
"Johan Kau dimana sih Perutku sakit sepertinya sudah mau lahir anak kita Johan"
Diana berteriak memanggil suaminya yang bermain bersama dengan Abraham di Halaman rumah. Johan berlari mendengar Istrinya memanggilnya dengan menggendong anaknya menuju Diana .
"Sayang kau kenapa....!! "
"Sepertinya aku akan melahirkan... Sakit...."
"Ayo kita kerumah sakit tahan sebentar sayang.. Kita akan segera pergi aku panggil Supir dulu"
Johan berlari menuju mobilnya dengan mengangkat Istrinya menuju mobilnya.. Sejujurnya Ia sangat panik melihat Istrinya ingin melahirkan meskipun ini kelahiran anak kedua mereka.
Dimobil.....
"Johan aku sudah tidak bisa menahannya berapa lama lagi kita akan sampai"
Diana merasakan sakit yang luar biasa meski pernah melahirkan tapi kali ini sungguh sangat menyakitkan baginya ia mencenkaram lengan suaminya dengan erat.
"Kita sudah sampai sayang sabar...."
__ADS_1
Beberapa perawat sudah berada di depan pintu masuk menyambut kedatangan Diana mereka sudah mendapat kabar dari atasannya bahwa Putri kesayangannya keluarga Pratama ingin melahirkan.
Di ruang bersalin....
"Aaaah..... " Diana berteriak kencang dengan menjambak Rambut Johan yang berada di sampingnya.
"Sekali lagi Nona... Kepalanya sudah terlihat.. Tarik nafas dan hembuskan berjuanglah nona.. Sekali lagi..." Dokter yang menagani Diana melahirkan menyuruh untuk mendorong sekali lagi.
"Sayang... Sekali lagi... Maaf sayang coba aku bisa menggantikan rasa sakitmu itu..."
Johan sungguh tidak tega melihat Istrinya kesakitan untuk melahirkan anaknya.
"Johan... Huh... Huh.... Huh.. Aaaaahhh.."
"Terimakasih sayang kau sungguh wanita yang kuat... Anak kita laki-laki aku sangat bahagia I love you " johan mencium kening istrinya karena sudah mau berjuang untuk melahirkan anak untuknya.
Setelah Dokter membersihkan bayi laki-laki tersebut.. Ia menyerahkan kepada Diana untuk di berikan asi pertama. Johan terseyum bahagia melihat putra keduanya sedang di samping Istrinya meski harapannya ingin Seorang anak perempuan.
Kedua orangtua Diana dan Johan sedang menunggu di luar bersama dengan Abraham... Yang sudah menunggu dari tadi.
__ADS_1
Gunawan dan Julia khawatir dengan keadaan Putrinya meski ini kedua kalinya Diana melahirkan ......
Seorang suster yang menangani Diana keluar dari ruang persalinan untuk mengabarkan bahwa cucu kedua mereka sudah lahir dengan selamat... Abraham bersama dengan para nenek dan kakeknya masuk keruangan untuk melihat kondisi Diana dan Anak keduanya. Diana meminta suaminya memberikan nama untuk Adik Abraham.
"Johan apa kau sudah mempersiapkan Nama untuk Putra kedua kita.... "
"Iya... Sayang.. Lucas William Pratama..... itu nama yang aku berikan kepadanya.... Baguskan apa kalian semua setuju" berkat dengan menatap wajah istrinya dan keluarganya.
"Johan kami semua setuju karena kau adalah ayahnya coba kau gendongan Baby Lucas"
Julia melihat menantunya ingin menggendong Cucunya keduanya yang sedang berada di gendongannya.
Johan terharu melihat putra keduanya yang mirip dengan Istri tercintanya .. Abraham juga ingin melihat adik kecilnya ..ia menghampiri papanya dan mencium kening Adiknya.
Seluruh orang yang berada di ruangan tersebut sangat terharu dengan Abraham yang tampak menyanyangi adiknya.
Bahkan Diana sendiri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya putra pertamanya yang pecicilan sangat mencintai Adiknya... Ini bahkan diluar pemikirannya ia berfikir bahwa Abraham hanya akan bisa saja dengan kehadiran seorang adik. Karena selama kehamilan Abraham sangat jarang ingin menyentuh perut buncit.
Adhitama sudah mempersiapkan sesuatu untuk Abraham dan Lucas... Tapi ia akan memberikannya suatu hari nanti jika umur mereka sudah dewasa hal itu sudah diketahui oleh Besannya sendiri karena sebelumnya sudah memberitahukan kepada mereka namun tidak diketahui oleh Anak dan menantunya Ia merahasiakannya dari mereka ...
__ADS_1
Dia sangat menyanyangi Anak..... Menantu dan kedua Cucunya. Ia sungguh bersyukur bahwa keluarga Anak satu-satunya itu sudah sangat lengkap dengan kehadiran dua orang anak.
Tbc......!!!