
"Mama.... "
Panggil Abraham yang baru selesai mandi... Ia menghampiri Diana dengan membawa bajunya di tangannya..
Abraham bermaksud agar Mamanya mau memakaikan Baju kepadanya.
"Abraham kanapa kau berteriak... Nanti pamanmu mendengar..."
Diana menoleh menghadap Abraham.
"Mama aku mau main dengan dedek Lucas.. "
"Abraham sayang.. Lucas sedang tertidur nanti saja.. Kau main saja dengan Papa yah... Sayang.."
"Ummm"
Abraham memoyonkan mulutnya karena kecewa tidak bisa bermain dengan Adiknya.. Padahal sudah 2 hari Dia tidak bisa bermain dengan Lucas. Ia belalu mendekati Papanya yang sedang minum kopi di halaman rumahnya membaca Koran..
"Papa aku mau main dengan papa saja... Ayo ke taman bermain... " ajak Abraham kepada Papanya.
Johan melihat putranya mengajak dirinya ketaman bermain hendak menolak.. Melihat wajah sedih Putranya ia tidak tega dan menyetujuinya ajakanya.
"Sayang Aku pergi dengan Abraham ke taman bermain dulu... Kasihan Abraham pasti sangat tertekan beberapa hari ini jadi aku mau ke taman Bermain dulu agar bisa lebih leluasa..."
Johan meminta Izin kepada Istrinya yang sedang memasak untuk makan siang nantinya..
"Iya.. Tapi jangan lama-lama nanti kakak bangun bisa gawat... "
"Tenang saja aku sudah meminta persetujuannya terlebih dahulu... Dah... Sayangg"
__ADS_1
Johan dan Abraham menuju Taman bermain yang dekat dari Rumahnya sambil membeli beberapa makan untuk mereka. .....
"Papa aku mau naik itu... Boleh "
Kata Abraham menunjuk mainan kuda-kudan....
"Tidak Boleh jika kau sendiri kalau sama dengan papa tidak masalah kok... "
Abraham hanya menuruti perkataan dari papanya dari pada tidak bisa menaiki kuda-kudaan kesukaannaya.
Ketika asik bermain ada beberapa teman kelas Abraham juga berada disana... Dan menghampirinya ..
"Hai.. Abraham bagaimana kabarmu... "
Kata salah satu orang tua dari Temannya.
Abraham menatap papanya karena tidak suka dengan orang yang menyapa dirinya yang sedang asik bermain malah di ganggu.
"Maaf Nyonya sepertinya Putraku tidak suka jika di ganggu saat ini.." kata Johan dengan sopan namun ibu-ibu yang tadi menyapa Abraham tidak terima di usir begitu saja.
"Dasar Orang sombong mentang dari keluarga terkenal kalian semaunya saja... "
Para ibu-ibu mulai menghina johan dan Abraham.. Awalnya Johan tidak menghiraukan perkataan mereka.. Namun ketika putranya di ejek kesabarannya mulai habis.
"Kalian dengarkan ini.. Aku akan menuntut kalian jika masih berani menghina putraku.. Bukan hanya itu saja seluruh keluarga kalian akan di permalukan di depan publik.. "
Ibu-ibu yang tadinya mengejek Abraham ketakutan mendengar ancaman dari Johan...
Mereka menyadari bahwa yang di hina barusan tidak akan pernah bermain-main dengan Ancaman yang di ucapan tadi.
__ADS_1
Mereka berlalu meninggalkan Abraham dan Johan setelah meminta maaf bisa-bisa seluruh keluarganya akan hancur jika mereka melanjutkan menghina Abraham.
"Sayang Ayo kita pulang saja.. Mama dan Paman pasti sudah menunggu kita... "
"Papa tidak marah sama Abraham.. "
"Bagaimana papa bisa marah dengan pangeran tampan papa ini.. "
Abraham mencium pipi Johan yang sedang menggendongnya... Johan tersenyum kepada putranya bagaimanapun perilaku Abraham tetap saja mereka Ayah dan Anak..
Tbc.......! !!
.
.
.
.
.
Hai... Para Reader's silakan mampir di novel terbaru Author..
"My Life With You (Hidupku Bersamamu) "
Perjalanan cinta dua insang manusia yang saling mencintai namun harus bersabar karena terlalu banyak lika-liku kehidupan yang mereka jalani.
Thanks You... Alll❤❤❤
__ADS_1