
Lucas yang sedang bersama dengan kedua kakeknya bermain dengan ceria tidak menyadari ada seseorang yang sedang memandang ke arah mereka kesal..
"Kakek.... Jangan dekat-dekat dengan Dedek lucas.."
Abraham marah kepada kedua kakeknya karena tidak mengizinkan Adiknya di sentuh oleh mereka berdua.. Lucas adalah miliknya dan siapapun itu tidak boleh mengambil-nya dari sisinya.
"Abraham Cucu tampan kakek.. Kesini. Kita main bersama saja.. Jangan cemberut begitu sayang.."
Ucap Adhitama yang melihat kedatangan Abraham dan marah kepada mereka.
"Tidak mau... Aku mau main dengan Dedek Lucas saja kalian pindah... "
Adhitama dan Gunawan mengalah melihat tingkah posesif Abraham kepada Adiknya..
Mereka hanya memperhatikan keduanya dari sofa yang tidak jauh dari tempat bermain Abraham dan Lucas.
Deret yang tadi menjemput Abraham pulang dari sekolahnya tidak berani masuk kedalam rumah.. Karena pasti papanya akan memarahinya habis-habisan seperti ketika Donio tadi..
"Aduh... Kenapa papa belum kembali sih.. Aku kan mau bermain dengan para keponakan kesayanganku.."
Guman di balik pintu rumah Diana...
Ketika hendak pergi menjauh na'as papanya ternyata sudah menyadari kehadirannya dari tadi.. Deret terkejut ketika papanya menarik telinganya...
"Dasar Anak nakal.. Kau mau kemana.. Mau kabur lagi dari papa hah..."
"Ampun papa..... Abraham.. Tolong paman sayang.. Paman mau disiksa oleh kakekmu ini... "
Deret memanggil Abraham.. Namun Abraham tidak mau membantunya..
__ADS_1
Lucas yang melihah pamanya menghampiri Deret yang duduk tertunduk di hadapan papanya. Di umur dua tahun lucas dapat mengerti bahwa pamannya akan di hukum oleh kakeknya... Ia memegang tangan Deret dan mencium pipinya.
"uh.. Keponakan kesayangan paman.. Lucas anak baik.. Terimakasih sayang Menghibur paman ini permen untukmu.."
Abraham kesal dengan pamannya yang memberikan permen untuk adiknya yang masih kecil..
"paman.......... Permen tidak baik untuk kesehatan gigi.. Jangan pernah memberikan Lucas permen lagi.. Atau ku laporkan kepada paman Donio.. "
"Aduh... Cucu kakek ternyata sangat pintar... Kau dengar kan itu Deret anak kecil saja mengerti"
Deret merasa di bully oleh keluarganya sendiri dan hanya Lucas yang menghiburnya sebentar.. Itu pun tidak berlangsung lama karena Abraham menarik adiknya menjauh dan mencari kedua orangtuanya.
****
Diana membuka matanya melihat seorang memeluknya dari belakang hampir saja menendang suaminya sendiri..
"Kapan Johan datang... Dan dimana Lucas...."
Mengguncang tubuh johan dengan keras hingga johan langsung bangun dari mimpi indahnya.
"Ada apa sayang... "
"Johan bukannya kau tadi bersama dengan Lucas.. Lalu dimana Anakku..."
"Lucas tadi di ambil oleh papa sayang... Jangan panik begitu.... Lebih baik kita mengeceknya langsung kalau kau tidak percaya.. "
Diana melihat dua bocah lelaki sedang mengahampiri-nya..
"Mama.. Dedek lucas katanya lapar... Aku juga lapar pengen-nya papa yang buat... "
__ADS_1
"Johan kau buatkan anak-anak makanan biar aku bersama mereka disini menunggu mu selesai... Cepat.. "
Johan menuruti kemauan dari anaknya dan tidak bisa menolak perintah dari Istri cantiknya itu.. Ia menuju dapur dan membuat makanan untuk anak-anaknya..
Untuk lucas Bubur sumsum sapi dan untuk Abraham salad buah dan sayur supaya para putranya dapat tumbuh menjadi lelaki yang kuat dan juga Tampan seperti dirinya.
"Budak istri.. Budak Anak.. Hahahahah... Dasar johan.."
Deret mengejek Johan yang membawa makanan untuk anak-anaknya...
"Kau sendiri.... Belum punya anak dan Istri.. Dasar orang Iri denganku... Hahhahaha"
Johan membalas Deret langsung menusuk Hati deret....
"Johannn kau dimana sih... " suara diana berteriak Karena suaminya terlalu lama.
"Sampai jumpa orang Jomblo... Istriku memanggiku dan jangan iri yah... Dah.. "
Johan melangkah dengan langka lebar dan tersenyum penuh kemenangan setelah mengejek Deret yang duluan mengejek dirinya..
..
.
.
.
.
__ADS_1
. Tbc.... !!!