Aku Menyerah

Aku Menyerah
" Keberatan ke London "


__ADS_3

Malam hari ketika keberangkatan Diana dan keluarganya menuju London. Melihat Johan sedang berada di depan rumahnya dengan kedua orangtuanya.


"Diana sayang bisakah kita berangkat bersama.. Kami juga mengambil penerbang malam yang sama dengan kalian" Adhitama berkata sambil menatap menantunya.


"Papa Kami tidak masalah.. Semakin banyak semakin baik juga.... Lagi pula kita satu keluarga"


"Iya benar kata Diana kita bisa berangkat bersama.... Abraham pasti bahagia karena bisa bersama dengan seluruh orang yang mencintainya.... "


Gunawan juga tampak setuju dengan perkataan Putrinya.


Mereka berangkat bersama-sama.. Johan sesekali melirik Istrinya sambil tersenyum lebar kebahagiaan sangat jelas diwajahnya... Orang yang melihat johan menatapnya aneh seperti orang yang dimabuk cinta.


Namun wajah yang bahagia itu seketika hilang melihat kedatangan seseorang yang membuatnya kesal.


"Hai.. Johan kita berada dikursi yang sama... " Peter mengedipkan matanya kepada Johan.


Johan tidak mau menanggapi Sahabatnya tersebut karena akan mengganggu perjalanannya dengan Diana.


Melihat raut wajah kesal Johan... Peter terus ingin menggoda Sahabatnya tersebut.


"Kenapa kau tidak satu kursi dengan Diana Johan... Apa dia mengabaikanmu"


"...."

__ADS_1


"kau tidak menjawabku berarti yang kukatakan itu benar.... "


"Diamlah... Peter aku mau tidur... Jangan menggangguku... " Johan merasa sangat kesal karena peter tidak bisa berhenti bicara di sampingnya.


Peter menoleh melihat Dimana Diana dan putranya. Diana duduk tidak jauh dari tempat Johan dan Peter menyadari hal itu Johan menatap Peter yang masih menatap Istrinya dan berkata.


" Peter nanti lehermu sakit.. Kau akan menjadi orang cacat" johan mengejek Peter.


"Bukannya Kau yang telah cacat karena tidak mendapat perhatian dari Istrimu.. Johan.... Hahahahha"


Peter kembali mengejek Johan siapa suruh mengusiknya... Yang sedang memandang Diana.


Johan yang awalnya ingin membuat Peter kesal justru Dia lah yang mendapat serangan mendadak perjalanan terasa sangat panjang bagi Johan apa lagi peter tidak berhenti bercolteh di dekatnya.


...................


Donio dan Deret segera menyambut kedatangan orangtuanya, Diana dan beberapa orang yang mereka kenal.


"Kakak....... " Diana berteriak setelah menemukan Donio yang mencari keberadaannya.


Donio melihat adiknya datang bersama dengan Abraham menghampiri dan menggendongnya....


Deret menatap kedua orang yang ikut dengan adiknya merasa heran dengan kedua orang tersebut...

__ADS_1


"Ada apa dengan mereka.. Diana... Kenapa saling tatap-tatapan begitu.. "


"Kakak Aku juga tidak tau.. Dari tadi ketika kami turun dari pesawat mereka berdua terus seperti itu.. mungkin mereka sedang di mabuk cinta.. hehehehe"


"bisa saja kau Diana..... Bagaimana hubunganmu dengan Johan... ? Apa yang Dia lakukan kepadamu belakangan ini.... "


" Johan semakin aneh saja... Aku bahkan tidak bisa mengenalinya lagi... Kau tau kakak Johan sangat protektif kepadaku dan juga Abraham.. Apa lagi jika Peter datang kerumah"


"Hah... Hahahhaha... Ternyata Johan benar-benar sudah berubah "


Diana yang asik gobrol dengan kakaknya mengabaikan kedua orang aneh tersebut.


Abraham yang berada di pelukan Donio tampak sangat tenang dan tidak cerewet.. Berbeda jika Ia bersama dengan Deret atau Johan Ia akan bertingkah dan bersenang-senang bersamanya.


...............


Di Hotel Mesion yang telah dibeli oleh keluarga Diana di london bisa menampung bebarapa orang karena sangat luas bahkan kamar yang tersedia sebanyak 30 kamar.


Johan dan peterpun lebih memilih mesion tersebut agar bisa lebih dekat dengan Diana.


Keluarga Diana tidak keberatan dengan hal itu justru akan menguntungkan bagi mereka untuk merencanakan untuk membuat seseorang cemburu.


peter tersenyum kepada Deret.. ia sudah mengatakan rencananya

__ADS_1


Tbc.......!!!


__ADS_2