
Johan dan Diana sudah mulai masuk bekerja sesekali Abraham dibawa bersama mereka secara bergantian agar Anaknya tidak merasa kurang kasih sayang.
Meski punya pengasuh Abraham tetap membutuhkan kedua orangtuanya. Abraham kini berada dikantor papanya belari-lari membuat ruangan kerja Johan begaikan kapal yang hancur setelah leleh abraham menghampiri papanya karena merasa mengantuk ... Johan membawa anaknya ke kamar yang berada diruangannya.....Abraham memang seperti Johan yang tukang tidur.
"Sayang..... Aku mau Ketempatmu tapii... Abaraham tertidur di kantorku... "
Johan menelpon Istrinya rencananya ia mau makan siang bersama namu anaknya malah molor karena terlalu lelah.
"Um... Biar aku yang datang kekantormu .. Tunggu sampai aku datang.. Jaga abraham saja.."
"Hati-hati di jalan sayang maaf merepotkanmu..lain kali aku tidak akan membiarkan Istriku repot..."
"ah.. Kau johan aku tidak repot kok..I love you my Hubby"
"I love you too Darling... "
Diana segera berangkat menuju Kantor Suaminya membawa makan siang.
__ADS_1
..................
Johan sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk Istri tercintanya.. Berharap bahwa Diana akan menyukai hadiah darinya.. Ia juga sedang menatap putranya yang masih terlelap hobi mereka benar-benar sama.. Tukang tidur.
"Abraham anak siapa sih... Kenapa kebiasaannya hampir sama dengan ku... Gantengnya Putraku.... Semoga kau mendapatkan seorang teman secepatnya.... Papa dan Mama sedang berusaha jadi tunggu saja..... Cup... Cup.. Cup.. "
Berbicara kepada putranya yang masih tertidur..
Disisi lain Diana sudah berada dilif menuju ruangan mendengar para pegawai membicarakan suami dan anaknya....
"Aku tidak tau bahwa Pak johan mempunyai seorang anak yang sangat tampan.. Tadi aku liat mereka sedang bermain ..ternyata pak johan sangat menyayangi putranya... " seorang pegawai sempat melihat Johan dan abraham bersama-sama.
Tig.... Lif terbuka Diana tersenyum mendengar perkataan para pegawai Suaminya....
Menuju ruangan Johan dengan langkah cepat karena merasa khawatir dengan putranya... Setelah mendengar bahwa Ruangan Johan berantakan.
Krek... Membuka pintu ruangan johan ia kaget dengan apa yang dilihatnya... Betul saja ruangan tersebut sudah seperti kapal pecah.. Namun yang lebih mengejutkannya adalah seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang yang sudah menunggunya di belakang pintu.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun pernikahan sayang... Ini ambillah hadiah dariku... "
Johan memberikan sebuah perhiasan kalung dan sebuah anting tidak lupa ia memberikan sebuah ciuman darinya.
"Johan... Kamu ingat hari pernikahan kita.. Terima kasih hadiahnya sayang..."
"Sayang ayo kita bangunkan Abraham.. Aku sendiri heran bagaimana anak kita bisa memiliki sebuah kebiasaan yang mirip denganku.." johan menatap Istrinya dengan wajah pura-pura sedih.
"Johan... Dia itu putramu tentu ia memiliki sifatmu bahkan wajah saja sangat mirip denganmu.. Sedang aku hanya mirip bagian rambutnya saja"
Johan mengandeng tangan Istrinya dan membangunkan Abraham yang sudah tertidur 2 jam lamanya .. Agar tidak kelaparan segera duduk di sofa dan Diana mengurus keperluan suami dan anaknya untuk makan.
"Sayang kita ke mall yah... Banyak yang ingin aku belikan untuk abraham dan kau.. Aku telpon papa dulu memberitahukan bahwa kau tidak bisa masuk kerja.
"Johan masa laki-laki ke mall sih.. Biking malu saja.. Seharusnya aku yang mengajakmu ini malah kau yang mengajakku dasar aneh deh.. "
"Demi istri dan anak untuk apa malu.. "
__ADS_1
Abraham melihat Papa dan mamanya saling mengejek terdiam karena tadi sempat di suruh diam oleh Diana..
Tbc......!!!!