
Diana sudah kembali dengan Anak keduanya menuju kerumahnya didampingi oleh Johan dan Abraham.. Johan bahkan tidak pernah lagi masuk kerja salama istrinya melahirkan ia sudah mengambil cuti selama 5 bulan lamanya..
Diana bahkan sudah menegurnya meski sebagai seorang Bos perusahaan Johan haruslah yang mengurus perusahaannya sendiri namun johan tetaplah orang yang keras kepala tidak mau mendengar perkataan Istrinya ia hanya ingin mengurus Keluarganya.
Sebagai seorang Ayah johan harus mengurus kedua anaknya dan menemani Istrinya.
"Diana sayang apa kau merasa lapar biar aku buatkan makanan"
"Um... Kau buatkan aku ayam panggang dan kue bolu isi selai nanas.. "
"Tunggu disini sayang jangan kemana-mana jika ada yang di perlukan panggil aku saja.... "
"Iya.. Ummm Johan apa kau tidak ingin bekerja sebaiknya kau mengambil cuti 2 minggu saja... "
"Sudah aku katakan Sayang sudah ada yang mengurus perusahaanku lagi pula papa sudah setuju dengan keputusanku... Jangan pikirkan yang lain.. Aku buatkan makanan dulu"
Johan menuju dapur untuk membuatkan makanan yang diinginkan oleh istrinya.. Ia sudah terbiasa dengan dapur bahkan sudah ahli dalam membuat makanan sehari-hari untuk keluarganya meski punya seorang koki yang handal dirumahnya.
Abraham menghampiri Papanya yang sedang memasak ia ingin kekamar adiknya karena sangat merindukannya walaupun baru sebentar tidak bertemu dengan Adik kesayangannya.
__ADS_1
"Papa... Aku mau ke kamar Dede lucas... "
"Sayang kau minta saja pengasuhmu mengantarmu papa sedang memasak untuk kalian semua... Kalau kau tidak mau tunggu papa selesai saja.. Dan duduk yang tenang jangan banyak tingkah.."
"Ok Papa"
Abraham benar-benar menuruti perkataan papanya dia sungguh tidak bertingkah demi menemui adiknya.
Diana turun menuju dapur melihat Suaminya memasak dengan mengendong anaknya karena merasa sangat bosan berada di kamarnya terus.
"Johan kapan makanannya selesai aku sangat lapar... Abraham sayang apa yang kau lakukan di situ... Sini temani mama dan Baby Lucas.. "
"Diana kenapa kau turun sayang aku sudah mau menuju kamar apa aku sangat lama yah... "
"Aku hanya bosan berada di kamar terus.. Dan kenapa abraham bersamamu di situ tadi"
"Ah... Itu tadinya Abraham ingi menemui adiknya dan memintaku untuk mengatarnya mumpun masakanku sudah mau selesai jadi aku suruh menunggu dulu"
..............
__ADS_1
Johan kini sudah menjadi suami siaga ketika istrinya makan dengan Abraham Ia akan menjaga Anak keduanya menggantikan Diana kadang-kadang tengah malam ia juga bangun ketika mendengar Anaknya menangis.
Johan tidak mau istrinya repot cukup sudah rasa sakit ketika Diana melahirkan anaknya.
Diana sudah membereskan meja makan dan mengambilkan makan untuk suaminya yang sedang menjaga Anak mereka yang sedang tertidur lelap di keranjang Bayinya. Abraham mendekati Adiknya yang masih tertidur Dia merasa sedikit kecewa karena ingin bermain bersamanya.
"Abraham kau jangan ganggu Adikmu dulu nanti kalau sudah bangun kau bisa bermain bersama"
Johan memperingati putranya agar tidak mengganggu baby lucas.
"um... Papa... Aku cuma mau menciumnya"
"tapi sayang bukannya dari tadi kau sudah menciumnya beberapa kali... Abraham sayang apa kau sangat mencintai adikmu itu.."
Abraham mengganguk membenarkan perkataan Papanya. Diana dan Johan sangat bahagia melihat putra pertamanya mencintai Adiknya. Bahkan jika ingin tidur saja harus melihat Adiknya dahulu.
Sifat posesifnya sangat persis dengan Johan bahkan hal yang lainnya juga sama dari wajah dan kebiasaan baik maupun buruk itu semua dari Johan.
Tbc.....!!!
__ADS_1