Aku Menyerah

Aku Menyerah
" Perkumpulan Keluarga"


__ADS_3

Kini umur lucas sudah menginjak 1,5 tahun sudah melakukan rangkak kemana-mana dan Abraham mengikuti kelakuan Adiknya itu johan tertawa melihat Abraham sangat berantakan wajah penuh coklat bajunya bahkan sudah robek karena tadi tersangkut di meja karena menjaga Adiknya.


Ting tong.. Ting tong....


Mendengar suara bel Diana segera membuka pintu ternyata Papa-mamanya Donio dan deret datang kerumahnya seraya membawa beberapa makanan kesukaannya.


" Mama silakan masuk.. "


"Diana sayang dimana para keponakan kesayangan kami.. " kata deret.


"oh... Mereka berada di ruang keluarga tadi kami bemain bersama.... Abraham tidak mau menyerahkan Lucas kepada aku dan johan"


Abraham meninggalkan Adiknya bersama dengan papanya.. Lalu menuju ke kedua Pamanya yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


"Pamannn... Abraham rindu cama paman... "


"Abraham... Paman juga sangat merindukan Keponakan paman yang sangat penurut ini" kata Dinio menatap wajah Abraham.


Johan dan Diana terkekeh mendengar bahwa Anaknya penurut.. Sungguh jika itu terjadi mereka akan kaget bukan kepalang mengingat semala bersama mereka Abraham tidak pernah sekalipun menjadi penurut.


Sifat Abraham berubah 160 derajat jika bersama dengan Donio jika Dia nakal pamanya akan menghukumnya dengan tidak membiarkan dirinya bersama dengan Adikknya.. Dan dibawa jauh dari rumah orang tuanya... Ia akan tinggal bersama dengan Donio.. Hal itu yang membuatnya berubah.


"Kakak bagaimana perkembangan perusahaan di london.. Kapan-kapan aku dan Johan akan datang melihat kesana" Diana berkata kepada Donio yang sedang memangku Abraham.

__ADS_1


"Semuanya stabil.... Kalian bisa datang kapan saja.. Sekalian kalian bawa abraham dan lucas.."


"Oh.... Abraham boleh sih dibawa tapi untuk lucas tidak bisa..."


Gunawan tidak mengizinkan cucunya yang masih kecil naik pesawat dan hal itu disetujui oleh Johan dan julia..


Ting.. .tong. .... Ting tong...


Johan beranjak dari tempat duduknya membukakan pintu untuk Orang yang datang...


"Eh..... Mama dan papa juga datang.. Masuklah keluarga diana sudah berada didalam"


"ah.. Kami terlambat... "


"Abraham..... Cucu kakek kesini... Kakek membawa hadiah untukmu sayang.. " Adhitama memanggil Cucunya yang bermain dengan Adiknya.


Abraham mendatangi kakek dan neneknya lengkap sudah keluarganya Ia mencium pipi mereka masing-masing.


"Kakek hadih untuk dedek Lucas mana... " bertanya kepada Adhitama yang memberinya sebuah mobil-mobilan...


"Kalau Untuk lucas... Ada dong. Ini kamu berikan kepada Adikmu"


Abraham begitu antusias memberikan Hadiah untuk adik kecilnya.

__ADS_1


"Diana sayang... Bagaimana kalau kita menyiapkan makan siang untuk kita semua"


Janne mengajak Menantunya dan Julia untuk membuat makan siang bagi mereka semua yang berbeda di rumah Johan dan Diana.


Di dapur....


Ketika asik memasak johan mendekati Istrinya membawa Lucas yang menangis di gendongannya...


"Johan.... Kenapa dengan lucas... Apa yang membuatnya menangis... " tanya diana kepada suaminya.


"Ini sepertinya Lucas lapar... Kau tadi lupa memberikan makanan untuknya..."


"Astaga baru aku ingat... Tadi aku ingin membuatkan makan untuk Lucas tapi setelah kedatangan mama dan papa aku sampai lupa.. "


Diana menepuk jidatnya karena lupa memberikan makanan untuk anaknya gara-gara ke asikkan Gobrol tadi.. Dia sampai lupa bahkan johan juga lupa memberitahukan kepada istrinya.


Diana segara memberikan makanan untuk anaknya dia bersama dengan johan dan Abraham yang tidak mau jauh-jauh dari Adiknya lucas begitupun Johan yang tidak ingin jauh dari istri dan Anaknya.


Orang-orang yang melihat mereka tersenyum dengan keharmonisan keluarga kecil tersebut.


Mereka juga mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tindakan Johan yang tidak jauh berbeda dari Abraham sifat dan tingkah lakunya sangat persis.


Tbc......!!!

__ADS_1


__ADS_2