Aku Menyerah

Aku Menyerah
"Undangan Pernikahan David "


__ADS_3

Diana yang sedang mempersiapkan seluruh kebutuhannya dan Abraham untuk acara besok. Ia kaget kedatangan seseorang yang terus mengintainya dari tadi...


"Sayang kau sedang apa biarkan aku membantumu.. "


"Tidak perlu aku sudah selesai.... Kau kembali saja kekamarmu.. "


Orang tersebut tidak menuruti perkataan Diana kepadanya Justru melangkah masuk dan berani menciumnya. Diana yang tiba-tiba dicium tidak berkutik ditempatnya


"Sayang aku merindukanmu... Sudah lama kita... "


Belum sempat melanjutkan perkataannya karena kedatangan Kakak Diana.


"Johan.... Apa yang kau lakukan kepada Adikku... Menjauh darinya... " Deret kesal dengan Johan yang masuk kedalam kamar adiknya terlebih Ia melihat Johan mencium Adiknya.


"A... Ku.. Cuma mau bertemu dengan Diana dan Abraham... Tapi ternyata Abraham sedang bersama dengan Donio... Maaf Diana atas tindakanku yang tiba-tiba " mencoba mencari alasan agar tidak di Marahi oleh Deret yang sedang menatapnya dengan tajam.


" Ah... Lupakan itu... Diana ini ada undangan dari David.. Kau baca dulu.. Jangan kaget melihatnya"


Menyodorkan sebuah Undangan kepada Diana dan Johan ikut melihatnya.


Diana dan Johan seketika membulatkan matanya seolah tidak percaya....


" Kakak Jadi besok... Peresmian perusahaan sekaligus Pernikahan David dan Sisca... Aku tidak menduganya.." tersenyum senang karena David akan menikah dengan temannya Sisca.

__ADS_1


"iya... Kita Harus menghadiri pernikahannya.. Karena dilaksanakan di perusahaan kita"


Johan senang akhirnya saingan untuk mendapatkan Diana kembali berkurang 1 orang meski harus menghadapi 1 orang yang sangat menyebalkan.


Deret melihat wajah senang dari Johan menaikkan satu alisnya dengan menatapnya. Deret tau bahwa johan sangat mencintai Adiknya maka dari itu Ia akan memberikan sedikit pelajaran.


"Johan kenapa kau masih disini.. Aku mau gobrol berdua dengan Diana.... "


"......." Johan hanya melihatnya tanpa bergerak sedikit pun.


"Apa kau mau mendengarkan kami berbicara... Kau cepat keluar.. "


"....."


Tidak menanggapi Deret masih berada ditempatnya tanpa bergerak.


...............


"Johan apa kau akan datang kepernikahan David.. Kau dengan siapa..?? " peter yang tiba-tiba masuk kekamar johan tanpa Izin dulu.


"Kau... Lagi. Apa maumu.. Pasti aku datang dengan Diana dan juga Anakku.. "


"Tapi... Tadi Diana memintaku datang bersamanya.. Dan Abraham bersama Dengan Donio dan Juga Deret... "

__ADS_1


"Di...A...Na memintamu menemaninya... Atau kau yang memintanya... Menemanimu " johan tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Peter.


" Kalau tidak percaya tanyakan saja kepadanya... " menunjuk Diana yang sedang menuju kamar Johan.


Diana yang sedang menuju kamar Johan karena ada yang ingin disampaikannya. Melihat Johan dan Peter sedang berbicara Ia masuk dan menyapa mereka.


"Hai.... Johan.. Eh. Ada Peter juga.. Bukannya kita sudah bicara tadi.. " menatap peter sedang tersenyum kepadanya.


"Johan... Aku tadi meminta Peter menemaniku kau tidak masalahkan... Ini juga permintaan dari kakakku... Kau bisa datang dengan siapa saja... Aku tidak bisa menemanimu besok.. Maaf"


"Iy... Aaaa tidak apa-apa Diana.. Aku tidak masalah.. Lebih baik aku datang bersama dengan Mamaku saja.."


" kalau begitu Aku kembali kemarku dulu... Sampai ketemu besok. ."


Diana kembali kekamarnya dengan tersenyum puas melihat raut wajah johan yang sedang menahan kesedihan.


Peter juga kembali setelah membuat Johan sangat kesal dan cemburu kepadanya rencananya dengan. Diana berhasil... Ia tertawa puas dikamarnya sendiri.


"Hahahhahahahaha.. Hhahahah... "


"Dasar Johan payah..... Istri sendiri tidak mengajaknya... Hhahaha"


"peter apa yang kau ketawai sampai-sampai wajahmu merah... " Donio masuk kekamar Peter karena mendengar seseorang sedang tertawa sangat besar..

__ADS_1


Peter menceritan semuanya kepada Donio bahwa ia mempunyai sebuah rencana dengan Diana...... Untuk membalas perbuatan Johan di masa lalu.


Tbc...... !!!


__ADS_2