham. Diana menuju mobilnya ditahan oleh johan yang ingin mengantarnya pulang.
"Diana kita naik mobil ku saja.. Biar nanti aku yang menyuruh orang untuk membawa mobilmu... Tadi aku sudah berjanji kepada mama bahwa aku yang mengatarmu pulang.."
"Hah..... Apa... Jadi kau mau mengatarku pulang... Ayo..."
Mereka menuju mobil johan yang tidak jauh dari parkiran mobilnya Diana.
Didalam mobil Ketika Diana ingin mengambil Abraham yang tertidur di pelukan johan kerena johan sedang menyetir.. Tiba-tiba saja Abraham bangun dan tidak mau melepaskan pelukannya .
"Biarkan saja Sayang... " Johan terus memanggil Istrinya dengan sebutan Sayang.
"Johan bisakah kau memanggil namaku saja... "
Merasa sangat malu mendengar sebutan sayang.
Johan hanya tersenyum melihat wajah Diana yang merah.. Semapainya dirumah Orang tua Diana mereka tidak saling berbicara.. Johan membukakan Pintu untuk Diana.
"Diana aku mau pulang Dulu.. Jangan merindukanku... " Cup.. Cup
__ADS_1
Johan mencium Istri dan anaknya secara bergantian. Diana tidak bergeming karena secara tiba-tiba saja Johan menciumnya.
Tbc.......???