
Hari peresmian telah tiba Diana dan keluarganya disambut oleh para tamu Undangan yang datang.. Karena bersamaan dengan pernikahan kedua sahabat masa kecilnya.
David yang pada awalnya tidak setuju menikah dengan Sisca namun mengingat permintaan dari kedua orang tuanya demi perkembangan perusahaannya dan juga mengeratkan tali persaudaraan kedua keluarganya... Akhirnya setuju mengingat sisca adalah sahabatnya sediri dan Diana belum bercerai dari Johan dan sepertinya akan kembali bersama.
Melihat kedua sahabatnya Diana segera menghampiri mereka berdua yang berada di atas pelaminan karena Diana datang bersama dengan Peter orang-orang mengira bahwa mereka adalah suami istri... Johan hanya terdiam seribu bahasa menahan gejolak cemburu.
"Selamat Kakak David... Semoga langgeng sampai kakek nenek.. " menjabat tangan David lalu menoleh ke sisca.
"Selamat Sisca akhirnya kau mendapatkan orang yang mencintamu.... " memeluk Sisca.. Begitupun Sisca membalas pelukan Diana sahabatnya.
"Diana kenapa kau tidak bersama dengan Suamimu... Kau malah membawa orang lain.. Apa johan dan keluargamu mengizinkannya.. " sisca yang agak penasaran dengan sahabatnya tersebut.
"Aku bersama dengan Peter... Dia hanya mau memebantuku membalas johan.. " Diana berbisik ketelinga Sisca...
Ketika sedang asik ngobrol bersama Mc acara seketika mengumumkan bahwa peresmian akan segera dilaksanakan.
"Terimakasih atas kesediaan pera tamu menghadiri peresmian perusahaan JDA... Sekaligus pernikahan Tuan David dan Nona Sisca"
__ADS_1
Mc tersebut menyapaikan seluruh susunan acara yang akan dilaksanakan hari ini.
"Mari kita sambut pendiri perusahaan.... Nona Diana Alexi Pratama... "
Seluruh tamu undangan menatap Diana dengan kagum diumur yang masih sangat muda ia mampu mendapat pencapaian seperti ini.
"Terimakasih... Saya hanya pendirinya tapi yang mengurus segalanya adalah Saudaraku.... Mari kita sambut.. Donio, Deret, dan juga yang telah membantu selama kami tidak berada di London.... David...... "
Mereka bertiga naik ke podium utama memberi sepatah kata sebagai ucapan terimakasih..
...................
Abraham yang sedang bersama dengan Papanya karena Donio sedang sibuk dengan para tamu... Mereka berdua mencari udara segar dan menatap pemandangan yang berada di depannya... Menghembuskan nanfas beberapa kali... Abraham mengikuti apa yang Johan lakukan.
"Sayang Coba mamamu bersama dengan kita... Pasti akan seru..... Kita tidak akan kesepian disini.. Huh....." johan menghela nafasya ketika mengingat perkataan orang tentang Istrinya dan Peter.
"Huh........ " Abraham mengikuti yang dilakukan oleh Papanya. Johan kaget mendengar anaknya menghela nafasnya..
__ADS_1
"Kau kenapa sayang.......??? Kau sakit mana yang sakit biar papa mengobatinya" Johan khawatir dengan abraham yang tidak biasanya menghela nafasnya...
Abraham mengeleng-gelengkan kepalanya dan mencium pipi Johan yang tampak khawatir padanya.
Setelah mencari udara segar agar pikirannya tenang Johan dan Abraham masuk dan mereka menemui Diana yang duduk sendirian yang tampak lelah...
"Mama..... " Abraham menghampiri diana bersama dengan Johan.
"Sayang apa kau merasa lelah... Apa kau tidak lapar... Biar aku membantumu... Katakan saja apa yang kau inginkan... " johan mengusap wajah Diana.
"Tidak perlu... Acaranya juga hampir selesai...Ayo kita pulang saja.. Pasti Abraham sudah mengantuk." Diana menolak Johan yang ingin membatunya.
Johan pulang dengan Anak dan Istrinya menuju mesion mereka.. Diana menyembunyikan kebahagiaannya ketika berada bersama Johan. Jujur saja Diana masih sangat mencintai Suaminya.. Itulah alasan kenapa mereka belum bercerai sampai sekarang .
sesekali Johan melirik istrinya yang berada Di sampai tempat duduknya..... akhirnya Peter tidak mengganggu kebersamaan dengan keluarga kecilnya.
Tbc.............!!!
__ADS_1